Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 259


__ADS_3

" Tapi tetap saja tidak enak Ndu, kalau aku duluan yang mengadakan resepsi pernikahan, dan Firman minggu depan nya, pasti aku merasa capek lah untuk menghadiri acara pernikahan Firman dan Ricki" ucap Ricki.


" Capek apa?" tanya Aldi.


" Capek untuk membuat Ricki junior lah, jadi apa lagi" sahut Ricki dengan wajah yang merasa tanpa bersalah.


Pandu dan Aldi tidak berkata apa apa mendengar ucapan Ricki, mereka langsung keluar dari ruangan kerja Pandu meninggal kan Ricki begitu saja.


" Lah..lah kalian mau pada kemana? kok aku di tinggalin" teriak Ricki yang melihat Pandu dan Aldi sudah keluar dari ruangan.


" Memang sahabat gak ada ahlak kalian, sudah tau sahabat nya lagi terkenak musibah karena mau nikah aja harus di kompromi dulu" ucap Ricki bicara sendiri.


" Tapi seperti nya bulan depan emang lagi musim kawin ini, bukti nya banyak banget yang nikahan" sambung Ricki lagi, setelah itu dia pun keluar dari ruang kerja Pandu dan bergabung dengan yang lain nya.


Di kamar Pandu dan Kia sedang melihat putra kecil nya tidur di dalam box bayi dengan nyenyak nya.


Kadang wajah Raja tersenyum saat tidur, dan kadang seperti ingin menangis, Pandu dan Kia yang melihat itu bisa tersenyum melihat kelucuan putra mereka.


" Terima kasih ya sayang, kamu sudah memberi kan arti kehidupan untuk Mas, dari hidup Mas yang tidak tau akan warna warni indah nya dunia, semenjak bertemu dengan mu dan memutus kan untuk menikahi mu, Mas seperti mendapat kan dunia yang baru" ucap Pandu memeluk Kia dari samping dan mengecup ubun ubun Kia yang tidak tertutupi hijab.


" Kia yang berterima kasih sama Mas dan keluarga Mas karena sudah mau menerima Kia sebagai keluarga baru di sini, padahal Kia bukan siapa siapa Mas, Kia hanya gadis biasa saat itu yang terlahir dari keluarga biasa, tapi Mas dan keluarga mau menerima Kia dan begitu sayang dengan Kia" sahut Kia menatap wajah suami nya.


Pandu tersenyum melihat wajah istri nya yang sedikit gemukan karena baru melahir kan.


Pandu pun manarik tangan Kia agar duduk di pinggir kasur.


" Sayang jodoh itu di lihat bukan dari harta dan tahta saja, pertama kali mas lihat kamu, mas sudah sedikit tertarik dengan mu sayang, dengan kepolosan mu, dan tidak memandang Mas seperti wanita lain memandang Mas, tapi karna mas gengsi, jadi mas bersikap biasa saja saat itu" ucap Pandu.

__ADS_1


"Kamu tahu sayang, saat mama mempertemu kan kita di restoran saat makan siang, sebenenar nya mas itu begitu senang, apa lagi mama ninggalin kita berdua saat itu, walau pun kita sama sama canggung, tapi setidak nya mas bisa melihat wajah kamu" sambung Pandu.


" Mas bersyukur mama dan kak Nita memperkenal kan kita sayang, walau pun sebenar nya itu hanya alasan mereka" ucap Pandu.


" Alasan?" beo Kia.


" Iya sayang" ucap Pandu.


" Jadi gini cerita nya sayang, saat pertama kali kak Nita dan Ara bertemu sama kamu saat belanja, Kak Nita mencerita kan maksud nya pada mama dan papa, nah karena mereka semua setuju, mereka mengatur pertemuan dengan kamu sayang, dan ternyata mama dan papa juga suka sama kamu saat pertama kali bertemu, maka dari itu kamu di undang ke acara ulang tahun pernikahan mama dan papa saat itu, agar kita bisa bertemu, tapi mereka sengaja pura pura mempertemu kan kita dengan tidak kebetulan, padahal itu semua rencana mereka sayang" ucap Pandu mencerita kan semua nya pada Kia.


" Jadi mama, papa, kak Nita dan kak Bima yang merencana kan semua nya sayang" tanya Kia lebih memasti kan.


" Lebih tepat nya mama dan kak Nita sayang" ucap Pandu.


" Mas tahu dari mana?" tanya Kia lagi.


" Kak Bima yang mencerita kan semua nya sayang, saat itu kita baru menikah kira kira dua mingguan lah, dan saat itu kita masih belum menjadi suami istri sesungguh nya, malahan tidur nya masih pisah kamar" ucap Pandu memberi tahu dengan sedikit kekehan.


Kia pun mengingat pernikahan nya di langsung kan saat ayah nya di rumah sakit, dan saat mereka sudah sah menikah, satu menit kemudian ayah Kia meninggal.


Tanpa terasa Kia menetes kan air mata mengingat itu semua.


" Sayang kenapa menangis?" tanya Pandu saat melihat istri nya diam dan mengeluar kan air mata.


" Kia ingat saat saat kita menikah Mas, karena di situ hari pernikahan kita dan hari berduka buat Kia" ucap Kia memberi tahu.


" Tapi Kia bersyukur karena mendapat kan suami seperti Mas, Kia bakalan terima kasih sama mama dan kak Nita yang sudah berusaha untuk menyatukan kita Mas" sambung Kia.

__ADS_1


" Mas juga akan berterima kasih pada mama dan kak Nita sayang, dan seperti nya mereka cocok kalau di buat jasa biro jodoh, jadi orang orang yang susah nemu jodoh nya bisa memakai jasa mereka" ucap Pandu sengaja membuat lelucon.


" Hahaha...Ada ada aja kamu mas" sahut Kia sambil kembali masuk ke dalam pelukan Pandu.


Pandu pun memeluk Kia dengan erat dan mencium pucuk kepala Kia.


Di kediaman Aldi dan Widya, mereka lagi santai di kamar, Widya yang sedang membaca novel nya, sementara Aldi yang sedang melihat televisi dan sesekali melihat istri nya yang baca novel sambil sesekali ngemil cookies dengan toples di pangku di atas paha nya.


" Sayang seperti kamu lebih senang meluk toples itu dari pada meluk Mas sekarang" ucap Aldi yang melihat Widya begitu erat memeluk toples dengan tangan kanan nya.


" Apaan sih mas, Widy kan sedang ngemil sambil baca novel" sahut Widya.


" Ya habis kamu lebih fokus sama toples kamu itu sekarang, kemana mana selalu toples yang kamu bawa" ucap Aldi yang langsung membuat Widya menutup novel nya dan menatap wajah Aldi.


" Masa iya sih Mas, perasaan Widy baru ini bawa tolpes itu ke kamar" sahut Widya mengingat ingat diri nya benar apa tidak seperti yang di kata kan suami nya.


Aldi menarik nafas sesaat kemudian mengeluar kan nya dengan sedikit kasar.


" Kamu gak sadar sayang, tuh lihat toples kosong di atas meja itu,satu hari kamu sudah menghabis kan 3 toples cookies, dan sekarang yang kamu pangku itu toples yang ke empat sayang, kemana mana kamu bawa toples itu, hanya ke kamar mandi toples itu gak kamu bawa" ucap Aldi memberi tahu.


Widya hanya bengong melihat 3 toples kosong di meja yang ada di kamar nya.


Bersambung


Jangan lupa untuk Like,Komen yang positif dan Vote yang banyak yaa plissssss.


Kasih bunga dan kopi juga yang banyak ya readers tercinta.

__ADS_1


Terima kasih


Love You More 😊😊


__ADS_2