Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 262


__ADS_3

Kia yang sedang menyusui Raja di kamar di kejut kan dengan suara ponsel nya yang berbunyi.


Kia melihat nama di layar ponsel nya siapa kan yang menelpon nya, dengan senyuman manis nya, Kia pun langsung mengangkat telpon nya sambil menyusui Raja yang sudah tertidur sambil tapi masih menyusu.


" Assalamualaikum Mas" ucap Kia setelah mengangkat telpon nya dari suami nya Pandu.


" walaikumsalam sayang, kamu lagi apa?" tanya Pandu yang sudah kangen pada istri dan anak nya maka nya dia saat ini sedang menelpon Kia.


" Lagi nyusui Raja Mas, ada apa Mas telpon Kia" tanya Kia.


" Apa harus ada perlu baru Mas boleh menelpon istri mas yang cantik ini?" tanya balik Pandu.


Kia langsung tersenyum mendengar ucapan suami nya, " Tidak mas, cuma apa Mas tidak sibuk di kantor saat ini" ucap Kia bertanya.


" Sesibuk apa pun Mas akan selalu hubungi istri mas yang cantik ini, karena dengar suara nya saja sudah bisa hilangin capek mas" sahut Pandu.


" Gombal kamu Mas" ucap Kia yang langsung membuat Pandu terkekeh.


Saat sedang asik berbicara pada Kia melalui telpon, Tiba tiba Firman masuk tanpa mengetuk pintu ke dalam ruangan Pandu.


" Ndu" panggil Firman saat masuk ke dalam ruangan Pandu.


Pandu langsung menatap Firman dengan tatapan tajam nya, Firman tidak takut sama sekali, karena dia membawa berita yang lumayan penting setelah bertemu Janah di bawah tadi.


Pandu pun langsung mengahkiri telpon nya setelah Firman masuk dan di susul Aldi setelah beberapa menit kemudian.


" Ada apa? sampai kau masuk ke sini tidak ada sopan santun nya" tanya Pandu yang sudah menyusul duduk di sofa gabung dengan Aldi dan Firman.


" Tadi nya aku ke sini karena ingin meminta bantuan mu untuk acara pernikahan ku minggu depan, tapi aku punya kabar lebih penting dari itu sekarang untuk kalian berdua." ucap Firman langsung to the point.


" kabar apa?" kali ini Aldi yang bertanya.


" Aku tadi bertemu Janah di bawah" ucap Firman.


Aldi terkejut mendengar ucapan Firman, sedang kan Pandu tidak ada reaksi apa apa.


" Kenapa dia bisa ke kantor ini, bukan nya dia masih di luar negeri mengurus perusahaan keluarga nya" tanya Aldi.

__ADS_1


Firman hanya bisa mengangkat bahu nya tanda tidak tahu.


Sedang kan Pandu melihat sahabat nya dengan tatapan tanda tanya.


" Janah siapa?" tanya Pandu ahkir nya bersuara.


Aldi dan Firman terkejut mendengar ucapan Pandu kalau dia tidak ingat dengan Janah, wanita yang terus saja mengekori nya saat kuliah di luar negri dulu.


" Kau lupa dengan Janah Ndu?" tanya Aldi.


" Siapa memang nya dia?" tanya Pandu lagi.


" wanita yang selalu saja ngintilin kamu saat kuliah dulu" ucap Firman memberi tahu dan di angguki kepala oleh Aldi.


Pandu mengingat ingat, dan ahkir nya dia ingat juga siapa Janah itu.


" Dia bukan hanya ngintilin aku, tapi dia juga ngintilin kalian tau" ucap Pandu yang langsung dapat senyuman malu dari Firman dan Aldi.


" Untuk apa dia berada di kantor ku, apa dia perlu sesuatu, aku tidak mau berurusan dengan wanita lalat seperti dia, aku tidak mau kalau gara gara dia akan ada masalah di rumah tangga ku nanti nya" ucap Pandu.


Tak lama setelah mengizin kan Janah masuk oleh sekretaris Pandu yang baru, Janah pun masuk ke dalam ruangan Meeting.


Pandu tidak mau kalau Janah masuk ke ruangan nya, karena Pandu gak mau ruangan nya akan di cemari oleh Janah.


" Hai pangeran pangeran tampan, apa kabar kalian semua, lama sekali kita tidak berjumpa ya" ucap Janah saat sudah masuk ke ruangan meeting.


Pandu, Aldi dan Firman hanya memandang Janah dengan tatapan datar saja, karena kalau di sambut dengan senyuman, Janah akan besar kepala.


" Ada perlu apa kau kesini jauh jauh? bukan nya kau sudah di sukses mengurus perusahaan keluarga mu?" tanya Aldi langsung.


" Hahaha...santai dong Al, aku ke sini ingin ngajak kalian reunian, kita sudah lama sekali tidak bertemu bukan?" ucap Janah.


" Ck...langsung saja" ucap Firman.


Pandu hanya diam saja belum berbicara sepata kata pun, karena Pandu merasa suara nya terlalu mahal untuk di keluar kan hanya untuk wanita seperti Janah.


" Baik lah baik lah" ucap Janah ahkir nya tapi tetap menatap Pandu yang duduk di depan nya.

__ADS_1


" Aku ingin mengajak perusahaan ku dan Pandu kerja sama, yaa mana tau dengan kerja sama kita ini, akan ada tumbuh benih benih cinta di antar kita, dan kita segera menikah, jadi perusahan kita semakin besar, bukan begitu Pandu" ucap Janah dengan senyuman di bibir nya.


Pandu hanya mengangkat alis mata nya sebelah mendengar ucapan Janah, sedang kan Aldi dan Firman hanya tersenyum miring saja.


" kau terlalu percaya diri nona, apa mata mu buta tidak melihat foto sebesar itu saat kau mau ke ruangan ini tadi" ucap Firman memberi tahu.


Janah pun membalik kan badan nya ke belakang dan melihat foto Pandu dan Kia saat Kia hamil.


Janah langsung melotot kan mata nya terkejut, dia menatap Pandu penuh tanya.


" Jadi kau sudah menikah Ndu, dan istri mu cantik sekali, begitu hangat melihat senyuman nya berada di pelukan mu" ucap Janah yang masih melihat foto di ruang meeting tempat mereka berkumpul.


" Iya aku sudah menikah, dan aku sudah punya anak" ucap Pandu dengan suara dingin nya.


Janah tersenyum, kemudian dia melirikke arah Aldi yang sedanh memain kan Hp Nya.


" Tapi masih ada Aldi, tidak ada rotan akar pun jadi" bukan begitu Aldi" ucap Janah pada Aldi.


Aldi hanya tersenyum kemudian menunjuk kan foto pernikahan nya dengan Widya dari galeri ponsel nya pada Janah.


" Maaf Janah, tapi aku sudah mempunyai istri yang begitu aku cintai" ucap Aldi yang lagi lagi kembali terkejut karena baru tau kalau Aldi juga sudah menikah.


Kali ini tatapan mata Janah beralih ke Firman, dengan cepat Firman menyerah kan kartu undangan yang kebetulan sudah selesai di pesan nya minggu lalu.


" Kalau kamu ada waktu, datang lah ke pernikahan ku minggu depan" ucap Firman langsung yang mengerti arti tatapan Janah pada nya.


Janah tertawa terbahak bahak karena para lelaki yang di incar nya sudah ada yang punya.


" Ternyata aku sudah tidak ada harapan lagi bisa bersama para lelaki tampan seperti kalian" ucap Janah yang masih tertawa sedih.


Bersambung.


Jangan lupa untuk Like,Komen yang positif dan buat Author semangat buat nulis ya, dan Vote yang banyak.


Kasih bunga dan kopi yang banyak ya readers tercinta.


Love You More.

__ADS_1


__ADS_2