Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 207


__ADS_3

" Kak bagi dikit dong, itu banyak loh kak" Ratu yang sudah mau dapat ciloknya namun dengan cepat di tarik oleh Andra.


Dan semua yang ada di sana heran melihat tingkah laku Andra yang mendadak aneh dan pelit.


" Ndra kamu kerasukan jin pelit dari mana sih? bagi dong yang lainnya. kamu gak lihat Aya sampai nelan air liurnya berkali kali melihat jajanan kamu" ucap Ara yang mendadak kesal melihat tingkah adiknya.


" Maaf Ya, aku gak bisa berbagi kali ini. Kamu tanyak aja sama suami kamu gimana susahnya aku cari jajanan ini dan nemunya jauh banget lagi" ucap Andra yang langsunh menatap Cahaya begitu kakaknya berbicara.


" Mas" ucap Cahaya dengan suara yang manjanya.


Raja pun mengusap wajahnya kasar karena geram melihat tingkah Andra yang mendadak rakus dan pelit sedangkan istrinya mendadak juga tak mau mengalah.


" Kasih gak Ndra Aya baksonya" ucap Raja dengan suara dinginnya.


" Maaf Ja, kali ini aku gak bisa nuruti. entah kenapa aku takit ini bakso nanti habis" tolak Andra yang langsung membuat mata Raja melotot.


" Ya bakalan habis lah, kan mulut kamu dari tadi makan aja" sahut Azmi memberitahu.

__ADS_1


"Iyaa bener, malah gak sadar lagi" ucap Ratu memprovokasi.


"Andra ada apa dengan kamu? kenapa pulang-pulang jadi rakus gini? malah pelit banget lagi, seperti bukan keturunan Mama dan papa kamu tau gak?" tanya mama Nita yang langsung di jawab dengan mengangkat bahu tanpa merasa bersalah.


Saat sedang asik makan cilok, aroma bawang dari bumbu ciloknya terasa keluar hingga masuk ke penciuman Tiara. Rasa mual yang sudah hampir hilang kini muncul kembali dan dengan cepat Tiara kembali berlari ke kamar mandi yang ada di dapur.


Andra yang melihat Tiara berlari sambil menutup mulut langsung terkejut dan meletakan jajanannya seketika itu juga di atas meja.


"Sayang kamu kenapa?" teriak Andra sambil berlari menyusul Tiara ke dapur.


" Tia sepertinya sakit Ma" ucap Ara yang malah di jawab senyuman oleh mama Nita.


Berbeda dengan Ratu yang langsung mengambil alih bakso bakar yang terletak di meja dan juga membawanya untuk Cahaya.


"Ayo kak makan,mumpung yang punya masih di dapur" ucap Ratu yang sudah memberikan bakso bakar untuk Cahaya.


Cahaya menatap sang suami, mengerti dengan tatapan sang istri, Raja langsung menganggukan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


Dengan cepat Cahaya melahap bakso yang di berikan Ratu, begitu juga dengan Ara yang ikut memakan cilok di atas meja.


"Enak banget, kalian beli dimana?" tanya Ara sambil menikmati ciloknya.


" Andra yang beli kak,kita gak tahu beli dimana? jawab Haikal.


"Tapi ngomong-ngmong itu anak kenapa mendadak aneh ya Ja? dari mulai di kantor tadi bahkan sampai sekarang pun aneh?" tanyak Haikal yang langsung membuat semua menatap Haikal kecuali Raja.


"Aneh gimana maksudnya?" kali ini mama Kia yang bersuara.


"Andra seperti anak kecil saat melihat makan yang di inginkannya dari gambar ponselnya, bahkan air liur nya sama seperti Cahaya tadi saat ingin makan bakso bakar Andra. Tapi kan Cahaya hamil, jadi wajar kalau Aya pengen. Nah ini Andra? masak iya dia hamil" ucap Haikal memberitahu.


"Emang hamil" ucap Cahaya menyambung omongan Haikal.


"Apaa hamil?" tanya semua yang ada di ruang keluarga yang belum tahu kalau Tiara hamil.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2