
Saat Pandu membuka pintu ruangan Kia, Pandu tidak melihat keberadaan istri nya, Aldi yang mendengar suara keributan di ruangan sebelah langsung mengajak Pandu ke ruangan sebelah.
" Ndu seperti nya mereka di ruangan Ricki" ucap Aldi.
Pandu pun langsung berjalan ke ruangan sebelah, Pandu melihat Rika memarahi Ricki dan Widya menenang kan Istri nya.
Pandu pun langsung masuk ke dalam ruangan Ricki di susul Aldi dari belakang.
"Sayang" sapa Pandu yang sudah berdiri di samping Kia.
Rika yang mendengar suara Pandu terkejut dan langsung berbalik menghadap ke arah Kia, Widya langsung berdiri di samping Aldi agar pandu bisa duduk di sebelah Kia.
"Sayang kamu kenapa nangis?" tanya Pandu lagi.
" Mas... Kia pengen sekali makan serabi punya kak Ricki, tapi kak Ricki gak mau kasih" sahut Kia masih menangis dan melihat serabi yang di sembunyi kan Ricki di balik tangan nya.
Pandu langsung melihat ke arah Ricki, sedang kan Ricki yang di lihat Pandu tidak merasa tidak perduli, Aldi yang melihat Ricki hanya menggeleng kan kepala nya saja.
" Maaf Ndu bukan nya aku gak mau ngasih, tapi serabi ini berarti banget buat aku, dan ini juga pertama kali buat aku di kasih serapan sama orang yang lagi aku dekati sekarang" ucap Ricki langsung agar Pandu tidak salah paham.
" Tapi itu kan banyak kak, berbagi lah sama Kia" kini Widya yang berbicara.
Pandu menatap Ricki dengan tatapan tajam karena tidak mau memberi kan serabi nya pada Kia.
" Ki... apa harus aku depak dulu kamu dari rumah sakit ini baru kamu mau memberi kan serabi mu itu" ucap Pandu dengan tatapan tajam nya.
" Tidak mau Ndu, lagian kamu juga gak bisa depak aku dari rumah sakit ini" sahut Ricki dengan wajah sombong nya.
Pandu langsung menarik nafas mendengar ucapan Ricki, memang benar yang di kata kan Ricki kalau dia tidak bisa mendepak nya dari rumah sakit ini, Pandu pun langsung melihat Kia yang sudah menelan air liur nya melihat srabi itu.
" Ki kasih lah sedikit saja buat Kia, kamu kan bisa minta lagi dengan wanita yang saat ini dekat dengan kamu" ucap Pandu sedikit memohon.
Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar Pandu yang memohon pada Ricki hanya gara gara serabi.
__ADS_1
Waah...waah perdana aku liat pandu memohon begini hanya karena serabi, aku kerjai sekalian aja deh, biar bos besar mohon mohon sama aku, batin Ricki menahan tawa.
" Pokok nya aku bilang tidak mau ya tidak mau Ndu, karena serabi ini pun sangat berarti aku aku, kalau bisa aku awet dan aku pajang di kamar ku jadi kalau aku rindu sama Naya aku bisa melihat serabi ini" sahut Ricki sengaja mengerjai Pandu.
"lebay banget kamu kak" ucap Rika menimpali.
" Al kamu cari siapa yang ngasih serabi sama mahkluk jadian jadian itu" ucap Pandu memerintah Aldi.
" Sialan kamu Ndu" ucap Ricki tidak terima di katai makhluk jadi jadian.
Aldi pun langsung keluar dari ruangan Ricki di temani Widya untuk memangil Naya, karena Widya tahu dimana ruangan Naya sekarang.
Selang beberapa menit, Aldi dan Widya datang bersama dengan Naya, sejujur nya Naya begitu takut karena di panggil ke ruangan Ricki, apa lagi saat masuk Naya melihat Pandu, orang yang berpengaruh di rumah sakit ini.
" Ndu ini orang yang sedang kamu cari" ucap Aldi memberi tahu Pandu.
Pandu dan Kia langsung melihat ke arah Naya yang sudah berdiri di dekat Rika dan seperti sedang ketakutan.
" kamu tidak usah ketakutan begitu, saya manggil kamu karena saya hanya ingin membeli serabi seperti yang kamu beri kan ada dokter Ricki" ucap Pandu langsung pada Naya.
" Iya serabi Nay, Kia ingin sekali makan serabi buatan kamu, tapi kak Ricki gak mau kasih" ucao Rika menjelas kan.
Naya langsung terkejut karena serabi yang di beri kan sama pada Ricki jadi bahan rebutan, Naya pun melihat Kia yang masih kelihatan baru habis menangis, setelah itu Naya kembali melihat Ricki yang menyembunyi kan serabi pemberian dari nya.
" Maaf tuan, tapi serabi nya sudah habis, karena yang saya berikan pada dokter Ricki itu yang terahkir" Ucap Naya menjelas kan.
Kia yang mendengar kembali menangis kembali, Pandu pun langsung kalang kabut karena tidak bisa memberi kan apa yang di ingin kan istri nya, Naya yang melihat Kia menangis sampai seperti itu langsung berjalan ke meja Ricki dan mengambil serabi yang ada di tangan Ricki.
Ricki terkejut karena serabi nya kembali di ambil oleh Naya, " Lho Nay kok serabi nya di ambil kembali" tanya Ricki.
Naya tidak menyahut, dia hanya melirik sekilas kemudian berjalan ke arah Kia dan memberi kan serabi nya.
" Silahkan dok di makan serabi nya, karena dokter lebih membutuh kan" ucap Naya.
__ADS_1
" Nay kok kamu kasih sama Kia sih, kakak juga belum serapan" ucap Ricki tak terima.
" Besok Naya bawa lagi kak, ini buat dokter Kia dulu" sahut Naya.
Ricki langsung memasang wajah nya kesal, Kia pun dengan senang hati menerima serabi nya, dan langsung beranjak dari kursi nya.
" Makasih ya Nay uda mau kasih serabi nya" ucap Kia sebelum pergi meinggal kan ruang Ricki.
Ricki yang melihat Kia pergi meninggal kan ruangan nya setelah mendapat kan serabi nya bertambah kesal, sementara yang lain nya menahan tawa melihat kekesalan Ricki, Pandu pun menyusul Kia untuk menemani Kia makan serabi, tapi sebelum melangkah Pandu berbalik ke arah Ricki.
" Karena kamu sudah membuat istri ku memangis hanya gara gara serabi, maka honor kamu saya kurangi 50% untuk bulan ini" ucap Pandu kemudian langsung melangkah kan kaki nya.
Ricki langsung mengusap kasar wajah nya mendengar ucapan Pandu, sementara yang lain nya langsung tertawa melihat tampang Ricki.
" kasian banget kamu kak, udah jatuh tertimpa tangga, gak dapat serabi honor pun kena potong" ucap Rika sambil tertawa dan di susul tawa yang lain nya.
Sementara di gedung kantor Pandu, Bayu berdiri di depan ruangan Pandu karena melihat sekretaris Pandu yang hanya diam saja memandang nya.
" Nona Belaa" panggil Bayu sambil mengibas kan tangan nya di wajah Bela.
Bela langsung tersadar dan menunduk kan wajah nya karena malu manatap rekan kerja bos nya seperti tadi.
" Maaf pak, Pak Pandu nya belum sampai di kantor" ucap Bela memberi tahu.
" Tapi sebentar saya hubungi pak Aldi dulu ya Pak" sambung Bela lagi dan di angguki Bayu.
Bela yang grogi berada di depan Bayu, apalagi di lihatin Bayu, langsung salah tingkah, dan hal itu membuat Bayu tersenyum begitu juga dengan asisten Bayu.
Bersambung..
jangan lupa untuk selalu dukung Author ya readers tercinta dan baik hati dengan Like, Komen dan Vote yang banyak.
kasih Bunga dan Kopi juga yaa readers.
__ADS_1
Love You More