
Malam ini adalah acara lamaran untuk Andra yang sudah di persiapkan oleh mama Anita, Seluruh keluarga Atmaja sudah berada di hotel tempat di adakannya acara lamaran Andra.
Seorang wanita yang sudah di make up oleh MUA kepercayaan keluarga Atmaja nampak begitu cantik dengan make up yang tentunya natural namun tetap terlihat aura kecantikannya, dengan balutan gaun berwarna peach yang melekat di tubuhnya, begitu cocok dengan kontrak warna kulitnya yang putih.
" Kamu cantik sekali, aku yakin dia akan terpana melihat kecantikan kamu" ucap seseorang yang saat menemani wanita yang akan menjadi calon tunangan Andra.
" Semoga saja" jawabnya dengan senyuman di bibirnya.
Sementara di kamar lain, Andra mondar mandir tak jelas memikirkan lamarannya yang tinggal hitungan menit saja.
" Ya Allah, bantulah hamba mu ini, apa yang harus aku lakukan ya Allah, gak mungkin aku kabur dari acara ini,aku juga gak mau buat seluruh keluarga ku malu, tapi aku gak mau bertunangan dengan gadis pilihan mama, bahkan aku saja tidak kenal dengannya, jangan kan kenal, namanya saja mama tidak memberitahukan aku" monog Andra dengan wajah gelisah sambil mondar mandir.
Saat sedang sibuk dengan gelisahannya, tiba tiba kamar Andra di buka dan masuklah papa Bima ke dalam kamar, Ia tersenyum melihat wajah gelisah putra kebanggannya.
" Tidak usah gelisah begitu Ndra, mama tidak akan memberikan yang buruk untuk anaknya, percaya lah dengan pilihan mama, papa saja percaya dengan pilihan mama untuk menjadi calon menantu papa" ucap papa Bima yang langsung membuat Andra membalikkan tubuhnya ke arah papanya.
" Pa" panggil Andra masih tetap bediri di tempat.
Papa Bima mendekati Andra, " Ayo kita keluar, acara sudah mau di mulai" ajak papa Bima.
Andra menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya dengan pelan, Andra hanya bisa menganggukan kepalanya dengan pelan.
Suasana di ball room tempat acara tunangan Andra begitu meriah, seluruh tamu undangan sudah banyak yang hadir, Andra hanya bisa menudukkan kepalanya tanpa melihat para undangan yang hadir.
Sementara di kamar lain, Cahaya yang baru bersiap saat ini sedang memasangkan dasi di kerah baju Raja, entah kenapa Cahaya merasakan malam ini tubuhnya begitu lelah, Sebelum memakai gaunnya, Cahaya juga menyempatkan meminum vitamin tanpa sepengetahuan Raja, karena Cahaya tidak mau kalau Raaja akan melarangnya untuk hadir di acara lamaran Andra.
__ADS_1
" Sudah rapi, dan semakin tampan" ucap Cahaya dengan senyuman yang terpatri dari bibirnya.
Raja tersenyum kemudian mencium singkat bibir Cahaya yang sudah menjadi candunya setiap hari.
" Aii tidak rela kamu di lihatin oleh mata lelaki nanti di sana, kenapa kamu dandannya cantik begini sayang" ucap Raja sambil mengelus pipi mulus Cahaya.
" Aya gak ada dandan Aii, emang kalau ada acara selalu seperti ini kan, lagian kalau gak di poles bedak nantik terlihat kumel wajahnya, emang Aii mau di kira jalan sama pembantu" jawab Cahaya yang membuat Raja terkekeh dan mencubit hidung Aya dengan gemas.
" Aww, sakit Aii, kejam banget sih" ucap Cahaya dengan wajah cemberut.
" Rasanya Aii tidak mau ke acara Andra malam ini, ingin rasanya Aii malam ini mengurung kamu di sini, dan kita buat dunia kita saja malam ini, menjadi lebih indah, dari pada melihat acara Andra yang pastinya akan terjadi drama nanti" ucap Raja.
" Husss, kenapa bicara nya begitu Aii, omongan itu doa Aii, masak Aii doai nya jelek si buat acara Andra" sahut Cahaya.
"Kamu tidak tahu Andra sayang, percaya deh, pasti nanti ada aja yang di lakukannya" ucap Raja lagi sambil terkekeh kecil.
Kini semua keluarga Atmaja sudah berkumpul, acara pun sudah di mulai, Mc terus saja berbicara membawa kan acara lamaran Andra.
Andra yang berada di atas panggung begitu kesal mendengar ocehan Mc yang menurutnya terus berkomat kamit seperti mbah dukun.
Berisik sekali sih ni Mc, ingin sekali aku sumpel mulutnya dengan kaos kaki, aku gak bisa konsen untuk berfikir gimana caranya agar acara lamaran ini gak sampai terjadi, batin Andra yang masih menudukkan kepalanya.
" Baiklah acara puncaknya akan kita mulai, kini kita panggil sang Ratunya, siapa kah wanita yang begitu beruntung bisa bersanding dengan Tuan muda Andra, anak dara Tuan Bima dan Nyonya Anita" teriak Mc.
" Mari silahkan masuk" Teriak Mc begitu menggelegar.
__ADS_1
Lampu sorot langsung menyorot seorang wanita yang berjalan dengan anggunnya di temani seseorang di sampingnya, semua orang yang melihatnya begitu kagum karena kecantikannya.
Dan tentunya bukan hanya para undangan saja yang begitu kagum, Keluarga Atmaja juga tak kalah terkejutnya bahwa wanita yang akan menjadi tunangan Andra adalah wanita yang memang saat ini begitu di cintai Andra.
Yaah Tiara lah yang di pilih oleh mama Nita dan papa Bima untuk menjadi tungan Andra, wanita yang akan menjadi istri Andra nantinya.
Saat ini Tiara berjalan di temani oleh Wisnu, dan Wisnu sudah mendapat Izin dari pihak kepolisian untuk mengadiri acara lamaran adik kesayangannya, tentunya pasti karena keluarga Atmaja yang meminta izin.
Semua anak anak dari keluarga Atmaja tersenyum karena apa yang di harapkan Andra tercapai, Tiara begitu anggun naik ke atas panggung dan saat ini sedang berhadapan dengan Andra yang masih menudukkan kepalanya karena Andra memang tidak mau melihat wanita yang ada di hadapannya saat ini.
" Waahh keluarga Atmaja memang tidak salah pilih, calon menantu mereka memang cantik dan tampan ya, kemarin suami dari Nona Ara juga tampan dan keluarga terhormat, karena nona Ara bisa bersanding dengan Tuan Azmi, pengesuaha muda dan dokter muda juga" ucap salah satu tamu undangan.
" Iya bener, apa lagi istri dari Tuan Raja, cantik banget, walaupun dari keluarga biasa, tapi cantik dan baiknya luar biasa" sambut tamu yang lainnya.
" Dan katanya nanti Nona Ratu juga akan menikah dengan Tuan Haikal, anaknya Tuan Aldi, sudah jelas banget keluarga kaya ketemunya sama yang kaya, keluarga cantik dan tampan semua" sambung seluruh para tamu yang menatap kagum keluarga Atmaja.
Mc terus berbicara dan saat ini adalah acara yang di tunggu tunggu, yaitu acara pertukaran cincin, dan mama Nita sudah memberikan cincin ke arah Andra untuk di pasangkan ke jari manis Tiara.
" Ayo sayang pasang cincinnya di cari calon istri kamu" perintah mama Nita.
Tangan Andra terangkat, namun belum sampai tangan Andra menggapai cincin tersebut, tiba tiba saya Andra terjatuh di atas panggung dan pingsan tanpa duga duga.
BRUUUUUk
" Andra" Teriak mama Nita dan papa Bima.
__ADS_1
Deg.
Bersambung.