
Sementara di Labuhan Bajo, Raja dan Cahaya sedang asik berkeliling sambil tertawa, saat Cahaya jalan dan berlari lari kecil, tiba tiba Cahaya tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang membuat Cahaya terjatuh dan membuat Raja terkejut.
" Awwwww" ucap Cahaya saat pantat nya langsung terduduk di jalanan.
" Sayang" teriak Raja dan langsung berlari menghampiri Cahaya.
Dengan cepat Raja membantu Cahaya untuk berdiri, saat Cahaya sudah berdiri dengan sempurna, Seseorang yang tadi tidak sengaja tabrakan dengan Cahaya begitu terkejut melihat orang yang kini ada di hadapannya.
" Raja" ucap seseorang itu dan membuat Raja dan Cahaya melihat ke arah suara.
" Raja kamu benar Raja kan, ya ampun kau tambah keren sekarang" ucap orang tersebut.
Raja dan Cahaya hanya diam saja saling pandang, karena tidak mendapat sahutan, orang tersebut pun kembali mengingat kan.
" Aku Yusuf Ja, teman seangkatan kamu waktu di SMA" ucap Yusuf teman Raja.
Raja diam sambil berfikir, kemudian dia tersenyum dan menatap Yusuf yang juga tersenyum melihatnya, " Kamu Yusuf, ya ampun maaf aku tidakmengenali mu, kau berubah sekarang, makin keren" ucap Raja memeluk taman lamanya.
" Sedang apa kau di sini?" tanya Yusuf.
" Ahk iya, aku ke sini bulan madu, kenalin ini istriku, namanya Cahaya" ucap Raja memberitahu sambil mengenalkan Cahaya pada Yusuf.
Yusuf tersenyum kemudian mengulur kan tangannya, namun Cahaya hanya membalasnya dengan mengatup kan tangannya di dada , tak lupa dengan senyuman manis nya.
" Ahk maaf" ucap Yusuf sedikit kikuk.
" Kau sudah menikah rupanya Ja, aku ketinggalan dong, oia maaf ya nona Cahaya, tadi aku menabrak mu, soalnya tadi aku sedang tidak fokus melihat jalan karena sambil menerima telpon" ucap Yusuf meminta maaf.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, aku juga tadi tidak begitu memperhatikan jalan" sahut Cahaya.
" Oia kau sedang apa di sini Suf" tanya Raja.
" Aku di sini liburan Ja, setelah lulus kuliah S2, aku di suruh melanjut kan perusahaan bokap, tapi aku singgah ke sini dulu, sebelum berkutut dengan pekerjaan nantinya" ucap Yusuf memberi tahu.
Raja hanya mengangguk kan kepalanya mengerti, " Setelah kau kembali ke Jakarta, aku tunggu kerja sama perusahaan kita nantinya" ucap Raja dan langsung di angguki kepala oleh Yusuf dengan mantap.
" Pasti, bokap pasti bangga sama aku kalau bisa bekerja sama dengan perusahaan nomor satu di Asia" balas Yusuf dengan senyuman semeringah.
" Kalau begitu aku tungu di Jakarta" ucap Raja kembali sambil menepuk bahu Yusuf.
Setelah berbicara dengan Yusuf, Raja dan Cahaya kembali melanjut kan jalan jalan keliling kota Labuhan Bajo, sementara Yusuf juga langsung kembali ke hotel karena hari ini juga dia akan kembali ke Jakarta karena harus membantu papanya di perusahaan.
*****
" Kakak, bisa kah kakak sudahi pekerjaan itu, adek sudah bosan di sini" ucap Ratu sambil mengercut kan bibirnya.
" Kalau adek bosan, adek bisa istirahat saja di kamar kak Raja, sambil baca buku di sana" ucap Haikal tanpa melihat Ratu.
Ratu semakin kesal di buat Haikal, dengan jalan sambil menghentak kan kakinya, Ratu langsung menutup laptop yang ada di hadapan Haikal dan memasang wajah cemberutnya.
Haikal yang sedang melakukan pekerjaan pun merasa terkejut dan langsung menatap Ratu dengan tajam.
" Adek apa-apaan sih, ini itu harus di selesai kan sekarang, kalau adek bosan kenapa tadi memaksa ingin ikut sama kakak" ucap Haikal dengan sedikit emosi.
" Kakak marahi adek, kakak gak suka adek buat seperti tadi" sahut Ratu dengan mata yang sudah berkaca kaca.
__ADS_1
Haikal pun langsung tersadar dan langsung memijit pelipis nya melihat tingkah Ratu, " Bukan begitu dek, tapi saat ini kakak benar-benar sibuk, ini semua harus di selesai kan dengan cepat, seharus nya adek mengerti sedikit" ucap Haikal.
" Adek gak mau tahu, adek cuma bosan di sini dari pagi, sekarang itu sudah siang, bahkan kita makan siang pun di sini" ucap Ratu yang sudah berlinag air mata.
" Tadi adek izin buat ketemu sama teman-teman kakak gak boleh, sekarang kakak malah marah-marah gini, Adek pergi saja kalau gitu" sambung Ratu langsung berjalan keluar ruangan Haikal.
Saat akan membuka pintu, bertepatan Andra dan Tiara akan masuk ke dalam.
" Kenapa kamu?" tanya Andra yang melihat Ratu menangis.
" Tanya kan saja sama es balok itu" sahut Ratu sambil menujuk ke arah Haikal yang masih dudukdi kursi kerja.
Andra dan Tiara sama-sama melihat ke arah Haikal yang diam saja melihat ketiganya berada di depan pintu.
Andra mendesah dan menatap Tiara, Tiara yang di tatap langsung mengerut kan keningnya karena merasa bingung.
" Kenapa kamu malah menatapku seperti itu" tanya Tiara.
" Apa kamu kalau merajuk seperti adek juga?" tanya Andra dengan sedikit berbisik.
" Maksudnya?" tanya Tiara tidak mengerti.
' Kalau nanti kita mempunyai hubungan, dan berantem apa kamu akan suka ngambek sama seperti Ratu" tanya Andra yang malah membuat Tiara mematung mendengar pertanyaan Andra.
Sedang kan Andra malah tersenyum melihat wajah Tiara yang shock mendengar pertanyaannya.
Bersambung.
__ADS_1