
Begitu mendapat kabar kalau tembakan yang mengenai Yusuf adalah yang di tujukan untuk dirinya, Cahaya sampai sekarang duduk terdiam di dalam kamar, air mata terus mengalir di pipi mulusnya. Raja selalu dengan setia menemani sang istri karena takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya.
" Sayang, sudah jangan menangis lagi. Yusuf sudah tidak apa-apa, dia sudah sadar bahkan Yusuf dan Arti nanti malam juga akan melangsungkan pernikahan mereka di rumah sakit" bujuk raja agar Cahaya tidak menangis terus.
" Aii, kamu tidak tahu saat ini seeprti apa perasaan Aya, kalau sampai Yusuf tidak selamat, maka sampai kapan pun Aya tidak memaafkan diri Aya sampai kapan pun, dan Arti, untuk melihat Arti saja Aya tidak sanggup" sahut Cahaya sambil terisak.
Dadanya begitu sesak begitu tahu karena dirinya orang yang terkenak imbasnya.
" Sudah berapa kali Aya bilang sama Aii kalau Aya ikhlas memberikan toko Roti itu pada mereka, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini, tapi Aii gak mau dengarin Aya kan" ucap Cahaya dengan sedikit emosi karena jujur dia sudah tak sanggup lagi kalau sewaktu-waktu ada kejadian seperti ini lagi.
" Sayang tenanglah, jaga emosi kamu sayang, kasian anak kita" ucap Raja berusaha menenagkan Cahaya dengan memeluk Cahaya.
Namun Cahaya langsung berontak tidak mau di peluk oleh Raja, entah kenapa dia merasa orang yang bersalah saat ini karena pernikahan sahabatnya gagal dan berantakan karena ulahnya.
" Sayang kamu jangan seperti ini. dan semua ini bukan salah kamu, Mas akan selesika masalah ini karena tidak akan susah untuk menangkap pelakunya sayang" berkali-kaliĀ Raja membujuk agar emosinya bisa kembali stabil.
__ADS_1
" Kalau kamu gak bisa bantu Aya, biar Aya yang mengurus semuanya dan memberikan toko Roti itu pada mereka, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi" Ucap Cahaya langsung berdiri dan menyingkirkan tangan Raja yang erada di atas pahanya. entah kenapa saat ini emosinya tidak bisa di atasi mengingat tembakan yang langsung terjadi di epan matanya.
" Sayang kamu jangan seperti ii, biar Aii yang ngatasi semua ini" ucap Raja menarik tangan Cahaya dan menariknya ke dalam pelukannya.
" Lepas Aii, biarkan Aya memberikan semua apa yang mereka minta, tolong jangan halangi Aii" berontak Cahaya dengan sekuat tenaga.
Namun di detik berikutnya Cahaya langsung terkulai lemas di dalam pelukan Raja dan tak lama matanya langsung tertutup dan Cahaya pun jatung pingsan di pelukan Raja.
" Sayang..sayang bangun sayang" panggil Raja dengan khawatir.
Dengan cepat raja menlepon kak Azmi untuk memeriksa Cahaya, karena kalau kak Ara mungkin juga masih lemas karena pingsan di kejadian saat aksi penembakan tadi.
Begitu mendengar kabar kalau Cahaya pingsan, Bunda Widya juga langsung ikut memeriksa keadaan kandungan Cahaya.
" Gimana kak?"tanya Raja.
__ADS_1
"Tensi Cahaya cukup tinggi ja, dan ini tidak baik untuk Cahaya dan kandungannya" jawab Azmi mmeberitahu.
Bunda Widya sendiri memeriksa kandungan Cahaya dan sedang mendengarkan detak jantung bayi yang ada di dalam kandungan Cahaya.
" Untuk saat ini bayinya tidak apa-apa, hanya saja kalau sering terjadi seperti ini akan sangat bahaya pada keduanya" ucap Bunda Widya menimpali.
Raja mengusap wajahnya dengan kasar, rahangnya mengerasnya mengingat siapa dalang dari semuanya hingga membuat istrinya tertekan.
Dengan cepat raja langsung menghubungi orang kepercayaannya, dan dengan cepat dia menyuruh orang kepercayaannya langsung mengurus bibi Cahaya dan pelaku yang menembak Yusuf.
Azmi dan Widya hanya bisa menarik nafas dalam saat mendengar Raja memerintahkan orang suruhannya untuk langsung meringkus dalang dari penembakan tadi.
Berbeda dengan mama Kia dan papa Pandu yang saat ini berada di rumah sakit untuk membantu persiapan pernikahan Arti, biar bagaimana pun Arti harus di utamakan juga karena dirinya sama sekali tidak punya keluarga. dan Arti paham kenapa Cahaya tidak bisa hadir saat pernikahannya malam ini, karena kejadian tadi benar-benar memang mmebuat semua yang aa di samping dan sekitarnya merasa schok. dan jujur saja dirinya juga masih trauma kejadian yang baru saja menimpa dirinya dan juga Yusuf.
Bersambung.
__ADS_1