Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 118


__ADS_3

Pandu, Aldi dan Firman menuju ke markas dimana Meri di sekap oleh anak buah Pandu, Aldi juga sudah menghubungi Bima untuk mengakusisi perusahaan papa nya Iren agar mereka bisa jera untuk menindas keluarga Pandu.


Tak lama Pandu dan yang lain nya telah sampai di gudang tua dimana Meri di sekap, Pandu masuk ke dalam setelah pintu gudang di buka oleh anak buah mereka.


Di sana juga ada tiga orang polisi yang menjaga Meri selama di sekap, sebenar nya Pandu tidak mau melakukan ini semua, tapi Pandu gak punya pilihan lain, ini semua dia lakukan agar Meri mau membuka mulut siapa dalang di balik dia menculik istri nya.


" Selamat siang pak Pandu" ucap salah satu polisi yang ada di sana.


Pandu hanya mengangguk kan kepala nya saja tanpa menjawab.


" Bagaimanaapa dia sudah membuka mulut?" tanya Pandu pada ketiga polisi yang menjaga Meri selama di sekap.


" Sampai saat ini belum pak, bahkan kita juga sudah menyiksa nya, tapi dia tetap belum mau membuka mulut nya untuk bicara" sahut salah satu polisi yang ada di sana.


" Hidup kan kembali ponsel wanita itu" ucap Pandu pada polisi yang menyekap barang barang Meri.


Sebenar nya mereka sudah menyekap barang barang Meri termasuk ponsel nya, tapi tidak ada satu pun orang yang di curigai di sana, hanya ada vidio dimana Kia di siksa selama Meri menculik Kia.


Polisi langsung menghidup kan ponsel Meri kembali, Pandu dan yang lain nya masuk ke dalam sebuah ruangan dimana Meri di ikat sambil berdiri, tangan nya di ikat di naik kan ke atas.


Pintu ruangan terbuka, masuk lha Pandu dan yang lain nya, Meri melihat Pandu masuk langsung tersenyum sinis.


" Wah..wah Nona Meri, kenapa tampilan mu swkarang buruk sekali, aku yakin kalau kau di bebas kan sekali pun tidak ada laki laki yang tertarik melihat mu sekarang" ucap Firman saat sudah masuk ruangan.


Meri hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Firman, tatapan Meri tertuju pada tatapan Pandu, dan Pandu pun melihat Meri dengan tatapan membunuh.


" Untuk apa kau datang kesini? mau menyiksa ku lebih parah lagi agar aku buka mulut, sampai kapan pun aku tak akan buka mulut" ucap Meri dengan lantang.


" Aku akan meringan kan hukuman mu asal kau mau memberi tau siapa dalang dari semua ini" ucap Pandu dengan tatapan tajam nya.


" Hahahahaha....sampai kapan pun aku tidak akan memberi tahu mu, sekali pun aku matii" sahut Meri dengan lantang.


Pandu, Aldi dan Firman yang mendengar nya begitu emosi, Aldi berjalan mendekati Meri.

__ADS_1


PLAAAAAAAK


Satu tamparan mendarat mulus di pipi Meri sampai sudut Meri mengeluar kan darah.


" Hanya segini kemampuan kalian,iyaaa..." ucap Meri sambil tertawa sinis.


" Bagi ku ini tidak ada apa apa nya" sambung Meri lagi sambil tertawa mengejek.


" Baik lha kalau begitu, buat dia menyesal karna sudah melakukan ini" ucap pandu dengan suara berat nya menahan emosi.


" segera hubungi dia sekarang juga" sambung Pandu lagi.


Aldi pun langsung mengeluar kan ponsel nya menghubungi seseorang.


Berbagai siksaan dilakukan Pandu pada Meri sambil menunggu orang yang di saat ini di tunggu Pandu dan yang lain nya, tapi Meri tetap kekeh tidak mau membuka mulut nya.


Ahkir nya tak lama datang lha seseorang yang di tunggu tunggu, begitu terkejut nya orang tersebut saat melihay Meri tangan nya di ikat sambil berdiri.


" Pandu....kau memang manusia biadap" ucap orang tersebut yang tak lain adalah papa nya Iren.


Papa Iren yang menerima dua ponsel sekaligus menjadi bingung.


" Untuk apa kau memberi kan ponsel ini pada ku, aku tidak butuh ini" ucap papa Iren sambil menyodor kan ponsel itu kembali.


"Anda lihat saja vidio yang ada di kedua ponsel itu, beserta pesan pesan nya sekarang" sahut Pandu tanoa melihat papa nya Iren.


Aldi pun membuka layar kunci di ponsel Pandu, dan salah seorang polisi membuka layar ponsel Meri.


Papa Iren melihat vidio di kedua ponsel yang ada di tangan nya, begitu terkejut nya dia melihat keponakan nya menyiksa istri Pandu dengan sadis, tangan nya bergetar hebat sambil membuka semua vidio yang ada di kedua ponsel itu.


Pandu yang melihat keterkejutan papa nya Iren langsung berjalan mendekati nya.


" Apa anda sudah melihat semua nya dengan jelas" ucap Pandu dengan suara yang sudah menahan emosi.

__ADS_1


Papa Iren langsung mengangkat kepala nya dan melihat tatapan tajam Pandu yang bersiri di depan, Aldi dan polisi langsung mengambil kembali ponsel yang ada di tangan papa nya Iren.


" Aku sengaja tidak menujuk kan vidio itu semalam karna aku yakin anda tidak akan percaya begitu saja pada bukti itu, maka nya aku menyuruh anda kesini agar anda bisa lihat sendiri kalau di ponsel keponakan mu juga" sambung Pandu lagi.


" Dan sekarang apa kau masih bisa menuduh istri ku merekaya penculikan nya sendiri" bentak Pandu ahkir nya pada papa nya Iren karna sudah tidak tahan menahan emosi nya lagi.


Papa Iren tidak bisa menjawab apa apa, dia merasa malu sendiri karna sudah mendengar hasutan dari istri nya.


Papa Iren langsung melihat ponakan nya yang berdiri di samping nya, dengan langkah yang tertatih karna menahan dada nya yang sedikit sesak.


PLAAAAAAAAK


Satu tamparan di pipi Meri kembali, tapi kali ini papa Iren lha yang menampar nya.


" Kenapa kamu lakukan ini Meri, kenapa kamu tidak berpikir panjang saat melakukan ini, kenapaaa" bentak papa Iren di hadapan Meri.


Meri hanya ketakutan tanpan menjawab, Kini papa Iren kembali menghadap Pandu.


" Lantas kenapa kau menyiksa dia Ndu, kenapa tidak kau masuk kan saja dia ke penjara bersama Iren" tanya papa Iren penasaran pada Pandu.


" Karna aku tau dia melakukan ini tidak sendirian, pasti di balik dia menculik istri ku ada orang yang menyuruh nya, karna itu lha aku menyekap nya di sini agar dia mau membuka mulut nya untuk memberi tahu siapa dalang di balik semua ini, tapi sampai sekarang dia masih belum mau berbicara" ucap Pandu dengan tegas dan dengan mata tajam nya.


Papa Iren yang mendengar perkataan Pandu kembali berjalan ke arah Meri.


" Katakan...katakan sekarang juga, siapa yang menyuruh mu melakukan ini semua, karna paman yakin kau tidak pernah mengenal istri nya Pandu,karna kau tidak perna ke sini sebelum nya, KATAKAAAN" bentak papa Iren.


Meri ketakutan melihat kemarahan paman nya, tapi dia juga takut mengatakan siapa yang menyuruh nya,karna kalau sampai Meri mengatakan semua nya, pasti sakit paman nya kambuh lagi.


Bersambung....


Jangan lupa dukung cerita Author terus ya, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, pliissssss πŸ™πŸ™


Kalau nantik siang Author tidak sibuk, Author akan Up lagi dehh

__ADS_1


dan makasih banyak yang udah dukung, semoga rezeki kalian melimpah ruah, aamiin


❀❀❀all 😊😊


__ADS_2