Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 211


__ADS_3

Bayu semakin tertawa mendengar pertanyaan Bela, di dekat kan wajah nya ke wajah Bela, Bela yang melihat Bayu mendekati nya langsung merasakan jantung nya mau copot, Bayu membisik kan sesuatu di telinga Bela.


" Karena wanita yang datang bersama ku tadi malama adalah adik ku" ucap Bayu di telinga Bela.


Bela langsung terkejut dan melotot kan mata nya, ada rasa senang di hati nya ternyata Bayu tidak datang dengan kekasih nya, tapi rada senang Bela kalah dengan rasa malu diri nya pada Bayu.


" Jadi....bisa saja orang yang akan aku kasiu bunga tadi malam akan menjadi kekasih ku, tapi sayang dia nya kabur diluan tanpa menerima bunga dari ku" ucap Bayu lagi yang sontak membuat Bela lebih terkejut lagi.


" Emmmm pak saya mau ke toilet, bisa kak bapak keluar dari sini, saya malu karena pakaian saya seperti ini" ucap Bela yang merasa wajah nya sudah membesar karena malu mrndengar ucapan Bayu.


" Baik lah" sahut Bayu kemudian langsung keluar dari kamar dan menutup pintu nya.


Bela lamgsung mengeluar kan nafas nya lega karena Bayu sudah keluar, Bela ingin berteriak, tapi itu mungkin di lakukan nya karena akan membuat diri nya semakin malu.


Sementara di balik pintu, Bayu juga tersenyum sendiri karena mengingat ucapan nya barusan dengan Bela.


Sementara di kamar hotel mewah, Kia dan Pandu bersantai di balkon kamar setelah sholat subuh, udara yang segar di pagi hari, dan berdiri di ketinggian melihat gedung gedung yang tinggi serta kendaraan yang lalu lalang di pagi hari dari balkon kamar.


" Mas segar banget udara nya ya, ini bagus banget untuk Kia karena Kia lagi hamil Mas" ucap Kia berdiri sambil merentang kan tangan nya.


Pandu yang melihat kelakuan istri nya tersenyum dan bangkit dari tempat duduk nya langsung berjalan ke arah Kia berdiri dan langsung memeluk Kia dari belakang.


" Kalau kamu suka, kita bisa tinggal di sini setiap hari sayang" ucap Pandu sambil mencium tengkuk Kia yang tidak pakai Hijab dan mengelus perut Kia yang buncit.


" Kia tidak mau mas, di sini sepi, di lantai ini saja cuma ada satu kamar, padahal lantai ini besar sekali, Kia takut ada hantu, apa lagi kalau Mas pulang" sahut Kia kemudian langsung membalik kan badan nya menghadap Pandu.


Pandu yang melihat wajah imut istri nya langsung menciumi wajah Kia bertubu tubi, angin yang kencang membuat tubuh Kia dan Pandu mendadak dingin.


Pandu pun langsung mencium bibir Kia dan ******* dengan lembut, Kia menutup mata nya menikmati ciuman dari Pandu, Kia pun membalas ciuman nya membuat Pandu semakin bersemangat di pagi hari.


Di lepas Pandu ciuman panas mereka karena Kia sudah kehabisan nafas, Pandu tersenyum melihat bibir pink Kia yang sedikit membengkak.

__ADS_1


" Sayang kita lanjut di dalam yuk, Mas mau ngunjungi bayi kita, seperti sudah lama calon bayi kita tidak di jenguk" ucap Pandu mengajak Kia untuk olahraga pagi.


Kia yang mendengar ucapan Pandu langsung mencubit pinggang Pandu, Pandu hanya tersenyum dan langsung menggendong Kia masuk ke dalam kamar melanjut kan kegiatan mereka.


Kia pun melayani suami nya di pagi hari, Pandu begitu bersemangat mencumbu seluruh tubuh Kia dengan lembut agar Kia merasa aman dan tentu nya calon anak mereka juga tidak tersakiti.


Sementara di kamar lain, Widya terbangun dari tidur nya, di lihat nya Aldi masih tertidur pulas sambil memeluk diru nya, Mata Kia membulat saat melihat jam di dinding kamar hotel sudah menunjuk kan pukul 06.15 wib.


" Ya ampun.....aku kesiangan, belum mandi lagi dan belum sholat" ucap Widya.


" Mas bangun, kita kesingan Mas" Widya membangun kan Aldi.


Aldi tidak bergerak sedikit pun, Widya pun kembali mengelus pipi Aldi agar segera bangun.


" Mas ayo bangun" ucap Widya membangun Aldi dengan mengelus pipi Aldi.


Aldi yang merasa di usik tidur nya perlahan membuka mata nya,di lihat nya wajah istri nya yang ada di depan mata nya, Aldi pun melihat leher Widya yang begitu banyak tanda merah hasil karya nya.


" Mas ihhkk...kok malah senyum senyum sih, kita uda kesiangan Mas" ucap Widya.


Widya langsung duduk dari tidur nya, tak lupa dia menutup tubuh nya dengan selimut agar tidak tubuh polos nya tidak terlihat.


" Kenapa di tutup sayang, Mas juga uda lihat semua nya" ucap Aldi melihat Widya menutup tubuh nya dengan selimut.


" Uda deh mas jangan bicara terus, kita uda kesiabgab ini Mas" sahut Widya kemudian mengambil kemeja Aldi yang terlempar di ujung tempat tidur.


Widya memakai kemeja Aldi untuk menutupi tubuh nya ke kamar mandi, tidak mungkin Widya memakai gaun pengantin nya yang tadi malam, karena akan susah menurut nya.


Aldi hanya melihat apa yang di lakukan Widya, dia masih duduk sambil menyandar di sandaran tempat tidur dengan membiar kan dada bidang nya terbuka, sementara dari pinggang ke kaki Aldi masih tertutup selimut karena Aldi belum memakai apa apa, setelah kegiatan mereka tadi malam.


Widya hanya melirik sekilas dada bidang suami nya yamg seperti roti sobek, Aldi hanya tersenyum melihat Widya yang mencuri curi pandang ke arah nya.

__ADS_1


Saat Widya menurun kan kaki nya ke lantai, Widya meringis karena merasa pedih saat bagian sensitif nya bergesekan.


Aldi yang melihat istri nya kesakitan langsung mengambil boxer nya dan memakai nya, Aldi langsung turun dari tempat tidur dan duduk di lantai memegang tangan Widya.


" Pasti sakit sekali ya sayang" tanya Aldi.


" Tidak apa apa Mas, ini semua akan di rasa kan semua wanita saat melakukan yang pertama kali nya" ucap Widya sambil terswnyum.


" Yasudah ayo Mas bantu kamu mandi" ucap Aldi yang langsung di angguki kepala oleh Widya.


Aldi dan Widya pun mandi secara bergantian, karena Widya tidak mau mandi bareng, masih ada rasa malu di diri Widya.


Di kamar Pandu dan Kia, mereka masih meikmani olah raga pagi mereka, entah kenapa Pandu begitu bersemangat saat melakukan nya di pagi hari.


Qiara yang sudah mandi dan rapi, langsung keluar dari kamar oma dan opa nya menuju kamar mama dan papa nya, Di ketuk nya pintu kamar mama dan papa nya.


Anita yang mendengar suara pintu di ketuk langsung terbangun dari tidur nya, Anita melihat kamar nya yang seperti kapal pecah, baju terlempar dimana mana, Bima yang masih terlelap tidur dengan dada terbuka, Anita hanya menggeleng kan kepala nya saja.


Sekali lagi pintu di ketuk oleh Qiara tapi belum juga di buka oleh Anita, karena Anita masih memakai baju nya.


Bersambung


Author mohon untuk dukung karya author dengab Like,komen yang positif dan Vote 🙏🙏🙏


Kasih bunga dan kopi juga ya plisss.


Dukungan kalian lah yang membuat author semangat untuk nulis 💪💪💪


Dan terima kasih banyak yang sudah mendukung dan mensupport Author, Author berterima kasih sebanyak banyak nya 🙏🙏


Salam sayang author untuk readers tercinta 😊😊😘😘❤❤💋

__ADS_1


__ADS_2