
Mc terus berbicara dan saat ini adalah acara yang di tunggu tunggu, yaitu acara pertukaran cincin, dan mama Nita sudah memberikan cincin ke arah Andra untuk di pasangkan ke jari manis Tiara.
" Ayo sayang pasang cincinnya di cari calon istri kamu" perintah mama Nita.
Tangan Andra terangkat, namun belum sampai tangan Andra menggapai cincin tersebut, tiba tiba saya Andra terjatuh di atas panggung dan pingsan tanpa duga duga.
BRUUUUUk
" Andra" Teriak mama Nita dan papa Bima.
Deg.
Jantung Tiara langsung berdetak begitu kenang, air matanya langsung menetes melihat Andra jatuh tak sadarkan diri tepat di hadapnnya.
" Andra" panggilnya dengan suara lembut.
Dengan cepat Wisnu, Azmi, Raja dan Haikal langsung mengangkat tubuh Andra ke belakang panggung, Azmi dengan cekatan memeriksa keadaan adik iparnya.
" Az gimana keadaan Andra, kenapa tiba-tiba Andra bisa pingsan" tanya mama Nita dengan wajah yang sudah begitu khawatir.
" Sabar ya Ma, biar Azmi permiksa dulu, bisa jadi Andra kelelahan Ma" jawab Azmi yang masih fokus memeriksa adik iparnya ini.
Raja membisikkan sesuatu pada Haikal, Haikal begitu terkejut mendengarnya dan langsung melihat ke arah Andra, Sedang kan Azmi yang sedang memeriksa keadaan Andra langsung menaikkan alisnya, semuanya normal, tidak ada masalah sedikit pun pada kesehatan adik iparnya ini.
Azmi menatap Raja yang tepat berada di hapadannya, Raja dan Haikal hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu apa apa.
Azmi langsung tersenyum dan membisikan sesuatu di telinga Ara, Ara langsung melototkan matanya setelah mendengar bisikan dari suaminya.
Mata Ara melotot melihat ke arah Andra yang masih tertidur di sofa, lalu melihat sekeliling yang saat ini begitu merasa khawatir dengan kondisi Andra, terlebih lagi Ara melihat calon adiknya iparnya Tiara yang tak hentinya menangis di dalam pelukan Wisnu.
" Apa Andra belum makan, makanya dia bisa pingsan?" tanya Oma Dewi dengan wajah tak kalah khawatirnya.
" Andra malah makan banyak tadi Oma" jawab Ara dengan nada ketus.
" Lantas kenapa Andra bisa pingsan" tanya Oma Dewi lagi.
" Mungkin Andra mengidap penyakit dalam yang serius Oma, kita harus secepatnya memeriksa keadaan Andra ke rumah sakit, dan mungkin acara ini akan di tunda dulu, atau bisa jadi di batalkan" jawab Ara sengaja menguatkan suaranya.
Deg
__ADS_1
" Apa" ucap Tiara dengan suara terbata.
Dadanya rasanya begitu sesak, Tiara semakin menagis bahkan tanpa suara, karena untuk menghirup udara saja dia sudah tidak mampu. Acara lamaran yang sudah di impikan nya sedari dulu dengan pria yang begitu di cintainya kini harus di batalkan.
" Sabar ya" ucap Wisnu langsung memeluk adiknya.
Ara berjalan ke arah Tiara karena merasa tidak tega, Ara membisikkan sesuatu ke telingan Tiara dan membuat Tiara begitu terkejut. dan dengan cepat Tiara langsung melihat ke arah Andra.
" Heeemmmm" dehem Azmi .
" Sayang kamu telpon ambulance gih, kita harus cepat memeriksa Andra, dan kalau perlu kita langsung opersi saja" ucap Azmi.
" Sudah By, dan kamu Tiara, sepertinya Andra bukan jodoh kamu, kakak tidak kamu kamu mendapatkan suami yang penyakitan seperti Andra, kamu cantik Tiara, kamu wanita yang baik, tidak pantas bersanding dengan adik kakak yang penyakitan itu" ucap Ara dengan suara cemprengnya.
Whaaat, Tiara, aku gak salah dengarkan, tadi kak Ara nyebutin calon istriku Tiara, tapi apa memang dia Tiaraku, atau hanya namanya saja yang sama, batin Andra yang ternyata pura pura pingsan.
" Ara jaga ucapan kamu, gak mungkin adik kamu punya penyakit kronis, mama yakin dia hanya kelelahan saja" ucap mama Nita tidak terima.
" Tapi setelah di fikir fikir apa yang di katakan kak Ara benar Tan, sepertinya Tiara tidak pantas untuk Andra, mungkin ada wanita lain yang bisa menerima Andra dengan kondisi Andra yang seperti ini" ucap Tiara yang membuat seluruh keluarga terkejut terutama mama Nita.
" Tiara kenapa bicara seperti itu sayang, kamu adalah wanita yang begitu di cintai Andra, tolong jangan seperti ini nak" ucap mama Nita memeohon.
" Sudahlah ma, mama tidak usah sedih begitu, kita bisa cari wanita lain untuk adik ku ini, lagian Andra pasti banyak yang mau, sekarang ayo bubar, dan kamu Tiara, kamu bisa pulang sekarang, kami juga mau membawa Andra ke rumah sakit" ucap Ara yang membuat semua di sana semakin terkejut.
" Qiara" bentak mama Nita karena sudah tidak tahan dengan ucapan anaknya.
Namun tiba tiba saja mata Andra langsung terbuka, Azmi yang melihat Andra sudah membuka matanya hanya bisa tersenyum sedikit.
" Kamu sudah sadar Ndra?" tanya Azmi dengan pura-pura tidak tahu.
" Kenapa aku bisa ada di sini? bukannya tadi aku ada di atas panggung untuk bertukar cincin" tanya Andra yang sambil memegang kepalanya.
Mama Nita langsung mendekati Andra dan memeluknya, " Kamu tidak apa apa kan sayang, gak ada yang sakit kan?"tanya mama Nita.
" Andra gak apa apa Ma, Andra baik baik saja" jawab Andra.
" Ayo kita lanjut acara lamaranya, pasti para tamu sudah menunggu di luar" ucap Andra.
" Emang siapa yang mau lamaran sama kamu, Tiara sudah pulang" ucap Ara dengan wajah ketus.
__ADS_1
" APAA" ucap Andra dan mama Nita bersamaan.
" Kenapa Tiara di biarkan pergi sih, cepat kejar Tiaranya, Andra sudah siuman" ucap mama Nita.
" Tiara gak akan mau tunagan sama pria tukang ngibul kayak anak mama itu, gaya sok gak mau nerima lamaran ini dan pura pura pingsan biar acara ini di batalkan" ucap Ara dan membuat semua orang tua yang ada di sana terkejut dan menatap wajah Andra dengan tatapan mata yang tajam.
" Benar yang kakak kamu bilang Ndra?" tanya Mama Nita.
Andra hanya bisa cengegesan tak jelas, " maaf Ma, Andra fikir cuma ini cara satu satunya agar aku tidak bertunangan dengan wanita yang tadinya gak aku kenal, tapi ternyata aku salah, mama malah memilih wanita yang tepat untuk Andra" jawab Andra.
"kalau begitu batalkan saja acara ini, mama kecewa sama kamu Ndra" ucap mama Nita dengan nada kesal.
"Jangan dong Ma, kita baikan ya plisss" bujuk Andra.
" Kamu baikan sama mama, terus kamu mau tungan sama siapa? Tiara sudah pulang" ucap Ara yang langsung membuat Andra terkejut dan spontan berlari keluar.
Namun saat masih di depan pintu, Wisnu berdehem dan tepat di samping Wisnu ada Tiara yang menatap Andra dengan wajah kesal.
" Heeehhem" deheman Wisnu.
" Wisnu, Tiara" ucap Andra sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
" Maaf" ucap Andra sambil memegang tangan Tiara.
" Aku gak mau kehilangan kamu, ini rasanya adalah mukjizat yang di berikan oleh Allah untuk ku karena semua doa doa ku di kabulkan olah Allah, karena setiap sujud ku, aku selalu menyebut nama mu untuk menjadi istriku dan ibu dari anak anak ku nantinya" sambung Andra lagi dengan wajah tulusnya.
" Preeeeet, gaya bener bahasa Lu, tadi aja pakek acara pingsan bohongan" ucap Ara yang langsung membuat seluruh keluarga Atmaja terkekeh.
Andra hanya bisa mendengus kesal menatap wajah kakaknya namun genggaman tanganna masih erat memegang tangan Tiara.
" Tiara" Panggil Andra dengan suara lembut.
" Yaaah" sahut Tiara.
" Will you marry me" ucap Andra dengan bersungguh sungguh.
Tiara terharu dan langsung meneteskan air matanya, namun keseriusan mereka selalu saja di buat kekehan oleh Ara sang kakak yang sudah begitu kesal dengan kelakuan adiknya tadi.
" Masih mau tunangan ini woii, main nikah nikah aja Loh" teriak Ara yang membuat Andra jadi gagal fokus.
__ADS_1
Bersambung.