Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 209


__ADS_3

"Alhamdulillah ya Allah, ahkirnya sebentar lagi aku mau jadi ayah" ucap Andra sambil mencium seluruh pipi Tiara dengan bertubi-tubi.


"Gak nyangka gue, ternyata barang sakti gue begitu cepat meluncurkan kesaktiannya, Raja aja kalah cepat sama punya ku" lanjut Andra.


Buughh


" Awwww" ucap Andra.


Satu bantal sofa sudah meluncur di kepala Andra, siapa lagi pelakunya kalau bukan Raja.


"Kamu gak lihat bentar lagi aku mau unboxing" ucap Raja sambil melirik ke arah perut Cahaya yang melendung.


" Ck, maksud aku prosesnya kan gak secepat aku Ja. Aku dua kali kerja kecebong langsung jadi" sahut Andra sambil menaik turun kan alisnya.


Namun sedetik berikutnya kembali satu lemparan bantal mengenai Andra, tapi kali ini mendarat tepat di wajah Andra dan kali ini pelakunya Wisnu.


" Kamu kira calon keponakan aku itu binatang kamu bilang kecebong" ucap Wisnu.


Andra menjawabnya hanya cengiran kuda dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Sudah...sudah jangan ribut, Ndra mending kamu bawa Tiara istirahat ke kamar, kasian Tiara uda lemas begitu" ucap mama Kia yang langsung di angguki kepala oleh Mama Nita.


" Iya Ndra benar, kamu bawa menantu mama ke kamar, biar Tiara istirahat. besok langsung bawa ke rumah sakit biar kita tahu kondisi calon cucu mama" sambung mama Nita.


Andra pun langsung menuntun Tiara untuk masuk ke dalam kamar, Namun saat baru beberapa langkah, Andra menghentikan langkahnya dan matanya tertuju ke atas meja dimana dirinya kelupaan sesuatu.


Namun Matanya langsung membulat saat matanya melihat jajanan yang susah payah dia cari siang tadi sudah tinggal bungkus plastiknya dan lidinya saja di atas meja.


" Bakso bakarku" ucap Andra dengan suara tertahan.


" Ck, buruna bawa adik aku ke kamar Ndra, kamu bukannya prihatin sama kondisi Tiara malah mentingin bakso bakar kamu" tegur Wisnu.


Andra hanya bisa mendesah melihat jajanan yang baru sedikit ia cicipi, dengan langkah gontai, Andra kembali menuntun Tiara naik ke lantai atas agar sang istri beristirahat.


" Kok tumben tu anak gak komentar panjang karena miliknya di ambil, biasa nya gak terima tu anak" ucap Ara dengan kekehan.


" Pengaruh calon baby kali" sahut Ratu.


" Cerita-cerita calon Baby, kalian kapan nih kasih kabar baik" ucap Azmi ke arah Haikal dan Ratu.

__ADS_1


Uhukk...uhuuk...uhuuuk


Haikal mendadak minuman yang baru saja di minumnya, Ratu malah menatap sang suami dengan tanda tanya.


" Doain aja yang terbaik, lagian belum mikir ke sana kali kak. masih belum tega lihat Adek kalau harus suami,kuliah dan juga anak, jadi kami mau senang senang berdua dulu lah kak" jawab Haikal sambil menggenggam tangan Ratu untuk menguatkan sang istri.


Karena sejujurnya Ratu sangat ingin memiliki anak langsung, tapi Haikal masih belum berani mengingat Ratu masih baru masuk kuliah di tambah masih terlalu muda untuk hamil, Haikal tidak berani menanggung resiko untuk istri yang begitu dia cintai, walau sang bunda sudah mengatakan kalau tidak semua wanita muda hamil beresiko tinggi.


" Kelamaan dong Kal, nanti anak kita uda pada gedek, anak kamu masih kecil, bakalan di gebuki anak kamu nanti sama anak kita-kita" ucap Ara dengan kekehan dan di balas kekehan sama yang lainnya.


" Keturunan keluarga kita gak ada yang begitu kak, semua nya saling menyayangi, ya kan mam Nita" ucap mama Kia yang di jawab anggukan kepala oleh mama Nita.


*****


sementara di tempat lain , seseorang sedang duduk di kafe sedang menceritakan hal serius.


" Pokoknya kalian harus bisa kasih mereka pelajaran, aku akan bayar ketika pekerjaan kalian beres" ucap orang tersebut.


" Aku gak butuh uang mu, yang jelas kalau aku berhasil dengan apa yang kau inginkan, anak gadismu akan menjadi istriku, kau ingat itu" ucap lawan bicara orang tersebut dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Glek.


Bersambung.


__ADS_2