
Setelah Bela menghubungi Aldi, Aldi langsung memberi tahu kan kepada Pandu yang saat ini sedang menemani Kia memakan serabi yang seharus nya di makan oleh Ricki.
" Enak banget ya sayang? sampai segitu nya makan nya?" tanya Pandu yang melihat Kia memakan serabi begitu lahap nya.
" Ini memang benaran enak sayang, endolita" sahut Kia dengan meragakan gaya bicara nya.
Pandu hanya tersenyum melihat tingkah lucu istri nya, " Padahal pipi kamu sudah seperti serabi sayang, chuby" ucap Pandu sambil Mencium pipi Kia.
Kia hanya tersenyum dan melanjut kan makan nya.
Aldi langsung masuk ke ruangan Kia dan memberi tahu pada Pandu kalau Bayu sudah menunggu di kantor.
" Ndu seperti nya kita harus balik ke kantor sekarang, soal nya Bayu sudah memunggu di kantor, barusan Bela menghubungi" ucap Aldi memberi tahu.
Pandu tidak menjawab, Dia hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan melihat istri nya yang sedang asik menikmati makan nya.
" Sayang Mas sudah bisa balik ke kantor kan" ucap Pandu.
" Iya Mas, Mas balik ke kantor saja, maaf ya Mas gara gara Kia, Mas jadi bolak balik" sahut Kia merasa bersalah, tapi tetap memakan serabi nya.
" Yasudah kamu lanjut dulu makan nya ya, Mas balik ke kantor" ucap Pandu pamit dan tak lupa mencium kening Kia.
" Hati hati ya Mas" sahut Kia tak lupa mencium punggung tangan Pandu.
Pandu hanya tersenyum dan langsung berjalan keluar dari ruangan Kia, Aldi pun langsung mengikuti Pandu tapi sebeluk nya Aldi pamit pada Widya yang beberapa hari lagi akan menjadi istri nya.
Aldi langsung melaju kan mobil nya menuju gedung Atmaja gruop, Sementara Bayu yang di suruh menunggu di ruangan khusus untuk tamu memain kan ponsel nya.
Bela yang sesekali melirik Bayu dari meja kerja nya entah kenapa jantung nya terus berdetak begitu cepat.
Asisten Bayu yang dari tadi memperhati kan Bayu hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja karena lucu melihat tingkah Bela.
" Bos seperti nya bos bisa cepat move on daro istri nya tuan Pandu, kalau Bos sudah mendapat kan pengganti nya, dan seperti nya ada yang cocok buat Bos" ucap asisten Bayu yang bernapa Niko.
" Maksud kamu apa Nik" tanya Bayu yang tidak mengerti.
" Itu Bos, seperti nya nona Bela ada hati dengan Bos, karena dari tadi selalu melirik Bos saja" ucap Niko memberi tahu.
Bayu yang mendengar perkataan Niko langsung melihat ke arah Bela, dan benar saja, saat Bayu melihat Bela, Ternyata Bela juga sedang melihat ke arah Bayu, sehingga tatapan mata mereka bertemu.
Bela dengan cepat langsung menunduk kan kepala nya karena katahuan sedang memperhatikan Bayu, sedang kan Bayu hanya tersenyum karena lucu.
Tak berapa lama Pandu dan juga Aldi sudah sampai di kantor dan langsung memasuki lift untuk menuju ruangan nya Pandu di lantai 15.
__ADS_1
Saat pintu lift sudah terbuka, Pandu langsung bertanya pada Bela dimana Bayu menunggu diri nya.
" Bel dimana Pak Bayu menunggu saya?" tanya Pandu langsung dan membuat Bela kaget.
" Pak Bayu sedang menunggu di ruang tunggu pak" sahut Bela sambil menunjuk ke arah ruangan dengan tangan nya.
Pandu pun mengikuti arah tangan Bela dan melihat Bayu berada di sana, Bayu pun yang melihat Pandu sudah datang langsung beranjak dari duduk nya dan berjalan menemui Pandu.
" Maaf Bay sudah menunggu lama, saya tadi ke rumah sakit sebentar" ucap Pandu memberi tahu pada Bayu saat Bayu sudah berada di hadapan nya.
" Tidak masalah Ndu, aku juga belum terlalu lama kok nunggu nya" sahut Bayu dan di jawab anggukan oleh Pandu.
" Yasudah kalau gitu kita langsung ke ruang meeting saja" ajak Pandu.
Bayu pun hanya mengangguk kan kepala nya, sedang kan Pandu langsunh menyuruh Bela untuk menyiap kan berkas berkas nya.
" Bel kamu siap kan berkas nya semua ke ruang meting ya" ucap Pandu.
" Baik Pak" sahut Bela dan kembali melirik Bayu.
Semua sudah berada di ruang meting, Bela berjalan ke arah Bayu untuk menyerah kan berkas metiing yang akan di bahas pada meeting kali ini.
Tapi saat Bela memberi kan berkas itu terlalu lama di meja Bayu, sehingga Aldi yang dari tadi memperhati kan Bela langsung menegur nya.
" Bela kamu kenapa lama sekali di meja pak Bayu?" tanya Aldi yang langsung membuat Bela terkejut.
Semua yang ada di ruangan itu terkejut, Bela yang sadar dengan omongan yang keluar dari mulut nya langsung menutup mulut nya dan melihat Bayu kemudia melihat Pandu selaku bos nya.
" Maaf pak, maksud saya bukan seperti itu" ucap Bela langsung meminta maaf.
" Yasudah kamu langsung duduk di sini" suruh Pandu.
Bela pun langsung berjalan ke meja yang di suruh Pandu, dan menunduk kan kepala nya karena sudah malu bukan main.
Bela...kok kamu bodoh banget sih, kagum si kagum dengan pak Bayu, tapi gak gitu juga kali, Batin Bela.
Sementara Bayu hanya bisa tersenyum kecil melihat Bela yang dari tadi menunduk kan kepala nya saja.
Selama meeting Bela tidak berani melihat ke arah Bayu, sedang kan Bayu sesekali melirik ke arah Bela, Bayu merasa lucu dengan sikap dan tingkah Bela.
Selama satu jam setengah, ahkir nya meeting pun ahkir nya selesai, Bela langsung memberes kan berkas berkas nya, Sedang kan Pandu, langsung mengajak Bayu untuk makan siang bersama karena jam sudah menunjuk kan waktu makan siang.
" Bay berhubung sudah waktu nya makan siang, gimana kalau kita makan siang bareng" ajak Pandu.
__ADS_1
" Boleh lah, aku juga gak lagi agak santai kok" sahut Bayu.
Mereka pun langsung keluar dari ruang meeting dan berjalan ke arah lift, tapi Bayu sempat berhenti di meja Bela sejenak, Bela yang melihat Bayu berhenti di depan meja pun langsung mengangkat kepala nya.
" Jangan lupa makan siang" ucap Bayu saat Bela sudah melihat diri nya.
Bela yang mendengar ucapan Bayu pada diri nya spontan langsung mengangguk kan kepala nya saja dan jangan di tanya lagi jantung nya, sedang kan Bayu hanya tersenyum kemudian langsung melanjut kan langkah nya.
Hal itu di lihat oleh Pandu, Aldi dan juga Niko, Bayu hanya melempar senyum saat semua mata mengarah ke arah diri nya.
" Kamu bisa dekati Bala Bay kalah kamu ada hati dengan nya" ucap Pandu langsung saat berada di dalam lift.
" Aku hanya lucu melihat diri nya Ndu, lagian aku juga tidak begitu kenal dengan dia, yang aku tahu dia hanya sekretaris kamu" sahut Bayu.
" Tak kenal maka nya tak sayang, tak sayang maka nya tak cinta Bos" ucap Niko menimpali dan dengan senyuman khas nya.
Mendengar ucapan Niko sontak membuat Pandu dan Aldi tertawa, sedang kan Bayu hanya senyum sekilas karena malu.
Ini aku kasih visual Kanaya, Bela, Naya dan Reza ya.
Kanaya Salsabila
Belana Anindya
Yarana Indirani
Reza Akbar
Semoga kalian suka sama visual nya ya, dan ini menurut Author ya, kalau kalian tidak sudak bisa ngehalu yang lain.
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ya geas, dengan Like,komen dan Vote.
Kasih Bunga dan kopi juga ya readers yang baik hati dan rajin menabung plisss 🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih yang sudah memberi kan semangat pada author ya, semoga kalian di beri kan slalu kesehatan dan rezeki yang melimpah, aamiin.
Love you more 😊😊