
Mobil mewah beriringan masuk ke masjid besar yang ada di sekitar rumah Atmaja, Arti yang di tuntun oleh Ratu dan juga Ara untuk masuk ke dalam masjid. Dari kejauhan seseorang tersenyum melihat rombongan keluarga Atmaja melangkah masuk ke dalam masjid dengan senyuman yang mengembang.
" Ternayata itu orangnya, cantik" ucap orang yag saat ini sedang bersembunyi di balik pilar masjid.
Dari dalam masjid tanpa sengaja Yusuf melihat orang yang sedang menatap ke arah gerombolan sang istri dengan pandangan yang penuh curiga.
Dengan cepat Yusuf memberitahu pada penjaga yang menjaga di sekitar area pernikahan meraka, namun langkahnya terhenti saat Yusuf melihat orang yang di curigainya sedang mengeker calon istrinya dengan sebuah senapan.
Yusuf langsung menelan salivanya dengan susah payah, entah kenapa dia begitu susah untuk berteriak dan menyebut nama Arti saat itu.
Arti sendiri entah kenapa merasa begitu deg-degan dan perasaan yang tidak enak menyelimuti dirinya, bolak balik Arti menarik nafas untuk menghilangkan rasa yang tidak enak pada dirinya.
" Selamat bersedih di hari bahagiamu kawan" ucap orang tersebut dan menekan palatuk yang ada di tangannya.
Yusuf yang melihat itu langsung berlari keluar masjdi dengan sekuat tenaganya dan berhasil membuat pak penghulu dan keluarganya menatap Yusuf dengan tatapan heran. Di detik berikutnya semua yang ada di sana langsung terkejut mendengar suara tembakan yang begitu besar dan mengagetkan semua para tamu.
DOR
__ADS_1
Senyuman sang penembak langsung terukir saat tembakannya sudah meluncur, " Hahaha...istri baru sebentar lagi akan datang" ucapnya kemudian meniup ujung senapannya yang maih mengelarkan asap.
Di pintu masuk semua tamu berlari keluar melihat siapa yang melakukan tembak menembak di pekarangan rumah Allah, begitu juga dengan keluarga Yusuf dan juga dengan pak penghulu.
"Pa apa yang terjadi? kenapa tadi Yusuf berlari begitu cepat? dan siapa yang tertembak di luar Pa? perasaan mama gak enak pa, ayo kita lihat ke luar Pa?" ajak mama Yusuf yang entah kenapa air matanya sudah mengair diluan mendengar suara tembakan yang begitu kuat.
Sementara di luar, Arti mendadak diam saat tubuhnya berada di dalam pelukan caon suaminya. Tanganya meraba punggung Yusuf karena warna baju yang di kenakan calon suaminya itu sudah berganti dengan warna darah. Air mata langsung menetes seketika melihat tangan yang sudah berlumur darah, sedangkan Yusuf masih meletakkan kepalanya tepat di bahu Arti.
Arti dan Yusuf benar-benar masih terdiam di tempat, sedangkan yang lain mematung dan menutup mulut mereka melihat kejadian di depan mereka.
" YUSUFFFFFFF" teriak sang mama saat melihat anaknya berlumuran darah.
" Mas" panggil Arti dengan suara tercekat.
" Yusuf, apa yang terjadi dengan kamu nak" ucap sang mama.
" Sebaiknya kita membawa Yusuf ke rumah sakit, jangan diam saja" ucap Pandu.
__ADS_1
Semua yang ada di sana berlari ke arah mobil dan ada yang mengangkat tubuh Yusuf yang sudah tak sadarkan diri, Arti yang merasa genggaman tangannya terlepas langsung terdiam terduduk di lantai masjid. dan di detik berikutnya pandangannya kabur dan tak lama Arti juga sudah tak sadar kan diri.
" Arti" teriak Cahaya yang sudah tersadar dari schok yang baru saja di lihatnya di depan mata.
" Sayang kamu masuk mobil sekarang ya, biar Mas dan lainnya yang megurus Arti, sekarang ini kondisinya sedang tidak aman" tarik Raja saat Cahaya mau berlari ke arah Arti.
Sementara Arti sudah berada di gendongan Wisnu dan membawanya ke rumah sakit yang sama di mana Yusuf di bawa.
Do mobil keluarga Atmaja langsung menghubungi pihak yang berwajib agar segera menemukan siapa pelaku yang sudah menembak Yusuf.
Cahaya menangis di pelukan Raja, begitu juga dengan Ratu yang masih schok karena saat itu Ratu tepat berada di samping Arti dan begitu terkejut saat melihat Yusuf tertembak tepat di depan matanya.
Sedangkan Ara masih belum sadar karena langsung pingsan saat Yusuf tertembak, untung saja Baby Hulya saat itu berada di gendongan sang suami. Azmi memangku kepala Ara dan berusaha membuat Ara tersenyum,baby Hulya masih menangis kuat di dalam gendongan mama Nita dan berusaha mendiamkannya di dalam mobil.
Semua keluarga Atmaja masih tanda tanya siapa dalang di balik ini semua. Dan di rumah kumuh di ujung sungai, Seseorang dengan senyuman mengembang masuk ke dalam rumah dan menatap orang yang telah menyuruhnya untuk menyingkirkan targetnya sudah selesai.
" Gimana hasilnya?" tanyanya dengan antusian.
__ADS_1
" Berhasil" jawabnya dengan senyuman yang begitu lebar.
Bersambung.