
Ara langsung turun dari mobil dan memandangi sekililing rumah mewah tempat dia di lahir kan, sudah banyak yang berubah dari rumah tersebut, mulai dari warna cat rumah nya dan juga taman yang semakin cantik di pandang mata.
" Waahhh...rumah nya makin bagus saja, rindu banget sama rumah ini, setelah hampir empat tahun tinggali demi kuliah di luar negri" ucap Ara langsung berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak.
Sedang kan ketiga pria tampan yang masih berdiri di samping mobil hanya bisa menggeleng kan kepala mereka saja melihat kelakuan kakak mereka satu satu nya itu.
" Kok terkadang aku males ya lihat kakak aku kalau uda pulang, tapi kalau masih di sana, rindu banget aku nya" ucap Andra yang lansgung mendapat kekehan dari Rajadan Haikal.
Mereka bertiga akan tertawa lepas kalau hanya bertiga, tapi tidak kalau bersama orang lain, termasuk keluarga sendiri.
" Yasudah ayo masuk, kita lihat apa yang di adukan sama kanjeng mami tentang kita" ucap Haikal yang di jawab dengan anggukan oleh Raja dan Andra.
Raja, Haikal dan Andra memang menjuluki Ara dengan kanjeng mami, karena kalau sudah berbicara, maka tidak akan selesai, apa lagi kalau sudah marah, yang mendengar akan merasa jengah sendiri, maka dari itu mereka menjuluki Ara dengan sebutan kanjeng mami, tapi yang pasti nya hanya mereka bertiga yang tahu.
Saat Raja, Haikal, dan Andra sudah memasuki rumah setelah mengucap salam, mereka bertiga langsung saling pandang seteah mendengar aduan kakak satu satu nya itu.
" Benar kan, uda ngomel aja tu mulut" ucap Andra yang langsung mendapat kekehan dari Raja dan Haikal.
Mereka pun langsung berjalan ke ruang keluarga dan wajah datar seperti biasa nya.
" Tuhh...tuuh mereka Oma, manusia mumi, kaku yang tega tega membuat cucu oma yang cantik ini menunggu lama di bandara tadi" tunjuk Ara saat melihat Raja, Haikal dan Andra sudah masuk ke ruang keluarga.
Semua yang ada di ruang keluarga langsung melihat ke arah pria tampan, sedang kan mereka bertiga seperti tidak ada kejadian, duduk di sofa dan memain kan ponsel mereka masing masing.
" Tuuh kan, oma, mama dan tante lihat kan, mereka itu seperi mumi yang diam saja, lama lama tubuh mereka ARa balus beneran dengan kain kasa bia jadi mumi beneran" ucap Ara karena tidak melihat respon adik adik nya sama sekali.
" Sayang" panggil Kia pada putra nya, siapa lagi kalau bukan Raja.
Raja yang mendengar suara mama nya langsung menarik nafas kemudian mengeluar kan nya dengan pelan.
" Tadi Raja dari kampus Ma, jadi gak sempat tukar mobil" ucap Raja membela diri nya.
" Lagian kenapa tadi naik mobil itu, kalau sudah tahu mau jemput aku" ucap Ara kesal.
" Kan kakak tahu kalau Raja gak suka kalau naik mobil mewah ke kampus" ucap Raja dengan suara datar nya.
__ADS_1
Ara hanya bisa berdecak kesal saat mendengar ucapan adik nya yang datar seperti tembok, sedang kan Haikal dan Andra hanya diam saja.
" Yasudah sekarang kamu istirahat dulu gih, nanti mam bangunin kalau kamu papa sudah pulang, biar kita makan malam bersama, kamu pasti capek kan" ucap Anita yang langsung di angguki kepala oleh Ara.
Ara pun langsung beranjak dari sofa tempat duduk nya, namun selum dia beranjak, dia kembali melihat sekeliling rumah mencari sesuatu.
" Cari apa sayang?" tanya Kia saat melihat keponakan nya seperti mencari sesuatu.
" Ara cari adik Ara yang paling imut dan manis Tan, kok gak kelihatan ya, apa dia tidak tahu kalau kaka nya yang cantik ini pulang" ucap Ara melihat ke arah Kia.
Kia hanya tersenyum mendengar ucapan Ara, " Ratu masih sekolah lah sayang, ini kan belum jam pulang sekolah" ucap Kia memberi tahu pada Ara kalau Ratu anak kedua nya dengan Pandu masih sekolah.
Setelah usia Raja memasuki tujuh tahun, Kia kembali melahir kan seorang putri cantik yang begitu mirip dengan sang suami juga, yang di beri nama oleh Pandu Ratu Qiandra Atmaja, yang saat ini masih duduk di sekolah kelas satu SMA.
Ratu begitu cerdas sama seperti kakak nya, anak anak Pandu pintar nya menurun dari otak kedua orang tua nya, sehingga Raja bisa cepat tamat dengan kelas akseleri, tapi saat Raja tidak langsung menyambung kuliah nya, Ia bersama Haikal yang sama sama pintar memilih membantu Pandu dan Aldi di kantor dahulu, mereka sedikit malas menjawab pertanyaan pertanyaan di kampus nanti nya kalau mereka masih usia 16 tahun sudah lulus sekolah, sehingga Raja dan Haikal memilih bekerja dan membuka usaha bengkel mobil dengan hasil jerih payah mereka dari gaji yang di berika oleh orang tua nya.
Sebenar nya Raja dan Haikal bisa saja meminta pada kedua orang tua nya, tapi mereka memilih untuk usaha sendiri karena menurut mereka hasil dari keringat sendiri lebih baik daripada meinta pada orang tua.
Pandu dan Kia hanya bisa mendukung putra nya asal itu msih di jalan yang benar, begitu juga dengan Aldi dan Widya.
Sedang kan Rika dan Firman di berikan bayi kembar, lelaki dan perempuan, yang saat ini masih duduk di kelas tiga SMA yang di beri nama Karan Alamsyah dan Karin Alamsyah, Rika dan Firman memberikan nama itu karena begitu senang nya dengan hal hal yang berbau india, sedang kan Ricki dan Naya memliki satu orang putri yang besar nya sama seperti anak Rika dan Firman, yang di beri nama oleh Ricki Sabrina.
Itu lah anak anak mereka yang sampai saat ini masih melanjut kan persahabat dari turunan orang tua nya.
*******
Malam hari seluruh keluarga Atmaja berkumpul setelah makan malam, tak lupa ada Aldi dan Widya yang hadir karena sudah seperti saudara sendiri.
" Jadi apa aduan putri kesayangan papa setelah pulang dari luar negeri hari ini?" tanya Bima yang sudah duduk di samping putri nya.
Ara langsung berdecak kesal saat di tanya seperti itu, dia langsung menatap ketiga pria tampan yang sedang asik main game dari ponsel nya, Ratu yang melihat tatapan kakak sepupu nya langsung mengerti.
" Pasti kak Ara sebal sama kak Raja Cs kan?" tanya Ratu yang langsung dijawab anggukan kepalaoleh Ara.
Mulai lagi deh ni kanjeng mami ngadu trip kedua, siap siap dahh dapat ceramah, batin Raja Cs bersamaan.
__ADS_1
" Raja...." panggil Pandu setelah mendengar Ratu berbicara.
" Maaf Pa...cuma telat jemput kan....eh Kak Ara di bandara" ucap Raja meminta maaf.
" Bohong Om, bukan hanya telat jemput, tapi mereka jemput nya naik mobil butut itu, yang jalan nya saja gak bisa cepat, di tambah mobil nya mogok saat mau jemput Ara" ucap Ara menambahi omongan Raja yang belum semua ucap kan.
Semua yang mendengar ucapan Ara hanya bisa menarik nafas, dari dulu Ara memang tidak suka naik mobil Raja karena mobil lama yang di modif modif, di tambah lagi warna yang di ubah menjadi warna Orange, menambah Ara tak suka melihat atau pun menaiki mobil kesayangan raja.
" Ckckck...kak Raja hobi banget sih buat kak Ara marah, padahal kan kalian tahu kalau kak Ara sudah marah gak kelar kelar" ucap Ratu sambil cekikikan di belakang bahu papa nya.
Raja hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Ara atau pun adik nya, dia masih melanjut kan main game nya dari pada mendengar kanjeng mami ngadu tentang diri nya, it lah fikir nya.
" Pokok nya Ara gak mau tahu, mulai besok Ara mau nyupir sendiri, Ara kan uda gede Ma, Pa" ucap Ara.
" Lagian kalau Ara selalu di buntuti sama tiga mumi ini, yang ada Ara gak akan bisa punya pacar Ma, mama dan papa kan tahu mereka bertiga seperti apa? dari dulu kalau ada cowok yang dekati aku langsung di hadang sama tiga mumi itu" lanjut Ara lagi yang hanya bisa membuat orang tua nya geleng geleng kepala.
" Itu kan demi kabaikan kamu kak, lagian kamu kan tahu kalau laki laki di luar sana semua nya brengsek" ucap Andra membela diri nya.
" Termasuk kalian bertiga" ucap Ara yang langsung menmbuat Raja Cs melihat ke arah Ara.
" KIta beda dong kak, kita ini lelaki setia, mana ada kita nyakiti hati cewek" ucap Haikal yang tidak mau dikatain lelaki brengsek.
" Mana ada kamu bilang Kal, dengan kalian tidak mengubris sapaan wanita wanita diluar sana, apa itu tidak bilang di brengsek" ucap Ara.
" Yaa beda dong, kita itu malah bagus cuek begitu, biar cewek cewek di sana gak pada baper, kakak kan tahu sendiri kalau adik adik kakak ini tampan nya seperti apa" sahut Haikal yang menyombong kan diri nya.
Raja hanya tersenyum sedikit saja, sedang kan Andra tersenyum lebar sambil menaik kan turun kan mata nya menatap Ara.
Ara yang melihat nya pura pura ingin muntah, dan semua kejadian di ruang tamu membuat tawa keluarga Atmaja yang semakin bahagia melihat kerukunan anak anak mereka.
Oma Dewi pun senang melihat cucu nya yang sudah kumpul semua, dia merasa lebih sehat sekarang walau pun usia nya sudah tidak muda lagi, setelah kepergian papa Ridwan, mama Dewi bahagia karena ada yang memenami nya selama ini, di tambah mempunyai cucu yang baik membuat oma Dewi selalu bersyukur.
Dan Oma Dewi juga sudah bisa berjalan kembali setelah jerih payah Kia dan Anita tentu nya.
Bersambung...
__ADS_1