Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 66


__ADS_3

Raja yang melihat semua nya masih bertanya tanya dan tidak percaya, dia menatap mama nya yang tersenyum manis pada nya.


" Ma..bukan nya tadi mama bilang kalau..." ucapan Raja terpotong oleh ucapan Ara.


" Kalau kamu di prank oleh kami, Hahahaha" ucap Ara tertawa.


Raja melihat mama nya setelah mendengar ucapan Ara, Kia mengangguk membenar kan ucapan Ara.


Raja langsunglemas sekatika, ternyata orang rumah nya pada mengerjai nya mengatakan kalau ternyata Cahaya menolak khitbah dari diri nya, ternyata itu semua hanya lah prank saja.


Kini Raja menatap Cahaya yang kebetulan sedang menatap ke arah diri nya, tatapan mata mereka bertemu, Raja tersenyum tipis pada Cahaya, Cahaya langsung menunduk kan wajah nya karena malu.


Raja kembali tersenyum tipis melihat tunangan nya malu karena di tatapan oleh diri nya, Raja terus melihat ke arah Cahaya, enta kenapa setelah diri nya menghitbah Cahaya, ingin sekali Raja selalu melihat wajah tunangan nya itu.


Saat Cahaya kembali melihat ke arah Raja, dengan cepat Raja mengucap kan kata dari jarak jauh tanpa suara sambil menatap wajah Cahaya.


" I LOVE YOU" ucap Raja dengan tanpa suara.


Cahaya yang tahu apa kata kata yang di keluar kan dari mulut Raja mendadak jantung nya langsung berdetak, ia kembali menunudk kan wajah nya karena begitu malu, wajah nya sudah memerah karena melihat kata kata dari mulut Raja, hal itu tak luput di lihat dari mata Oma Dewi.


Oma Dewi begitu senang karena melihat cucu cucu nya bahagia dan menemukan pasangan yang benar benar baik baik, dan Oma Dewi juga melihat sosok Cahaya sama seperti KIa, wanita sederhana yang banyak keistimewaan nya.


Setelah selesai acara khitbahan Raja dan Cahaya, Kini saat acara di lanjut kan dengan pertukaran cincin antara Haikal dan Ratu.

__ADS_1


Semua keluarga melihat lucu kedua pasangan ini, karena Haikal yang sikap nya dingin sementara Ratu yang sedikit heboh sama seperti Ara.


Dan yang lebih lucu lagi adalah Ratu yang masih kecil sudah bertunangan, sementara di gadis kecil yang duduk tepatdi sebelah bunda nya Sabrina merasa sedih, karena selama ini Sabrina juga mempunyai perasaan yang sama pada Haikal.


Ternyata kak Haikal selama ini jatuh cinta nya pada Ratu, aku harus ikhlas walau sakit, batin Sabrina menatap Haikal dan Ratu yang baru saja di pasang kan cincin oleh kedua orang tua mereka.


" Mereka lucu ya sayang, pasangan kecil" ucap Azmi pada Ara.


Ara hanya tersenyum melihat keculuan pada adik kesayangan nya ratu karena kecil kecil sudah tunangan.


" Acara nya sudah selesai, ingat ya..kalian harus menjaga hati kalian masing masing" ucap papa Aldi.


" Dan untuk ketiga pangeran tampan, selamat tinggal..selamat melanjut kan study kalian di negara orang, Jerman menunggu kalian" ucap papa Pandu yang membuat Cahaya langsung menatap Raja yang masih berada di depan nya.


" Waah waahh...saya gak nyangka ya, keluarga Atmaja langsung mendapat mantu tiga sekaligus walau pun dua lagi menyusul" ucap papa Azmi yang di sambut tawa oleh semua nya.


Setelah berbincang bincang sedikit, di lanjut keacara makan makan yang sudah di siap kan oleh keluarga Atmaja, setelah makan para orang tua duduk di ruang tamu sambil berbicara bicara mengenai acara lamaran Ara dan Azmi yang tinggal tiga hari lagi.


Sementara para anak anak duduk di taman belakang, tepat nya di dekat kolam renang.


Ara dan Azmi duduk di ayunan, Raja dan Cahaya di depan kolam renang, Haikal dan Ratu duduk di pendopo, bareng Andra, Arti, Sabrina, Karan dan Kiran. Mereka bercerita cerita sambil sesekali terkekeh, hanya Haikal dan Andra yang diam saja tapi sesekali tersenyum melihat kelucuan yang di buat oleh anak nya Firman, siapa lagi kalau bukan Karan dan Kiran, dan di susul kelucuan oleh Ratu tentu nya, sementara Sabrina hanya sesekali tertawa karena mood ny sedang tidak baik, sementara Arti yang masih segan hanya sesekali tertawa.


Di depan kolam renang, Raja terus menatap Cahaya dengan dalam, di bawah sinar bulan, wajah cantik Cahaya semakin cantik di mata Raja.

__ADS_1


" Jangan menatapku seperti itu?" ucap Cahaya kemudian langsung menunduk kan kepala nya.


Raja tersenyum melihat Cahaya yang masih malu malu pada diri nya.


" Sejak kapan?" tanya raja tiba tiba.


Cahaya kembali mengangkat kepala nya menatap Raja saat mendengar pertanyaan Raja, " Apa nya?" tanya balik Cahaya.


" Jatuh cinta pada ku" ucap Raja menatap Cahaya.


Cahaya tersenyum, kemudian Cahaya menggeleng kan kepala nya, dan menatap ke arah kolam renang, " entah lah, yang jelas saat kita terjebak di hutan saat itu, dan kamu begitu perduli pada ku, jantung ku berdetak begitu cepat, dan saat aku mendengar kalau kamu mau di nikah kan sama mama, aku merasa kalau hidup ku tidak ada guna nya, tapi saat mama datang siang ini, aku gak menyangka kalau wanita yang mau di nikah kan itu ternyata aku" ucap Cahaya melihat air kolam renang yang ada di depan nya.


Raja tersenyum, kemudian dia memegang tangan Cahaya dengan lembut, " Aku begitu mencintai kamu Ya, tolong jaga hati mu saat aku di negara orang nanti, sampai aku kembali untuk menjadi kan kamu istri ku dan ibu dari anak anak ku" ucap Raja menatap mata Cahaya begitu dalam.


Cahaya begitu terharu mendengar kata kata yang keluar dari mulut Raja, tak terasa air mata nya langsung mengalir, dan Cahaya langsung mengangguk kan kepala nya masih dengan menatap Raja.


" Aku akan selalu menjaga hati ku dan menunggu kamu Ja, kamu saja sanggup menunggu dan mencari ku selama empat tahun, masak aku gak bisa menunggu berjuang di negara orang untuk masa depan calon suami ku dan ayah dari anak anak ku juga" ucap Cahaya yang langsung di sambut senyuman yang paling manis dari bibir Raja.


Dari kejauhan Ara melihat Raja dan Cahaya merasa iri karena walau pun Raja kaku seperti mumi dan dingin seperti kulkas dua pintu ternyata bisa romantis juga.


" Ternayata itu mumi bisa romantis juga ya, aku kira bakalan kaku dan dingin terus" ucap Ara yang langsung di sambut tawa oleh Azmi.


" Pasti bisa lah sayang, bukti nya kakak aja bisa, tapi itu hanya berlaku hanya untuk bidadari kaka saja, tidak dengan yang lain" ucap Azmi yang langsung membuat Ara tersenyum malu malu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2