Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 62


__ADS_3

" Ada yang mau tante sampai kan sama kamu nak, ini tentang kamu dan Raja" ucap Kia dengan suara lembut nya.


Deg


Ya Allah apa lagi ini, apa iya mama nya Raja mau menyuruh ku untuk menjauahi anak nya, malang sekali nasib mu Aya, sudah di tinggal nikah, sekarang malah di suruh jauhi anak nya, batin Cahaya yang sudah hampir mengeluar kan air mata nya, namun dengan sekuat tenaga Cahaya menahan nya agar Kia tidak mengetahui kesedihan diri nya.


" Cahaya..tante mau bertanya tentang hubungan dengan anak tante sebenar nya bagaimana?" ucapKia dengan suara yang lembut.


Cahaya tidak langsung menjawab, ia memandang mama Kia sejenak setelah itu menatap kosong ke arah depan nya.


" Cahaya dan Raja hanya teman tan, tidak ada hubungan spesial" ucap Cahaya dengan suara bergetar dan langsung menunduk kan kepala nya karena Cahaya tidak mau kalau Kia mengetahui nya menutupi kesedihan nya.


Sementara Kia sendiri yang mendengar ucapan Cahaya hanya bisa menghela nafa nya, sebenar nya Kia tahu kalau Cahaya juga mempunyai persaan lebih pada putra nya.


" Aya....tante hanya cuma mau menyampai kan kalau Raja mau bertunangan.." belum selesai mama Kia berbicara, Cahaya sudah memotong ucapan Kia.


Buka Cahaya bermaksud tidak sopan, tapi Cahaya tidak sanggup mendengar ucapan mama Kia selanjut nya.


" Aya sudah tahu tan, Aya mendengar nya sendiri saat di kantin kampus kemarin, sampai kan selamat buat Raja dan calon tunangan Raja ya Tan" ucap Cahaya yang membuat Kia menaut kan alis mata nya.


Seperti nya Cahaya sudah salah paham pada Raja, ya ampun..gumam Kia.


" Emang kamu tahu nak siapa calon tunangan Raja?" tanya Kia.

__ADS_1


Cahaya hanya menggeleng kan kepala nya saja tanpa berani menatap wajah Kia yang terus menatap Cahaya, Melihat gelengan kepala Cahaya, Kia tersenyum sembari mengelus kepala Cahaya dengan lembut.


" Cahaya tahu, Raja begitu mencintai calon tunangan nya ini, tante di beri tahu oleh Ratu adik perempuan nya Raja, kamu kenal sama Ratu kan nak, yang pernah pesan cake di toko kue kamu saat ulang tahun pernikahan tante dan suami tante beberapa minggu yang lalu" ucap Kia bercerita sedikit.


Cahaya hanya mampu mengangguk kan kepala nya dengan senyuman palsu yang di terbit kan dari bibir nya, Cahaya juga menahan sesak yang bersemayam di dada nya karena mendengar mama Kia malah mencerita kan wanita yang akan menjadi calon tunangan Raja, pria yang saat ini sudah bersemayam nama nya di hati Cahaya, tanpa dia sadari.


" Ratu bilang, karena wanita ini, Raja tidak mau berdekatan dengan wanita mana pun, sampai sampai Ratu dan kakak sepupu Raja mengatakan Raja adalah manusia mumi dan kulkas dua pintu karena dingin dan kaku nya putra tante itu" lanjut Kia lagi sedikit terkekeh.


Cahaya pun ikut tertawa kecil mendengar ucapan mama Kia, karena apa yang di cerita kan mama Kia semua benar, Raja adalah manusia yang kakau dan super dingin, untuk tersenyum saja Raja begitu susah, tapi entah kenapa itu pula lah yang membuat Cahaya jadi jatuh hati pada Raja.


" Raja itu mewarisi sifat dari Om Pandu suami tante, bahkan wajah mereka saja seperti pinang di belah dua, begitu mirip, padahal tante yang mengandung dan melahir kan, tapi sedikit pun wajah tante tidak ada yang singgah pada Raja" ucap Kia dan di sambut senyuman oleh Kia.


" Dan saat tante tahu kalau Raja sedang mencintai seorang wanita, tante takut putra tante akan melewati batasan dengan lawan jenis nya, maka nya tante langsung menyuruh Raja buat menikah, tapi keluarga tante belum menyetujui nya karena Raja dan calon tunangan nya masih terlalu muda" sambung Kia yang terus memperhati kan wajah Chaya yang terlihat begitu sedih, namun di paksa tersenyum.


Deg


Deg


Deg


Cahaya terbengong mendengar kata KAMU yang keluar dari mulut mama Kia, Cahaya menatap mama Kia yang sedang tersenyum manis ke arah Cahaya dan memegang lembut tangan calon menantu nya kelak.


" Cahaya" panggil Kia dengan lembut.

__ADS_1


Cahaya langsung tersadar dan menarik nafas dalam dalam, tubuh nya entah kenapa menjadi bergetar dengan jantung yang sudah berdetak begitu cepat.


" Kamu kan nak menerima lamaran putra tante, di sini tante sebagai orang tua dari Raja mewakai Raja untuk menghitbah kamu sayang untuk menjadi calon tunangan putra tante" ucap Kia lagi yang langsung membuat air bening keluar dari mata Cahaya begitu saja membasahi pipi mulus nya.


Jadi mama Raja kesini mau melamar ku sebagai kan calon istri anak nya, ya Allah..jadi aku salah sangka selama ini, ternyata keluarga Raja mau menikah kan Raja dengan ku, dan Raja juga mencintai ku, mimpi aku bisa di cintai oleh Raja, putra dari orang terpandang nomor satu di Asia, apa aku pantas ya Allah menerima khitbahan dari mama Raja, batin Cahaya menatap ke arah depan dengan tatapan kosong nya.


" Cahaya...kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak mau menerima lamaran dari anak tante? atau kamu tidak mencintai Raja dan kamu sudah mempunyai kekasih sebelum nya?" tanya Kia dengan wajah yang sudah berubah sendu.


Entah kenapa Cahaya begitu susah untuk mengeluar kan suara nya agar mama Kia tahu kalau diri nya juga mencintai Raja.


Kia yang tidak mendapat jawaban dari Cahaya merasa sesak di dada nya, KIa melepas kan genggaman tangan nya dan menatap Cahaya.


Ternyata aku salah, aku kira Cahaya juga mencintai Raja, maaf kan mama nak, tidak bisa membawa Cahaya menjadi calon tunangan mu, batin Kia dengan rasa penyeselan yang begitu dalam.


" Maaf kan tante ya Nak, yang sudah membuat kamu tertekan karena lamaran tante untuk Raja, kamu gak terlalu memikir kan, dan lupakan saja apa yang tadi tante bilang sama kamu nak, tante paham, cinta tidak bisa di paksa kan" ucap Kia dan membuat Cahaya terkejut dan langsung menatap Kia yang sudah bersiap untuk pergi meninggal kan Cahaya.


" Kalau begitu kamu jaga kesehatan ya nak, jangan putus hubungan dengan Raja atau pun keluarga Tante, tante tetap akan menganggap kamu sahabat Raja walau pun nanti nya kamu sudah menikah dengan pasangan kamu" ucap Kia berusaha tersenyum walau pun di hati nya sudah begitu sedih karena lamaran anak nya di tolak Cahaya.


 


Bersambung.


 

__ADS_1


 


__ADS_2