
Yara yang melihat ketakutan di wajah Kia tersenyum tipis, awal nya dia memang ingin membalas kan sakit hati kakak nya pada wanita yang membuat kakak nya menderita, maka nya dia kembali ke indonesia dan meminta pada kakak nya untuk membantu diri nya agar bisa ke terima di rumah sakit tempat dimana orang yang sudah membuat kakak nya sakit hati.
Tapi setelah melihat Kia, semua nya pupus karena kelembutan yang ada pada diri Kia.
" Tapi itu dulu Kia, saat aku melihat mu pertama kali, semua pikiran ku langsung hilang untuk menyakiti mu, karena aku melihat diri mu bukan wanita yang suka mempermain kan lelaki karena harta nya" ucap Yara sambil tersenyum.
Kia mengeluar kan nafas nya karena merasa lega kalau Yara tidak menyakiti nya, dia pun membalas senyuman Yara.
" Tapi aku akan tetap memantau kamu agar kamu tidak menyakiti adik ku dan berusaha menghancur kan rumah tangga adik ku" ucap Anita tiba tiba yang sebenar nya dari tadi mendengar kan pembicaraan Kia dan yara.
Kia dan Yara terkejut mendengar suara Anita, mereka langsung berdiri menghadap Anita yang berdiri sambil menatap Yara dengan tatapan dingin.
" Kak Nita sejak kapan di sini?" tanya Kia takut takut.
" Sejak dari tadi" sahut Anita dengan menatap Yara.
" Kak ini tidak seperti yang kakak fikir kan, Yara tidak seperti itu, dia...." ucapan Kia terpotong.
" Kakak sudah tahu Kia, karena sebenar nya kakak sudah menyuruh orang suruhan kakak untuk menyelidiki Yara, tapi dia tidak jadi menyakiti mu, karena melihat kelembutan dimata mu, tapi walau pun begitu kakak masih mewanti wanti nya, menginggat kejadian saat Bayu yang mengikhlas kan diri mu tapi nyata nya dia malah ingin mencelakai Pandu" potong Anita tetap menatap Yara.
Kia tidak bisa menjawab ucapan Kakak ipar nya, karena semua yang di kata kan kakak nya benar.
" Maaf kan sikap aku dan kak Bayu, tapi jujur dari hati ku yang paling dalam memang benar kak, aku tidak akan menyakiti Kia, aku justru ingin kenal dekat dengan nya dan ingin mencontoh diri nya agar aku bisa bisa seperti diri nya kak" ucap Yara meyakin kan Anita.
" Kamu tidak perlu mencontoh aku agar bisa seperti aku Ra, jadi lha diri mu sendiri, karna itu akan membuat mu lebih tenang, tanpa mengikuti orang lain" ucap Kia memberi tahu.
" Kak Nita tolong percaya Yara, dia tulus kak, daro tatapan mata nya dia tulus kalau dia tidak akan menyakiti Kia" ucap Kia memberi tahu pada Anita.
" Yara mohon percaya lha sama Yara Dok, aku tidak akan menyakiti Kia, justru aku ingin berteman dengan nya dan yang lain nya juga" ucap Yara agar Anita semakin percaya pada nya.
Anita melihat ada kejujuran di mata Yara, dia pun mempercayai nya karena orang suruhan nya juga mengatakan hal yang sama.
" Baik lha aku percaya dengan mu, tapi kalau aku mendengar dan melihat kalau kau menyakiti Kia dan mengahancur kan rumah tangga nya, aku yang akan membalas nya pada mu" ucap Anita.
__ADS_1
Yara langsung mengangguk kan kepala nya dengan tersenyum, Kia juga tersenyum ahkir nya tidak ada salah paham lagi.
" Berteman" ucap Kia dan mengulur kan tangan nya di depan Yara.
Yara tersenyum dan membalas uluran tangan Kia, " Berteman" sahut Yara dengan senyuman di bibir nya.
Anita yang sudah melihat semua nya sudah selesai, dia pun langsung mengajak Kia untuk segera pulang.
" Yasudah ayo kita pulang dek, takut nya Ara nungguin lama di rumah" ajak Nita.
Kia pun langsung mengangguk kan kepala nya dan langsung pamit pada Yara untuk pulang diluan.
Yara melihat kepergian Kia dan Anita, ada senyuman ketulusan dan kebahagian di diri Yara karena bisa berteman dengan Kia.
Mudah mudahan dengab aki berteman dengan Kia, aku bisa menjadi lebih baik, dan mendapat kan jodoh yang baik seperti Kia, Kak Bayu kau memang benar, Kia orang nya begitu baik, pantes kamu begitu mencintai nya, semoga kamu juga menemukam cinta mu kak, Batin Yara dan langsung berjalan menuju parkiran untuk pulang.
Sementara di gedung Atmaja Group, Bayu jalan menuju ruangan Pandu setelah di beri tahu oleh resepsionis dimana ruangan Pandu.
Bayi sudah sampai di lantai dimana ruangan Pandu berada, dia pun berjalan ke arah sektretaris Pandu, untuk segera bisa bertemu dengan Pandu.
" Permisi bisa bertemu dengab pak Pandu" ucap bayu di depan meja Bela.
Bela yang sedang fokus membuat jadwa Bos nya dalam satu minggu ke depan tidak menyadari kedatangan Bayu, saat mendengar ada suara yang menyapa nya langsung mengangkat kepala nya.
Deg
Bela terbengong melihat ketampanan Bayu, sedang kan Bayu yang di tatap seperti itu menjadi aneh, dia memandang asisten nya bingung, sedang kan asisten nya hanya mengangkat bahu nya tanda tidak tahu.
" Nona" panggil Bayu dengan lembut.
Bela pun langsung tersadar dan langsung berdiri dan menunduk dengan sopan.
" Maaf pak maaf, mari pak saya antar ke ruangan Pak Pandu" ucap Bela sedikit gugup.
__ADS_1
Bela pun berjalan menuju ruangan Bos nya, dengan tangan gemetar Bela msngetuk pintu karena Bayu berdiri tepan di belakang nya.
Setelah mendengar suara dari dalam, Bela langsung membuka pintu dan masuk terlebih dahulu.
" Permisi pak, ada pak Bayu ingij menemui bapak" ucap Bela sopan.
" Suruh masuk Bel" ucap Pandu masih menatap berkas berkas nya.
" Baik pak" sahut Bela dan menuju pintu dan membuka pintu untuk mempersilah kan Bayu masuk.
Bayu pun masuk setelah di persilah kan Bela masuk, Bela berdiri di depan pintu sambil memegang gagang pintu dan menatap Bayu yang berjalan masuk ke ruangan Bos nya.
" Seperti nya aku datang di waktu yang tidak tepat oak Pandu, karena sekarang lagi sibuk" ucap Bayu yang sudah masuk di ruangan Pandu.
Pandu mengangkat kepala nya dan tersenyum saat melihat Bayu sudah berada di ruangan nya.
" Ya begitu lha Bay, sedikit ada masalah, tapi tidak masalah, silah kan duduk Bay"sahut Pandu dan mengajak duduk di sofa yang ada di ruangan nya.
Tapi saat ingin duduk, Pandu melihay sekretaris nya yang masih berdiri di depan pintu menatap Bayu begitu dalam.
" Bela kenapa kamu masih berdiri di situ" tegur Pandu pada sekretaris nya.
Bela pun terkejut dan langsung pamit keluar untuk melanjut kan pekerjaan nya, sedang kan Pandu hanya menggeleng kan kepala nya melihat ulah sekretaris nya yang menatap Bayu seperti ingin memakan nya, sedang kan Bayu hanya tersenyum melihat kelucuan sekretaris Pandu.
Bersambung...
Jangan lupa tinggal kan jejak ya readers, dengan Like,komen dan Vote yang banyak, dan kasih hadiah atau poin yang banyak juga ya readers tercinta, biar karya Author bisa naik rangking nya.
Terima kasih atas dukungan dan semangat dari Readers tercinta, semoga kalian semua di berikan kesehatan dan rezeki yang melimpah, Amiiin.
salam sayang author untuk readers tercinta.
Love You More 😊😊❤❤
__ADS_1