Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 15


__ADS_3

" Makasih ya kamu sudah mengantar keponakan om yang bawel itu selamat sampai rumah, kalau tidak ada kamu kami pasti bingung mencari nya kemana lagi, apa lagi ini sudah malam" ucap Aldi malah mengaget kan Bima dan Pandu.


Sementara Azmi hanya tersenyum kikuk mendengar perkataan Aldi.


Kalau om Aldi tahu kalau aku yang membuat Ara pulang malam tanpa izin apa dia akan memukul ku juga ya, sama seperti papa nya Ara memukul ku tadi,gumam Azmi menatap Ara yang masih menagis.


" Al...kamu kelihatan akrab dengan lelaki ini, apa kamu kenal dengan dia?" tanya Bima menatap Aldi.


" Iya lah kak, ini kan Azmi, lelaki yang kita cerita kan semalam, untuk kita jodoh kan dengan Ara" ucap Aldi menatap Bima.


Deg ( jantung Ara )


Deg ( Jantung Azmi )


Deg ( Jantung Bima )


Bima menatap Azmi yang juga menatap nya, dia merasa bersalah karena sudah memukul orang tanpa mendengar penjelasan nya dahulu.


Jadi dia Azmi yang di cerita kan Ricki tadi malam, dan anak nya pak Nugroho, ohh ya ampun, batin Bima menatap Pandu  yang juga menatap nya dan langsung mengangkat bahu nya tanda tidak tahu apa apa.


Azmi sendiri menatap Ara setelah mendengar perkataan Aldi kalau Ara ada niatan mau di jodoh kan dengan diri nya.


Aku tadi gak salah dengar kan, Ara mau di jodoh kan dengan ku, tapi bagaimana bisa ya, aku saja tidak mengenali keluarga Ara sebelum nya, dan Om Aldi karena sering datang ke kantor papa, batin Azmi menatap keluarga Atmaja satu persatu.


Namun mata Azmi berhenti tepat pada ketiga pria yang tampan yang juga menatap nya.


Azmi langsung mengerut kan kening nya saat melihat Raja, Haikal dan juga Andra juga berda di rumah Ara.


Kenapa mereka ada di sini? apa jangan jangan mereka juga keluarga Ara, aaahh ya ampun, kenapa dunia sempit sekali, batin Azmi.


Smentara Ara masih mematung sambil memandangi Azmi dan beralih menatap Anita dan Kia.


" Ma..Tan...Ara gak salah dengar tadi kan? tanya Ara pada Anita dan Kia.


Anita dan Kia hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum.

__ADS_1


" Nanti kamu tanya sama papa dan om Pandu saja sayang" bisik Anita pada putri kesayangan nya.


Kini Ara kembali menatap Azmi yang kebetulan juga menatap Ara, mereka sama sama menahan senyum setelah mendengar perkataan om Aldi barusan.


"Eheeeemm" Bima berdehem agar suasana tidak tegang lagi.


" Maaf kan om Az, om tidak tahu kalau kamu anak nya pak Nugroho" ucap Bima langsung meminta maaf pada Azmi.


" Tidak apa apa Om" sahut Azmi sambil memegang bibir nya yang sedikit nyeri.


Bima yang merasa bersalah langsung menyuruh anak nya untuk mengobati bibir Azmi yang habis di pukul nya tadi.


" Sayang tolong kamu obati dulu luka di bibir Azmi, papa jadi tidak enak pada Azmi sudah memukul nya" ucap Bima pada Ara.


" Iyaa Pa" sahut Ara langsung ke atas kamar nya mengambil kotak obat milik nya.


" Saya permisi om" ucap Azmi yang hendak mengikuti Ara.


" Loh kamu mau kemana Az?" tanya Aldi yang heran Azmi hendak pergi.


Aldi dan yang lain nya tertawa mendengar ucapan Azmi, " Kamu gak usah ikut dengan nya juga Az, entar juga Ara balik lagi ke sini, Ara cuma mau ambil kotak obat di kamar nya, ngebet banget kamu pengen masuk kamar Ara, belum waktu nya, masih panjang proses nya" ucap Aldi yang langsung menepuk bahu Azmi dan membawa nya untuk duduk dan di ikuti yang lain.


Azmi menjadi semakin kikuk setelah mendengar perkataan Aldi, berbeda dengan ketiga pria tampan yang ada di ujung sofa, mereka hanya saling lempar pandang kemudian langsung mengangkat bahu nya tanda tidak open dengan pembahasan para orang tua tadi.


"  Semua nya kami mau masuk ke kamar ya, kak Ara kan sudah ketemu" ucap Raja dengan wajah datar nya, kemudian langsung berjalan meninggal kan semua nya di susul dengan Haikal dan Andra.


Semua yang ada di sana hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat dingin nya anak anak mereka.


" Maaf kan sifat adik adik nya Ara ya Azmi, mereka memang seperti itu, dingin dan datar, tapi kalau sudah dekat enak kok anak nya" ucap Anita karena merasa tidak enak dengan sikap Raja Cs.


Whaaaaat adik, jadi mereka adik adik nya Ara, dunia memang sempit sekali, batin Azmi menatap Raja, Haikal dan Andra menaiki tangga.


Tak lama Ara kembali sambil membawa kotak obat, dia ragu mau mengobati Azmi di depan keluarga nya, ahkir nya Ara hanya diam berdiri di samping sofa yang di duduki papa nya.


Seakan menegerti dengan kondisi anak nya, Anita pun langsung menyuruh Ara membawa Azmi untuk mengobati Azmi di taman depan saja, nanti kalau sudah selesai bisa kembali masuk untuk cerita cerita.

__ADS_1


" Ara kamu obati Azmi di taman depan saja, mama tahu pasti kamu grogi kan kalau ada kami di sini" ucap Anita yang langsung membuat Azmi menatap Ara.


Ara sendiri yang di tatap langsung memerah wajah nya, dia diluan berjalan ke luar tanpa mengajak Azmi, Azi pun tersenyum tipis melihat Ara malu malu pada keluarga nya.


" Saya susul Ara nya dulu Om, Tante, Oma" ucap Azmi dengan sopan.


 Anita dan yang lain nya pun mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.


" Aku gak tahu kalau dia anak nya pak Nugroho" ucap Bima saat Azmi sudah keluar menyusul Ara.


" Wajar kalau kakak gak tahu, dia emang jarang ke kantor papa nya, dia lebih fokus pada rumah akit yang di pegang nya sekarang" ucap Aldi memberi tahu.


" Aku jadi jadi gak enak sama dia" sambung Bima lagi merasa bersalah.


" Sudah lah, anggap aja itu perkenalan antara mertua dan menantu" ucap Pandu yang langsung di sambut tawa yang lain nya.


Sementara di taman, Ara sedang fokus mengobati luka pada bibir Azmi yang berdarah.


" Aawww..."ucap Azmi saat Ara menaruh Alkohol dengan kapas ke bibir Azmi.


"Apa sakit sekali? padahal aku pelan ngobati nya" ucap Ara.


" Sakit sekali, tapi lebih sakit lagi kalau aku tidak di izin kan dekat dengan mu oleh keluarga mu" ucap Azmi sambil menatap Ara dengan begitu dalam.


 Ara langsung menunduk kan kepala nya menahan malu karena ucapan Azmi, Azmi pun langsung mengangkat dagu Ara dan menatap mata Ara dengan begitu dalam.


" Ternyata kita sudah di takdir kan untuk berjodoh Ra, dengan aku tidak mendekati mu saja, keluarga mu sudah mau menjodoh kan kita" ucap Azmi yang langsung membuat Ara semakin malu.


" Bukan keluarga ku yang mau menjodoh kan aku dan kamu, tapi om Ricki, kepala rumah sakit di Hospital Atmaja" ucap Ara memberi tahu agar Azmi tidak salah paham.


" Apa pun itu Ra, yang jelas kamu itu sudah di garis kan hanya untuk ku" ucap Azmi masih menatap Ara.


 


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2