Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 09


__ADS_3

Cahaya yang melihat Raja terdiam langsung membuka kembali pintu mobil nya dan pamit untuk pulang.


" Permisi tuan, saya mau kembalike toko kue saya" ucap Aya dan langsung menutup pintu mobil nya dan tak lama melaju kan mobil nya meninggal kan kediaman Atmaja.


Raja melihat kepergian Aya begitu saja, dan hal itu juga dilihat oleh Ratu sang adik yang masih membawa kue untuk kedua orang tua nya.


Ada apa dengan kak Aya dan kak Raja, seperti nya mereka saling mengenal, dan kenapa kak Aya seperti tidak menyukai kak Raja? aku harus cari tahu. batin Ratu yang langsung masuk ke dalam untuk membarikan kejutan kue ulang tahun perbikahan mama dan papa nya.


Pandu dan Kia begitu terharu dengan kejutan putra dan putri nya, kini mereka sama saa meniup lilin di barengi nyanyian oleh keluarga dan  sahabat sahabat Pandu dan Kia.


Haikal yang melihat Raja tidak bersemangat sat acara kejutan ulang tahun mama dan papa nya, langsung mendatangi Raja yang duduk sendiri mengahadap kolam renang.


" Ada apa? seperti nya ada yang sedang kamu fikir kan?" tanya Haikal yang sudah duduk di sebelah Raja.


" Aku sudah menemu kan nya Kal, dia sendiri yang datang ke sini tadi" ucap Raja memberi tahu Haikal.


" Siapa? tanya Haikal yang masih belum mengerti.


" Wanita itu kal, wanita yang selama ini aku cari" ucap Raja menatap Haikal yang terkejut mendegar ucapan Raja.


" Lantas kenapa kamu bersedih? bukan nya kamu harus nya senang karena sudah menemukan dia?" tanya Haikal yang masih tidak mengerti dengan sepupu nya ini.


" Dia sama sekali tidak mengingat ku" ucap Rja menarik nafas nya dalam dalam.


Haikal masih menunggu Raja kembali berbicara, " Bahkan saat aku mengingat kan kejadian empat tahun lalu pada nya, tiba tiba dia merasa tidak senang dari wajah ya, seperti membuat ya tidak suka dengan kejadian itu kal" ucap Raja menatap ke arah langit.


" Mungkin ada yang membuat nya sedih Ja, bukan karena pertemuan mu dengan dia saat ini" ucap Haikal agar sepupu nya tidak bersedih.


" Aku tidak tahu, yang jelas aku besok mau menemui nya kembali" ucap Raja.


" Memang nya kamu tahu dimana rumah nya?" tanya Haikal.


Raja menggeleng kan kepala nya menajawab pertanyaan Haikal, Haikal sendiri menarik nafas nya melihat jawaban Raja.

__ADS_1


" Terus kamu mau menemui nya dimana Ja kalau kamu saja tidak tahu dimana rumah nya" tanya Haikal.


" Toko kue yang kamu makan tadi", ucap Raja langsung meninggal kan Haikal yang masih bingung dengan perkataan Raja.


Namun mata nya langsung tertuju pada kotak kue yang ada di hadapan nya, di ambil nya kotak kue yang sudah kosong di atas meja.


" Aya'Bakery" ucap Haikal dan langsung mengangguk kan kepala nya tanda mengerti dengan perkataan Raja.


Sementara di ruang tamu, setelah merayakan acara Kia dan pandu, mereka semua berbincang bincang santai sambil menyatap kue yang masih tersisa.


" Gimana dengan praktek hari ini sayang?" tanya Anita yang melihat anak gadis nya sedang bergelayut manja pada papa nya.


" Beres Ma, tadi juga hari pertama aku operasi bedah jantung" sahut Ara memberi tahu.


" Hebat kamu Ra,kecerdasan mu memang menurun dari orang tua mu" ucap Ricki yang saat itu mendengar ucapan Ara.


" Makasih Om, ini semua berkat semangat yang di berikan semua orang tersayang Ara" sahut nya dengan senyuman manis nya.


" Melihat kamu seperti ini, om jadi ingin mengenalkan kamu dengan salah dokter teman om,usia nya mungkin lebih dewasa dari kamu, tapi dia juga seorang dokter yang hebat, bahkan dia juga pemilik rumah sakit tempat dia bekerja sekarang" ucap Ricki memberi tahu.


" Anak nya Pak Wahyu, pemilik rumah sakit terbesar setelah hospital Atmaja"ucap Ricki memberi tahu.


Firman dan yang lain nya yang mendengar ucapan Rickilangsung manggut manggut, Ara yang sudah mendengar perkataan mau di kenalkan langsung permisi karena males mendengar nya.


" Dokter Azmi ya" sahut Anita yang juga mengetahui siapa yang lagi mereka bahas.


" Iya benar, aku rasa dia cocok dengan Ara, cantikdan tampan" ucap Ricki.


" Bukan nya dia lelaki yang dingin ya, sama seperti...." ucapan Kia terhentisaat dilirik oleh suami nya.


" Sama seperti siapa sayang?" tanya Pandu yang langsung me mendapat senyuman oleh Kia.


" Kamu sayang" ucap Kia yang langsung mendapat kekehan dari yang lain.

__ADS_1


" Lelaki dingin itu asli nya romantis sayang samam pasanagan nya, dia hanya dingin dengan wanita lain saja, bukti nya aku bisa hangat pada kamu kan, apa lagi menghangat kan kamu" ucap Pandu sambil memeluk Kia dari samping.


" Ingat umur mas, gak malu apa di lihat ang lain" ucap Kia yang tidka di perduli kan oleh Pandu.


" Biar kan saja mereka, toh ini kebahagian kita juga" ucap Pandu mencium kening Kia dengan lembut.


" Mulai deh gombal nya" ucap Aldi yang langsung dapat kekehan yang lain.


" Nanti deh aku jumpai Azmi dan Ara, mana tau mereka cocok dan saling jatuh cinta" ucap Ricki yang langsung mendapat anggukan kepala oleh yang lain nya.


Ara sendiri di dalam kamar entah kenapa sedang memikir kan Azmi, saat di aula tadi dia benar benar melihat Azmi yang berbeda, biasa nya Azmi selalu membuat nya sebal.


" Isssshhhh...kenapa aku malah terus mengingat dia sih?"ucap Ara menepuk nepuk pipi nya dengan lembut.


" Gak gak....harus fokus fokus, dia itu lelaki menyebal kan yang pernah aku kenal" ucap Ara lalu membaring kan tubuh nya di ats tempat tidur.


Sama hal nya dengan Azmi, dia menatap foto Ara yang sedang melamun saat di aula tadi, diam diam Azmi memotret Ara saat acara seminar sudah selesai namun Ara malah melamun.


" Kenapa saat aku melihat mu, jantung ku selalu berdebar Ra" ucap Azmi menatap foto Ara.


" Bayang bayang mu selalu memenuhi fikiran ku Ra, apa mungkin aku jatuh cinta pada kamu? tapi kenapa secepat itu Ra? aku takut patah hati lagi seperti dulu Ra, setelah penghiatan yang di lakukan wanita ular itu pada ku, tapi aku melihat diri mu berbeda Ra, kamu bukan wanita yang seperti gila harta" ucap Azmi langsung menarik nafas nya mengingat masa lalu yang begitu pahit.


Di kamar yang lain, Raja berbaring sambil membayang kan wajah Cahaya yang begitu sedih setelah bertemu dengan nya tadi.


Kenapa kamu berbeda, tidak seperti dahulu, bahkan saat kamu maupergi kamu masih sempat tersenyum pada ku, wakau pun aku tahu kamu merasa sakit di tangan mu, ada apa pada mu, bahkan untuk berkenalan pun kamu tidak mau tadi, batin Raja menatap langit langit kamar nya.


 


Bersambung.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2