Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 108


__ADS_3

Tiara tergesa gesa berlari masuk ke perusahaan tempat dia akan melakukan metiing, sekretaris Tiara sudah menunggu di depan ruangan tempat meting dengan gelisah, karena sebentar lagi meting akan segera di mulai.


" Aduh Buk Tiara kemana sih? sebenatar lagi meting akan di mulai, kalau telat bisa bisa kehilangan tander ini" ucap Nanda sekretaris Tiara.


Sementara Tiara yang berada di dalam lift menuju ke lantai atas juga begitu resah karena takut meting sudah di mulai.


Raja dan Haikal sudah berjalan keruang meting, Nanda yang melihat dari kejauhan sudah tidak bisa bernafas dengan bebas, dia begitu gelisah.


Ting


Bunyi Lift pertanda Tiara sudah sampai di lantai atas sudah sampai, dengan cepat Tiara langsung berlari keluar dari dalam lift begitu pintu lift terbuka, namun karena Tiara tidak melihat jalan dengan benar, tanpa di duga duga Tara menabrak seseorang.


Bruuuk


Tiara hampir saja akan terjatuh ke lantai kalau saja orang yang Tiara tabrak tidak cepat cepat menangkapnya. Sedangkan Raja dan Haikal sama sama melihat kearah belakang mendengar suara Tiara yang berteriak karena hampir jatuh.


" Sebaiknya kita diluan saja kal, biar kan mereka saja yang penting metiing kita tidak terlambat, aku gak mau sampai mereka sampai menunggu di ruangan metiing" ucap Raja yang langsung di angguki kepala oleh Haikal.


Sementara Nanda sudah tidak bisa bernafas lagi melihat bosnya berpelukan dengan salah satu pemilik perusahan besar tempat mereka meting dan Nanda melihat Raja dan Haikal sudah memasuki ruangan meting.


Tanpa menunggu Tiara, Nanda langsung masuk ke dalam ruangan meting agar Raja dan Haikal tidak memandangnya sebelah mata karena tidak disiplin dengan waktu, urusan bosnya bisa di bicarakan nenti, fikir Nanda.

__ADS_1


Semenatara Tiara yang masih berada di pelukan seseorang masih terbengong menatap wajah tampan yang ada di hadapannya.


" Sampai kapan kamu mau di peluk terus begini?" tanya Andra menatap Tiara dengan tatapan dinginnya.


Tiara langsung terkejut dan melepaskan tangannya dari lengan Andra, " Maaf" ucap Tiara dengan gugup dan menundukkan kepalanya.


Andra yang melihat Tiara malu -malu tersenyum tipis tanpa ada yang melihat, Andra juga melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Begitu terkejutnya Andra melihat jam yang sudah menunjukkan angka 8.


"Gawat, meting udah mau di mulai" ucap Andra dan membuat Tiara juga terkejut mendengarnya.


Dengan sama sama melangkah karena terburu buru, tanpa Tiara dan Andra sadari lagi lagi mereka tabrakan, karena Tiara takut terjatuh ke lantai, sehingga Tiara menarik tangan Andra, sedangkan Andra yang tidak ada persiapan buat menolong Tiara dan akibat tarikan Tiara, Andra malah terpeleset dan jatuh menimpa tubuh Tiara di lantai.


Bruuuuuk


Andra menatap wajah cantik Tiara, bibir Tiara yang begitu menggoda di mata Andra.


Masya Allah bibirnya, Ya Allah kuatkan lah iman hamba, batin Andra yang masih fokus menatap bibir Tiara dengan susah payah menelan air liurnya.


Haikal yang kembali keluar dari ruang meting karena ada yang tertinggal di meja kerjanya terkejut melihat Andra dan Tiara dalam posisi tidak pantas untuk di lihat.


" Ehemmm" deham Haikal yang langsung membuat Andra dan Tiara sama sama meoleh ke arah Haikal.

__ADS_1


Mata Andra dan Haikal sama sama terkejut dan Andra langsung bangkit dan dengan cepat membantu Tiara untuk berdiri.


" Kal ini" ucapan Andra di potong oleh Haikal.


" Sebaiknya segera lah masuk kedalam, meting sudah mau di mulai" ucap Haikal dengan wajah dinginnya dan langsung meninggalkan Andra dan Tiara begitu saja.


Andra langsung menarik nafas dengan kasar, sedangkan Tiara takut Haikal berfikir yang aneh aneh tentang dirinya.


" Ayo masuk, dan sebaiknya kamu diluan yang jalan, biar kita tidak tabrakan lagi" ucap Andra dan langsung di angguki kepala oleh Tiara.


Tiara langsung melangkah dan masuk ke dalam ruang metiing, dan di susul Andra di belakangnya.


Semua mata langsung tertuju ke arah Tiara begitu pintu terbuka, Raja menatap Tiara dan Andra sejenak setelah itu matanya kembali menatap kerah laptop.


" Lain kali gunakan waktu sebaik baiknya, kali ini saya toleransi, tapi kedepannya tidak, karena saya tidak suka saat meting sudah di mulai masih ada yang terlambat" ucap Raja tanpa melihat ke arah Tiara dan Andra.


Tiara dan Andra tidak menjawab, mereka sama sama diam karena mereka mengakyi kalau dirinya salah.


Semua yang ada di ruang metiing langsung menatap ke arah Tiara dengan tatapan tidak suka, apa lagi para wanita yang ada di sana, sedangkan Andra masa bodoh dan langsung duduk di kursi kosong di sebelah kursi Haikal yang juga masih kosong.


Dan metiing pun langsung di mulai setelah Haikal kembali masuk membawa file yang akan di buat untuk meting.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2