
" Qiara" panggil Azmi dengan lembut.
" Iyaa" sahut Ara tanpa berani menatap Azmi.
Azmi masih diam belum melanjut kan kata kata nya, Ara yang tidak mendengar Azmi berbicara ahkir nya menatap Azmi yang sedang menatap nya juga.
Perlahan lahan Azmi mendekat kan wajah nya ke wajah Ara, Ara yang melihat Azmi mendekati nya jantung nya mendadak ingin meloncat, ia menutup mata nya karena tatapan mata Azmi begitu dalam.
Ara merasa kan nafas Azmi berada dihadapan nya, Azmi sendiri tersenyum melihat Ara menutup mata nya.dengan perlahan Azmi mendekat kan wajah nya semakin mendekati wajah Ara.
" Sudah sore ayo kita pulang" ucap Azmi menahan tawa nya.
Ara yang mendengar ucapan Azmi mendadak langsung membuka mata nya, dia menatap Azmi yang sudah menertawai nya.
" Kamu berharap aku cium ya?" ucap Azmi yang langsung membuat Ara melotot kan mata nya.
Ara yang geram pun langsung berdiri dari duduk nya dan langsung mengejar Azmi, Arzmi yang yang tau Ara ingin mengejar nya pun langsung berlari agar Ara tidak berhasil ditangkap Ara.
Jadi lah mereka kejar kejaran, Ara berlari semakin kencang agar bisa menangkap Azmi. dan dengan kaahlian Ara yang kuat dalam berlari, Ara berhasil menarik kemaja Azmi, Azmi yang tekjut bisa di tarik Ara, ahkir nya Azmi menjatuh kan tubuh nya dan menarik Ara, sehingga mereka terjatuh tepat di tepi pantai.
Pantai yang sat sepi, karena bukan hari libur, sehingga hanya mereka berdua yang ada di sana saat itu.
Posisi Ara tepat berada du bawah Azmi, nafas mereka ngos ngosan karena habis berlari, Azmi menatap wajah Ara yang sedikit pucat karena habis berlari, di tatap nya setiap inci wajah Ara.
Azmi yang lelaki normal langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Ara.
" Kamu mau nga.." ucapan Ara terpotong karena Azmi sudah menempel kan bibir nya di bibir Ara.
Kedua nya sama sama terdiam sesaat, Azmi menatap Ara yang juga menatap nya balik, karena tidak ada penolaka dari Ara, Azmi dengan perlahan ******* bibir Ara dengan lembut, tidak ada perlawanan dari Ara karena Ara juga baru pertama kali melakukan ciuman, begitu juga dengan Azmi, namun karena naluri lelaki nya, Azmi mencium Ara begitu lembut sehingga membuat Ara menikmati ciuman yang di beri kan Azmi.
mereka berciuman di saksikan deburan ombak dan angin pantai yang begitu indah, dan saat itu matahari juga akan terbenam sehingga menambah kesan romantis untuk mereka berdua.
Azmi yang melihat Ara sudah hampir kehabisan nafas langsung melepas kan ciuaman nya, di tempel kan kening nya ke kening Ara, hidung mancung mereka saling bersentuhan.
__ADS_1
Nafas kedua nya masih berirama merebut kan oksigen kembali, setelah dirasa cukup Azmi bangkit dari atas tubuh Ara dan menarik Ara ke dalam pelukan nya.
" Aku tahu ini adalah ciuman pertama mu Ra, begitu pun dengan aku" ucap Azmi menatapwajah Ara yang masih memerah.
" Dan aku pasti kan kalau ini hanya milik ku" sambung Azmi memegang bibir Ara yang berwarna kemerahan.
Ara terdiam menatap wajah Azmi dari dekat, Azmi kembali memeluk Ara dan meletak kan kepala Ara di dada nya.
" Kamu mendengar detak jantung ku kan Ra, detak jantung ini selalu seperti ini saat aku mengingat diri mu, membayang kan wajah mu, melihat mu dari kejauhan, dan saat kamu berada di hadapan ku" ucap Azmi yang langsung membuat Ara mengangkat kepala nya.
" Kenapa begitu?" tanya Ara.
" Karena aku mencintai mu" ucap Azmi langsung membuat Ara begitu terkejut.
" Secepat itu" tanya Ara langsung dan menjauh kan tubuh nya dari tubuh Azmi.
" Apa cinta harus lama dulu di rasa kan, sementara jantung ku selalu berdetak cepat saat aku pertama kali bertemu dengan mu" ucap Azmi yang langsung membuat Ara menunduk kan kepala nya.
Ara menatap sekeliling sudah hampir gelap, ia pun langsung berdiri dan membersih kan pakaian nya dari pasir pantai.
" Aku mau pulang, sudah hampir malam, aku takut orang rumah khawatir karena aku belum pulang" ucap Ara langsung berjalan meninggal kan Azmi dengan jantung yang berdetak lebih cepat.
Azmi pun berdiri dan nampak kecewa dari wajah nya karena Ara belum menjawab pertanyaan nya tadi, azmi menatap punggung Ara yang berjalan sesekali berlari meninggal kan diri nya.
Benar saja, di kediaman Atmaja, Semua nya sudah khawatir karena Ara belum pulang dan ponsel nya tidak bisa di hubungi.
Bima dan Pandu yang di kabari orang rumah langsung pulang saat itu juga, kini mereka baru tiba di rumah dengan wajah cemas.
" Pa..Ara gak ada di rumah sakit? kata teman nya dia pergi siang tadi tapi gak ada yang tau sama siapa pergi nya" ucap Anita sudah begitu khawatir.
" Tenang lah kak, orang orang kita sedang mencari keberdaan Ara, Kia yakin Ara tidak apa apa?" ucap Kia menenag kan kakak ipar nya.
Bima dan Pandu sibuk menelpon orang suruahan nya, yang mereka tahu saat ini kalau mobil Ara masih berada di parkiran rumah sakit, dan sial nya sahabat nya Ara tidak ada yang tahu Ara pergi kemana.
__ADS_1
Mereka cuma bilang kalau terahkir bersama Ara saat mereka makan siang, setelah itu Ara di tarik oleh pemilik rumah sakit tidak tahu lagi Ara dimana.
Mereka masih belum tahu kalau Azmi adalah pemilik rumah sakit itu, karena Azmi tidak pernah menujuk kanwajah nya ke publik, namun mereka tahu kalau rumah sakit tempat mereka bekerja adalah anak dari rekan kerja Pandu.
Andra dan Haikal yang kebetulan baru pulang terkejut karena ramai ramai di rumah Atmaja.
" Ndra ada apa? kenapa semua nya seperti sedang kalut begitu wajah nya" tanya Haikal saat sudah berada di dalam.
" Aku juga tidak tahu, lebih baik kita tanya sama Ratu saja" ajak Andra saat melihat Ratu yang lagi duduk di samping oma Dewi.
" Dek ada apa? tanya Andra.
" Semua nya lagi menghawatir kan kak Ara kak, sampai saat ini kak Ara belum pulang, tapi kak Ara gak ada di rumah sakit, dan mobil nya juga masih di rumah sakit" ucap Ratu memberi tahu.
Haikal dan Andra yang mendengar ucapan Ratu langsung menghubungi Raja yang saat ini masih berada di toko kue Cahaya.
Raja yang mendapat kabar dari Andra begitu terkejut, Aya yang berda di samping nya langsung melihat reaksi Raja.
" Ada apa Ja?" tanya Cahaya.
" Kakak ku sampai sekarang belum Ya, aku harus pulang dan mencari kakak ku" ucap Raja yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Aya.
" Hati hati Ja, jangan ngebut ngebut" ucapan Cahaya membuat Raja kembali menoleh pada Aya.
" Iya" sahut Raja dan langsung memegang pipi Aya sebelah setelah itu keluar dari ruangan Aya.
bersambung.
__ADS_1