Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 194


__ADS_3

" Kak" Panggil Ratu.


Wisnu tidak menjawab, dirinya hanya diam saja menatap Ratu dan Sabrina secara bergantian.


" Kakak tahu kan maksud lagu yang Ratu nyanyikan tadi? itu adalah isi hati dari Sabrina, dia begitu kagum pada kakak, makanya dia gak mau kalau sampai kakak bersama orang lain, dia saat ini begitu menanti kakak untuk bisa menjadi tulang rusuknya" ucap Ratu langsung.


Wisnu hanya mendesah karena bingung menjawab apa, ingin sekali sebenarnya dia tidak mengubris ucapan Ratu, tapi Wisnu tidak mau membuat Ratu menjadi marah dengannya, tapi jujur saat ini Wisnu juga tidak mau berada di posisi seperti ini.


" Dek jangan main-main sama ucapan kamu? di sini banyak orang, kita bicarakan nya gak seperti ini ya" ucap Wisnu pelan.


" Kenapa? bukan Ratu yang menjawab melainkan Sabrina.


" Ini bukan acara kita Ina, cobalah untuk mengerti, ayo kita turun" ajak Wisnu.


Ratu menatap ke arah Andra, dan Andra hanya bisa menganggukkan kepalanya karena ada benar nya juga yang di katakan Wisnu, Wisnu yang sudah turun diluan hanya bisa tersenyum canggung pada semua yang menatanya.Ratu pun mengajak Sabrina untuk turun, namun saat beru beberapa langkah Ratu berjalan, suara musik lagu kembali terdengar, dia menoleh kan kepalanya melihat Sabrina yang duduk di sebuah kursi sambil memengang mic dan matanya tampak berkaca-kaca melihat ke arah Wisnu. Ratu hanya bisa terdiam berdiri menatap sang sahabat.


Musik yng begitu terdengar sendu membuat siapa yang mendengarnya menjadi tersentuh.


Dinginnya angin


Malam ini menyapa tubuhku


Namun tidak dapat


Dinginkan panasnya hatiku ini


Terasa terhempasnya


Diriku ini dengan sikapmu


Apakah karena aku


Insan kekurangan mudahnya kau mainkan


Ohh mungkinkah diri ini


Dapat merubah buih yang memutih


Menjadi permadani seperti pinta


Yang kau ucap dalam janji cinta


Juga mustahil bagiku


Menggapai bintang di langit


Hanya insan biasa


Semua itu sungguh aku tiada mampu

__ADS_1


Salah aku juga


karena jatuh cinta


insan seperti


seanggun bidadara


saharusnya kau cermin kan diriku


sebelum tirai hati


aku buka untuk mencintaimu


Siapa yang menyangka, semua wanita yang mendengar lagu yang di nyanyaikan Sabrina begitu tersentuh hatinya sampai-sampai sebagian meneteskan air matanya. sedangkan para pria hanya bisa terdiam dan memandang Sabrina kagum karena berani mengungkapkan isi hatinya walau pun tidak di terima.


Wisnu sendiri hanya bisa memijit pangkal hidungnya karena pasti semua orang berfikir kalau dia adalah lekakui kejam yang tidak mau membalas perasaan Sabrina saat ini.


Sabrina terus menatap ke arah Wisnu dimana berdiri, sedangkan Ricki dan Naya orang tua Sabrina begitu merasa sedih karena cinta anaknya saat ini bertepuk sebelah tangan.


Ohh mungkinkah diri ini


Dapat merubah buih yang memutih


Menjadi permadani seperti pinta


Yang kau ucap dalam janji cinta


Juga mustahil bagiku


Menggapai bintang di langit


Hanya insan biasa


Semua itu sungguh aku tiada mampu


Salah aku juga


karena jatuh cinta


Insan sepertimu


Seanggun bidadara


Saharusnya kau cermin kandiriku


Sebelum tirai hati


Aku buka untuk mencintaimu

__ADS_1


Haaaa..Haaaaa...haaaaaaa


Hoooo..hoooooo


Suara tepuk tangan langsung terdengar memenuhi suara balroom hotel begitu Sabrina menyelesaikan lagunya, Ratu sendiri langsung memeluk Sabrina, kedua wanita itu menangis saling memeluk.


Wisnu menatap keduanya dari bawah panggung, namun suara adiknya langsung membuat dia teradar dan kembali menatap Sabrina saat Sabrina turun dari panggung dan pergi meninggalkan balroom hotel.


"Apa yang di rasakan Sabrina saat ini sama seperti Tiara alami saat cinta Tiara tidak terbalaskan kak, dan saat itu kakak sebagai kakaku langsung bertindak agar aku tidak sedih" ucap Tiara membuat Wisnu menolehkan kepalanya menatap sang adik.


" Aku kira kakak tidak membuat seorang wanita akan menangis lagi karena waktu itu kakak begitu prihatin melihat ku, tapi ternyata aku salah, kakak mampi menyakiti hati wanita yang begitu baik sampai dia mengeluarkan air matanya hanya demi penolakan yang kakak lakukan" sambung Tiara kemudian langsung pergi meninggalan Wisnu yang terdiam membisu.


Acara kembali di lanjutkan oleh pihak keluarga, Arti yang melihat semua kejadian di depan matanya hanya bisa menatap Wisnu dari kejauhan. Ricki dan Naya juga menatap Wisnu dengan tatapan yang berbeda saat anaknya pergi meninggalkan balroom dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Wisnu sendiri yang sudah merasa tidak nyaman langsung pergi meninggal kan hotel untuk mencari ketanangan, dia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah yang dia juga tidak tahu akan kemana.


Sabrina sindiri berlari ke arah langkah kakinya melangkah, dadanya terasa sesak saat lagi-lagi cintanya tidak terbalaskan. dulu Sabrina mempunyai perasaan dengan Haikal karena sedari kecil mereka bersama sehingga tumbuh rasa cinta itu, namun ternyata Haikal malah mencintai Ratu sahabatnya, dan saat ini ketika dia sudah bisa melupakan Haikal, hatinya tersentuh dengan Wisnu, namun lagi-lagi cintanya bertepuk sebelah tangan.


Sabrina berhenti di depan sebuah jembatan yang air nya cukup deras mengalir, di taapnya air sungai dari ats jembatan, Sabrina merenugi kehidupan dirinya yang begitu prihatin menurutnya.


"Kenapa sih setiap aku jatuh cinta tidak ada yang membalasnya, kenapa aku selalu gundah dan gak pernah sedikit pun merasakan kebahagian dalam bercinta" ucap Sabrina bicara pada diri sendiri.


Sabrina merentangkan tangannya merasakan hebusan angin menerpa tubuhnya, saat itu jalanan tempat di mana Sabrina berdiri tidak terlalu ramai kendaraan, sehingga Sabrina bisa berteriak menumpahkan sesak yang ada di hatinya.


Dari kejauhan sebuah mobil melihat Sabrina seperti orang yang mau bunuh diri, dengan cepat dia langsung menghentikan mobilnya dan berlari kerah sabrina yang masih berteriak seperti orang gilak.


" Apa kamu sudah gila hakh" bentak orang tersebut menarik tangan Sabrina hingga membuat Sabrina membalikkan badannya dan kepalanya terbentur dada bidang orang yang menarik tangan Sabrina.


" Awwwww" ucap Sabrina memegangi keningnya yang sakit.


" Kamu mau bunuh diri cuma gara-gara tadi?" tanya Wisnu yang langsung membuat Sabrina menatapnya dengan wajah bingung.


"Maksudnya kakak apa?" tanya Sabrina masih kurang mengerti.


"Kamu ngapain berdiri di situ, apa gak mau bunuh diri namanya" ucap Wisnu menujuk ke arah ujung  jembatan tempat Sabrina berdiri tadi.


Sabrina pun ikut melihat arah yang di tunjuk Wisnu, begitu dia mengerti maksud Wisnu, kini Sabrina langsung menatap Wisnu dengan tatapan horornya. entah kemana rasa sakit hatinya tadi saat tidak di gubris sama sekali oleh Wisnu.


"Kakak kira aku apa cuma gara-gara cinta aku mau nyempulingin diriku ke situ, ciih negens kali hidup ku di mata kakak" ucap Sabrina dengan mata horornya.


Wisnu yang melihat Sabrina tiba-tiba berubah dalam sekajap langsung mengerutkan alisnya.


Ini anak kenapa jadi mendadak berubah gini,apa karena kerasukan penghuni jembatan ini kali ya, Batin Wisnu langsung meraa kening Sabrina dan langsung di tepis sabrina.


" Apaan sih?" ucap Sabrina.


" Cuma mau ngetes kamu, kenapa mendadak berubah gini, jangan-jangan kamu ketempelen hantu penghuni jembatan ini lagi" sahut Wisnu bergidik ngeri.


Bukannya marah mendengar ucapan Wisnu, Sabrina malah spontan memeluk tubuh Wisu karena takur mendengar kata hantu dari mulut Wisnu.

__ADS_1


Deg


Bersambung.


__ADS_2