
Selesai bernyanyi Kia melihat semua orang terdiam melihat ke arah nya, dan Kia melihat mama dan kak Nita menangis.
" Mama sama kak Nita kenapa menangis, dan kenapa semua nya pada diam begini, apa ada yang salah ya sama lagu Kia?" tanya Kia beruntun.
" Tidak tante, lagu nya bagus kok, suara tante juga bagus, tapi lagu nya buat kita merinding dengar nya, seperti nya Ara tak sanggup nyanyi kan lagu itu" ucap Ara menjawab semua pertanyaan Kia.
" Iya benar sayang, lagu yang kamu nyanyi kan buat kita merinding, di tambah dengan suara kamu yang merdu" ucap Pandu menimpali.
Kia tersenyum ke semua orang yang ada di ruang keluarga, dan Kia juga memegang tangan mungil Ara agar Ara bisa percaya diri nanti saat tampil di depan kelas.
" Sayang...lagu nya memang seperti ini, memang menyentuh hati siapa pun yang mendengar nya, nah Ara harus percaya diri buat nyanyi kan lagu ini, biar teman teman Ara di sekolah semua nya jadi patuh sama ibu nya dan tidak melawan pada orang tua, mau pun itu Ibu dan juga ayah mereka, dan hal itu juga sama buat Ara, Ara harus sayang sama mama dan papa, tidak boleh melawan orang tua dan orang yang lebih tua, paham kan sayang" ucap Kia menjelas kan pada Ara.
Ara langsung mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, kini Ara langsung membalik kan badan nya ke arah mama dan papa nya, ada rasa bersalah pada diri nya saat Ara tidak mendengar ucapan mama dan papa nya.
Ara berjalan dan memeluk Anita dan Bima, hal itu membuat Anita dan Bima terkejut.
" Maafin Ara ya Ma, Pa...selama ini Ara sering gak nurut sama apa yang mama dan papa bilang, Ara janji akan menjadi anak yang sholeha deh" ucap Ara dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Anita dan Bima terkejut dan langsung memeluk putri kecil mereka, Anita dan Bima bersyukur Kia bisa memberi nasehat yang baik pada putri mereka.
Pandu pun ikut tersenyum melihat kehangatan keluarga kakak nya, kini dia beralih menatap istri nya yang sedang tersenyum melihat tingkah lucu Ara.
" Sayang mas bangga sama kamu, dan nas bersyukur bisa punya istri yang begitu cerdas seperti kamu" ucap Pandu sambil memegang tangan Kia.
" Mama sama papa juga bangga sama kamu nak, terus lah seperti ini sayang, jangan pernah bosan untuk mengajar kan hal yang baik pada siapa pun" ucap mama Dewi yang di angguki kepala oleh Papa Ridwan, Anita dan Bima tanda setuju.
__ADS_1
Kia pun tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.
" Insya Allah Ma, Pa" sahut Kia.
Di sebuah taman, Firman dan Rika sedang duduk melihat para remaja sedang berkencan, Rika begitu senang di ajal duduk di taman oleh Firman.
" Sayang tumben kamu ajak aku ke taman, ada apa?" tanya Rika sambil memakan gulali yang tadi sempat di beli nya saat masuk ke dalam taman.
" Beib kamu masih ingat kan, saat kita pertama kali sama sama mengutara kan perasaan kita di taman ini" ucap Firman dengan wajah serius nya.
" Iyaa...emang kenapa yank? kok kamu bahas itu sama aku, atau jangan jangan kamu punya pacar lagi ya, dan mau mengutarakan perasaan kamu sama wanita itu di sini, di depan aku, iyaa" ucap Rika yang sudah marah marah tidak jelas.
Firman yang mendengar ucapan Rika langsung mengusap wajah nya kasar, dia berfikir kenapa dulu bisa jatuh cinta sama cewek yang mulut nya kalau bicara gak bisa di rem begini.
" Beib kamu diam dulu bisa gak sih, gimana aku mau mau bicara sama kamu kalau kamu nyerocos terus begitu" ucap Firman yang sudah geram.
" Kamu dengar baik baik ya Beib, di pasang telinga kamu, aku tidak mau ada pengulangan" ucap Firman menekan kan kata kata nya pada Rika.
Rika mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, Firman menatap wajah Rika, di rapi kan rambut Rika yang berterbangan terkena angin, Rika memang belum memakai hijab, karena Firman pernah berkata pada nya, kalau memang hati nya sudah mantap maka pakai lah hijab itu, tapi kalau hanya karena melihat sahabat atau ada hal yang lain lebih baik jangan, akan sulit beristiqomah nanti nya, itu lah kata kata Firman yang membuat Rika belum memakai hijab, dan Firman pun tak mempermasalah kan itu.
" Dulu aku dan kamu pernah mengutara kan cinta di sini, dan dulu aku juga berjanji kalau aku akan segera melamar mu, setelah acara pernikahan Aldi dan Widya selesai, nah saat ini, aku mengajak kamu kesini, karena aku mau melamar kamu untuk menjadi istri ku, menjadi ibu dari anak anak ku, menjadi pasangan sampai kita menua bersama dengan anak cucu kita, dan sampai maut memisah kan kita, apa kamu bersedia beib menjadi bagian dari hidup ku selama nya" ucap Firman dengan menatap wajah dan mata Rika.
Rika yang mendengar semua perkataan Firman, jantung nya langsung berdetak lebih cepat, air mata nya keluar langsung dari mata nya, Firman yang melihat itu langsung menghapus air mata Firman menggunakan ibu jari nya.
" Apa kamu sungguh sungguh mau menjadi kan aku bagian dari hidup mu selama nya?" tanya Rika balik.
__ADS_1
" Yaah...aku sungguh sungguh beib, dan aku sangat yakin" ucap Firman.
Rika yang mendengar ucapan Firman pun tersenyum, Rika juga melihat mata Firman kalau tidak ada kebohongan di sana.
" Bismillahirrohmanirrohim Rika mau menjadi bagian dari hidup mu sayang, menjadi ibu dari anak anak kamu, menjadi istri selama nya sampai kamu kita menua bersama, dan menjadi istri sampai maut yang memisah kan kita" ucap Rika dengan suara yang bergetar.
Firman spontan langsung memeluk Rika karena lamaran nya di terima, dia mengucap syukur ahkir nya dia akan menikah dengan wanita yang di cintai nya, Firman berjanji akan selalu membahagia kan Rika saat menjadi istri nya kelak.
" Terima kasih sayang, karena sudah menerima Aku menjadi suami kamu, besok aku akan datang menemui orang tua kamu, untuk meminta anak gadis nya untuk ku, dan minggu depan acara lamaran kita" ucap Firman yang membuat Rika langsung terkejut.
" Secepat itu yank, mana bisa yank, gak ada persiapan dong" sahut Rika.
" Semua sudah aku atur Beib, kamu tenang saja, kamu lupa kalau aku punya sahabat miliader, sekali tepukam tangan jadi lah semua nya" ucap Firman sambil menaik turun kan alis nya.
" Sayang kira kak Pandu itu jin apa, sekali tepuk semua nya selesai" sahut Rika sambil menggeleng kan kepala nya.
" Anggap saja dia seperti itu sayang ku" ucap Firma. langsung memeluk Rika karena behagia lamaran nya di terima.
Bersambung
Jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dengan Like,komen yang positif dan vote.
Kasih bunga dan kopi juga yang banyak plissss 🙏🙏
Terimah kasih atas bantuan nya, author ucap kan terima kasih sebanyak banyak nya 😀😀
__ADS_1
Love You 😊😘😘