
Hari ini adalah hari pertama Ara peraktek untuk pertama kali nya, dengan memlos wajah nya dengan make up dikit, kini wajah Ara bersinar, kecantikan yang di waris kan oleh mama dan papa nya membuat Ara menjadi wanita cantik walau ana memakai bedak natural saja.
Dengan riang dia menuruni tangga untuk menyemperi seluruh keluarga kesayangan nya yang lagi serapan.
" Selamat pagi semua nya" ucap Qiara dengan begitu senang.
" Pagi" sapa semua nya engan tak kalah senang.
" Bahagia banget hari ini kak Ara? seperti nya ada yang membuat hati kakak bahagia ya?" tanya Ratu sambil memakan roti yang sudah di oles selai kacang kesukaan nya oleh sang mama tercinta.
" Gak adik ku, kakak senang karena hari ini adalah hari pertama kakak terjun untuk langsung memeriksa pasien" ucap Ara sambil memakan nasi goreng yang baru di ambil nya.
" Keren dong" sahut Ratu dengan mengancung kan dua jempol nya ke arah Ara.
Ara dan yang lain nya membalas dengan senyuman nya karena melihat tingkah lucu Ratu.
Saat yang lain sedang asik serapan pagi, Raja baru saja turun sambil membawa tas di pundak nya.
Kia yang melihat putra turun dengan wajah datar nya hanya bisa menarik nafas dalam, karena sifat suami nya begitu melekat pada putra nya yang satu ini.
" Sayang serapan dulu ya" ajak Kia saat Raja sudah turun ke bawah.
" Tidak Ma, Raja mau langsung gerak, hari ini Raja ada kuis, jadi mau ke perpustakaan dulu" tolak Raja sambil mencium tangan kedua orang tua nya, begitu juga dengan Oma Dewi, Anita dan Bima.
" Aku gak di cium juga Ja?" ucap Ara yang sontak membuat Raja berbalik menatap kakak sepupu satu satu nya itu.
" Mau?" ucap Raja menatap Ara dengan tatapan sulit di arti kan.
Ara dengan percaya diri nya mengangkat tangan nya ke ara Raja, Raja pun berjalan ke arah Ara dan ingin menyambut tangan Ara, tapi saat sudah mau menggapai tanggan Ara, Raja berdiri tegak.
" Entar aja deh kalau kakak udah nikah" ucap nya tanpa dosa langsung pergi meninggal kan semua nya setelah mengucap salam.
" RAJAAAAAAA" geram Ara sambil berteriak memanggil RAja.
Raja sendiri melenggang pergi tanpa perduli teriakan Ara, sementara yang lain hanya bisa menggeleng kan kepala nya tanda heran melihat kelakuan anak anak nya.
" Sayang sudah serapan nya?" tanya Pandu pada putri nya Ratu.
" Udah Pa" sahut Ratu lalu berjalan menghampiri yang lain untuk bersalaman mau berangkat ke sekolah.
" Oia Ma, Ratu lupa kasih tahu, kalau nanti sepulang sekolah Ratu mau ke tempat teman Ratu yang baru, dia buka toko kue di ujung sekolah Ratu, kue nya enak enak Ma, jadi Ratu mau ke sana sekalian ngerjai tugas sekolah, boleh ya Ma" izin RAtu pada Kia.
__ADS_1
" Uda izin pada papa belum sayang?" tanya Kia saat mengantar Pandu dan Ratu ke depan rumah.
" Belum Ma, Ratu takut papa marah" sahut Ratu menunduk kan kepala nya.
" Izin dulu ya sayang, karena mama takur papa marah kalau kamu keluar sendirian" ucap Kia memberi tahu.
" Ratu gak sendiri Ma, Ratu bareng Karin dan Sabrina" sahut Ratu agar mendapat izin.
" Yasudah nanti harus tetap izin ya sama papa" ucap Kia yang langsung mendapat jawaban anggukan dari Ratu.
******
Di Kampus saat Raja, Haikal dan Andra sedang asik membaca buku, Tiara menghampiri Raja dan lain nya.
" Hai Ja, boleh aku duduk di sini?" tanya Tiara dengan suara lembut nya.
Raja menoleh kemudian mengangguk kan kepala nya, Tiara pun langsung duduk tepat di samping Raja, semua yang ada di perpustakaan melihat betapa beruntung nya Tiara bisa berdekatan dengan cowok tampan di kampus mereka.
Raja tidak peduli dengan Tiara yang duduk di samping nya, dia masih fokus dengan buku yang ada di hadapan nya.
Sementara Aya yang memang satu kampus dengan Raja tapi tidak satu Fakultas juga berada di perpustakan yang sama dengan Raja, Aya mengambil jurursan Tata boga. dan saat ini Aya dan Raja duduk nya saling membelakangi.
Saat sedang asik membaca buku, ponsel Aya berbunyi, ternyata ayang menelpon nya adalah sahabat nya yang saat ini menjaga toko kue nya.
" Assalamualaikum Ar" ucap Aya dengan suara lembut nya.
Deg
Jantung Raja mendadak berdetak dua kali lebih cepat dari biasa nya saat mendengar suara Aya tepat di belakang nya, ingin rasa nya Raja menoleh tapi ia takut kalau itu semua hanya perasaan saja.
" Ohh gituu...yasudah nanti selesai mata kuliah ini siang nya langsung ke sana deh, kasian kan kalau dia nya datang aku nya tidak di sana" ucap Aya lagi sambil menutup buka nya kemudian melangkah kan kaki nya meninggal kan tempat dimana dia duduk.
Raja yang mendengar suara nya sekali lagi sontak langsung membalik kan badan nya melihat suara orang yang ada di belakang nya.
Haikal dan Andra yang berada di hadapan Raja menatap Raja dengan tatapan aneh.
" Ada apa Ja?" tanya Haikal melihat sepupu nya seperti mencari seseorang.
" Apa tadi ada orang yang duduk di sini?" tanya Raja dengan cepat.
" Iyaa ada, seorang wanita berhijab" sahut Andra membenar kan ucapan Raja.
__ADS_1
" Wanita itu" gumam Raja yang tidak di dengar oleh siapa pun.
" Pakai hijab warna apa?" tanya Raja dengan cepat tapi sudah berdiri dari kursi nya.
" Coklat Milo" sahut Andra lagi walau pun heran melihat sepupu nya.
Dengan cepat Raja meninggal kan perpusatakan dan keluar mencari keberdaan wanita yang sudah empat tahun ini selalu ia cari.
Mata elang Raja mencari kesana kesini mencari keberadan Aya.
" Kemana wanita itu, tadi aku ingat benar kalau itu suara dia, suara nya yang begitu lembut saat dulu pernah menolong ku" ucap Raja berbicara sendiri sambil melihat kesana kemari.
Haikal dan Andra sudah menyusul Raja, mereka berada di samping kanan kiri Raja.
" Nyari siapa si Ja?" tanya Andra karena aneh melihat sepupu nya.
" Wanita itu Ndra, Kal, tadi aku ingat benar kalau itu suara dia, tapi kenapa sekarang sudah tidak ada" ucap Raja sedikit lemas.
" Kamu yakin?" tanya Haikal yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Raja.
" yasudah jangan sedih gitu dong, masa seorang Raja galau gitu, nanti kita cari lagi sama sama" ucap Andra menyemangati Raja.
Raja pun mengangguk kan kepala nya kemudia berjalan di rangkul ke dalam kelas dengan Andra dan Haikal.
Sementara di belakang mereka Tiara mendengar kan semua pembicaraan Raja dan lain nya, hati nya begitu sakit saat Raja sedang mencari seorang wanita, tapi siapa wanita itu Tiara pun tidak tahu.
" Siapa wanita yang beruntung itu Ja, bahkan aku yang ada di hadapan mu tidak perna kamu lihat sama sekali, sebegitu spesial kah dia dimata mu Ja, sampai sampai kamu begitu sedih saat tidak bertemu dengan nya" ucap Tiara menatap kepergian Raja.
bersambung.
Sabar Ja, entar lagi juga jumpa sama Cahaya,.
Dan Readers tercinta pun harus sabar yaa..karena cerita nya kali ini harus ganti gantian anak anak nya...hehehe
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan nya ya readers tercinta.
Terima kasih banyak
LOve You More.
__ADS_1