
Ricki dan Kia yang tidak mendapat kan jawaban dari Anita, dan malahan Anita hanya senyum senyum saja, membuat mereka semakin merasa bingung.
" Kak Nita kenapa kok malah senyum senyum bukan nya jawab" tanya Kia.
" Kakak gak kenapa napa Kia, Ricki, itu hanya perasaan kalian saja, kakak kan memang seperti itu kalau kenal dengan orang baru" sahut Anita menjelas kan.
" Oia tadi kamu kenapa ke sini dek?" tanya Anita.
" Kia mau ajak ke kantin kak buat serapan, Kia gak ada temen nya, Widya kan hari ini cuti, Rika pagi ini masuk kampus, dokter lain juga belum datang, kak Ricki gak balik balik setelah antar Yara, maka nya Kia mau ajak kakak" ucap Kia memberi tahu.
" Emang kamu belum serapan Kia, jam segini kok ngajakin serapan" tanya Anita sambil melirik jam tangan nya.
" Uda sih kak, tapi Kia pengen makan batagor" ucap Kia dengan wajah di buat imut.
" Gemes banget sih liat wajah adik ku kalau di buat imut ini" ucap Ricki sambil mengelus kepala Kia yang tertutup hijab.
" Isssh kak Ricki apaan sih" ucap Kia kesel.
" Yauda ayo kita ke kantin, keburu keponakan kakak ngences nanti" ucap Ricki berdiri dari tempat duduk nya.
Kia pun langsung beranjak dari kursi nya di susul Anita, mereka bertiga langsung ke kantin, Ricki memang belum serapan, jadi sekalian serapan pagi menemani Kia, kalau Anita hanya pesan kopi saja untuk menemani Kia makan batagor.
Di kediaman Prasetya, Yara duduk di ruang tamu sambil memikir kan ucapan Anita tadi saat di rumah sakit, Bayu yang kebetulan berangkat ke kantor agak siangan melihat adik nya duduk melamun sendirian.
" Ra kamu kenapa? pulang pulang dari rumah sakit kok melamun gitu" ucap Bayu menyentuh bahu Yara.
Yara yang terkejut langsung melihat kakak nya yang berdiri di depan nya.
" Kakak kenapa disini?" tanya Yara.
" Kakak dari tadi di sini Ra, kamu kenapa sih? kok melamun gitu, ada apa? bukan nya kamu besok sudah mulai bekerja di rumah sakit yang kamu ingin kan" tanya Bayu.
" Yara mikirin kata kata Dokter Anita kak, ternyata wanita yang selama ini kakak cintai itu istri dari pengusaha nomor satu di Asia, Pandu Bumi Atmaja" ucap Yara memberi tahu kenapa dia diam saja.
__ADS_1
" Iya memang benar, emang kenapa kamu nanyak seperti itu, apa yang kamu fikir kan?" tanya Bayu.
" Apa kak Kia menolak kakak karena kakak gak sekaya tuan Pandu" ucap Yara yang menagatakan kalau Kia cewek matre.
" Kamu salah Ra, Kia tidak seperti itu, dulu dia juga tidak mengetahui kalau Pandu orang terpandang, jadi apa yang kamu fikir kan bukan seperti yang kamu lihat sekarang" sahut Bayu memberi tahu kalau Kia bukan cewek matre.
" Berarti itu hanya perasaan ku saja ya kak" ucap Yara dan di angguki oleh Bayu.
" Iyaa Ra, kamu belum kenal Kia, dia orang yang tak pernah memandang harta, bahkan kuliah dia pun bukan Pandu yang biayai, melain kan karna kepintaran nya sehingga dia mendapat kan beasiswa" ucap Bayu menjelas kan lagi kalau Kia memang wanita baik.
" Yasudah kamu jangan mikir aneh aneh, kamu fokus saja besok bekerja, dan jangan buat malu kakak" sambung Bayu dan langsung pergi meninggal kan Yara untuk berangkat ke kantor.
Di rumah sakit, Setelah serapan Pagi, Kia langsung visit di temani suster, Anita dan Ricki ke ruangan ICU untuk melihat keadaan pasien yang baru di operasi semalam.
" Selamat pagi" salam Anita dan Ricki saat masuk ke ruangan ICU dan menyapa keluarga pasien.
" Selamat pagi ibu, kita periksa bapak nya dulu ya" ucap Ricki sambil tersenyum ramah.
" Ibu untuk saat ini belum ada perkembangan yang signifikan untuk bapak, kita berdoa saja yang terbaik ya bu, semoga bapak bisa lekas pulih" ucap Anita memberi tahu keadaan pasien pada wanita paru baya yang sedang menjaga suami nya.
Tapi baru saja Anita berucap, tiba tiba mesin deteksi jantung terdengar tidak normal, Ricki dan Anita langsung terkejut, Ricki langsung mengambil tindakan secepat nya, sedang kan Anita menyuruh keluarga pasien untuk menunghu di luar.
Ibu itu menangis melihat suami nya yang tiba tiba saja drop, dan dia langsung menghubungi anak nya yang kebetulan memanh bekerja di rumah sakit itu sebagai apoteker, anak ibu itu mendengar ayah nya tiba tiba drop langsung berlari ke ruangan ICU.
Di dalam Ricki dan Anita berusaha menstabil kan keadaan pasien, berbagai cara di lakukan Ricki dan Anita, sampai Ricki terahkir meletak kan alat pemicu jantung di dada pasien, dan terdengar lha bunyi
Tiiiiiiiiiiiiiiiin
Ricki dan Aniya begitu terkejut, Ricki terus menerus meletak kan alat pemicu jantung di dada pasien tapi tatap menolak, ahkir nya Ricki menggeleng kan kepala nya ke arah Anita, Anita begitu sedih karena tidak bisa menyelamat kan nyawa pasien nya.
" Sus segera lepas semua alat alat yang ada di tubuh pasein" ucap Ricki yang di angguki langsung oleh suster.
Anita keluar memberi tahu pada Keluarga pasien, saat pintu di buka Anita, tampak lha seorang ibu dan anak nya sedang menangis menunggu kabar dari dalam.
__ADS_1
" Dok gimana keadaan ayah saya" Tanya anak pasien.
Anita merasa iba melihat keluarga pasien yang sudah menangis, " Maaf kan kami, kami sudah berusaha semampu kami, tapi Allah berkendak lain, ibu yang sabar ya, bapak udah gak ada" ucap Anita memberi tahu.
Anak dari pasien langsung berlari ke dalam di susul oleh ibu nya, Anita hanya menatap punggung mereka karena tak tega melihat nya, setelah itu Anita langsung kembali ke ruangan nya.
Ricki yang masih di dalam ruangan ICU,terkejut mendengar suara tangisan dari dua orang wanita yang tiba tiba masuk ke dalam, Ricki langsung menghindar agar keluarga pasien bisa mendekati jenazah Ayah nya.
" Ayah...kenapa ayah ninggalin Naya dan Ibu, Putri juga masih SMA yah, ayo bangun Yah, Naya akan berjanji mencari biaya buat kesembuhan Ayah, ayah sudah berjanji pada Naya kan untuk bertahan demi kami semua, bagun lha Ayah, Naya gak sanggup harus kehilangan Ayah" ucap Naya anak dari pasien yang meninggal beberapa menit yang lalu.
Ricki yang mendengar tangisan Naya entah kenapa hati nya sakit, Ricki berjalan ke arah sebrang Naya untuk menyabut alat yang masih ada di dada pasien.
" Ikhlas kan Ayah kamu, kalau kamu menangis seperti ini, ayah kamu tidak tenang di dunia sana" ucap Ricki sedikit menguat kan agar keluarga pasien sabar dan Ikhlas.
Naya yang mendengar suara yang tidak asing bagi nya langsung mengangkat kepala nya.
" Dokter Ricki" Panggil Naya ketika melihat Ricki lha yang berbicara pada nya.
Ricki yang nama nya di panggil langsung menoleh ke arah Naya, dan....
Degg....
Bersambung...
Ayo kenapa dengan Ricki...ada yang tahu???
Ikuti terus karya Author ya, jangan lupa untuk terus dukung karya Author dengan Like,Komen dan Vote yang banyak plissss. 🙏🙏
Kasih hadiah yang banyak juga ya Readers yang baik hati dan tidak sombong.
Salam sayang untuk kalian semua 😊😊
Love You More
__ADS_1