Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 193


__ADS_3

Acara pertunangan Arti dan Yusuf di gelar di hotelbintang lima, semua keluarga Atmaja sudah hadir menjadi keluarga Arti. Cahaya begitu bahagia melihat Arti saat orang tua Yusuf menyematkan cincin pertunangan di jari manis Arti, dan sebaliknya papa Pandu sebagai perwakilan dari pihak keluarga Arti meyematkan cincin dari jari manis Yusuf.


Senyum manis tak pernah lenyap dari bibir keduanya, namun tidak untuk Wisnu. entah kenapa setelah Yusuf menyatakan cinta pada Arti, Wisnu seeprti baru merasa kalau dia juga menyimpan perasaan pada wanita yang mempunyai lesung pipi itu.


Kini Wisnu duduk di sudut ruangan sambil meminum minuman yang di sediakan oleh keluarga yang mempunyai hajatan, namun tiba-tiba ketenagan Wisnu di ganggu oleh kedatanga wanita yang saat ini tidak di harapkan oleh Wisnu kehadirannya.


" Kak Wisnu sedang apa di sini?" tanya Sabrina yang langsung membuat Wisnu menolehkan kepalanya dengan malas menatap Sabrina.


" Kamu gak lihat aku sedang apa" sahut Wisnu dengan malas.


Bukannya sakit hati mendegar jawaban Wisnu, Sabrina malah tersenyum dan duduk tepat di hadapan Wisnu dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.


" Kak Arti cantik banget ya kak?" tanya Sabrina menatap Arti yang sedang membalas ucapan selamat dari semua tamu.


Wisnu kembali melihat ke arah dimana Arti dan Yusuf berdiri, lagi-lagi dadanya terasa sesak melihat itu semua, namun Wisnu sebisa mungkin melihat dengan wajah biasa.


" Kita kapan ya kak kayak mereka?"


" Gak usah bicara yang aneh-anhe deh" ucap Wisnu.


" Apanya yang aneh? kan benar kakak dan aku berdiri sambil tersenyum menyambut ucapan salaman dari para udangan" sahut Sabrina berandai-andai.


" mendingan kamu bangun dari mimpi buruk itu" ucap Wisnu lalu bangkit dari duduknya ingin pergi, namun langkahnya terhenti karena ucapan Sabrina.


" Kenapa kakak gak lihat sih betapa cintanya aku sama kakak, aku bisa bahagiain kakak sampai kita menua bersama, apa kurangnya aku sih kak" ucap Sabrina dengan suara lantangnya.


" Berisik" hanya itu yang keluar dari mulut Wisnu kemudian langsung pergi.


Dari kejauhan Andra dan juga Tiara mendengar percakapan antara Wisnu dan Sabrina, Ada senyuman di wajah Andra saat tahu kalau Sabrina benar-benar mencintai kakak iparnya.


" Di cintai wanita yang cantik malah gak mau, dasar boloon tu si Wisnu" ucap Andra.


" Tapi dia kakak ipar kamu loh yank" sahut Tiara yang langsung dapat cengiran dari Andra.


" Aku ada ide yank, biar Wisnu bisa membuka hatinya untuk Sabrina" ucap Andra.


" Apa?" tanya Tiara penasaran.


Dengan cepat Andra membisikkan sesuatu pada istrinya, Tiara tersenyum dan langsung setuju dengan ide ang suami.


Dengan cepat kakimereka melangkah untuk meminta bantuan pada ratu karena dari semua cucu Atmaja hanya suara Ratu yang paling bagus, dan Ratu juga temannya Sabrina, jadi ada alasan untuk membuat agar Wisnu tidak bisa menolak.


" Selamat malam semuanya" ucap Andra yang sudah berada di atas panggung.


" Saya berdiri di sini ingin mengucapkan pada Arti yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri, dan Yusuf sahabat ku, selamat untuk pertunangan kalian, dan semoga lancar sampai ke hari H nanti" ucap Andra yang langsung di jawab senyuman oleh Arti, sedangkan Yusuf langsung mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


" Tapi selain mengucapkan selamat untuk yang punya acara, saya juga mau memberikan hiburan yang pastinya akan membuat kalian suka, dan mudah-mudahan setelah hiburan ini selesai, akan ada yang menyusul Arti dan Yusuf nantinya, dan saya juga minta doanya ya" sambung Andra yang membat seluruh tamu undangan penasaran.


Cahaya yang duduk bersama Raja dan yang lainnya hanya bisa melihat apa lagi yang akan di buat oleh sepupu mereka itu.


" Psti ada udang di beli bakwan tu kak, dari gelagat Andra dan Ratu uda bisa di tebak" ucap Raja pada Ara dan Azmi.


"Kita lihat saja apa yang mau mereka lakukan" sahut Ara sambil sesekali melihat baby Hulya yang berada di dalam gendongan suaminya.


Ratu naik ke atas panggung, namun tidak sendiri, melainkan tidak sendiri, dia menarik Wisnu untuk ikut bersamanya dan itu jelas mmebuat Haikal kesal sebenarnya, tapi dia tidak bisa ngebantah karena mendengar ucapan sang istri yang ingin menlong masa depan sahabatnya.


" Dek kenapa kakak juga di ajak ke sini? mau ngapain?" tanya Wisnu dengan perasaan tidak enak.


Namun tiba-tiba lampu padam dan tersisa lampu sorot yang menampakkan Sabrina berada di ujung pandung menatap ke arah Wisnu yang sudah di tinggal pergi oleh Ratu.


Wisnu sendiri ingin turun dari panggung, tapi suara Ratu langsung menghentikan langkah kakinya.


Hasrat ku ingin bercermin tapi


Cerminku pech seribu


Pecah seribu


Ibarat bunga


Aku ttakut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau patah-patah tangkaiku patah


Aku tak mau


Hasrat ku ingin bercermin tapi


Cerminku pech seribu


Pecah seribu


Hanya dia......


Dia..dia..dia..dia..dia..dia..hanya dia


Hanya dia


Yang ada di antara jantung hati


Tempat bermanja, tempatnya rindu

__ADS_1


Tempat curahan hati yang damai


Entah apa....


Bagaikan di kayu basah api


Api curiga


Api cemburu


Api kerinduan yang membara


Oh angin


Kabarkan melati di depan rumahku menantimu


Hasrat ku ingin bercermin tapi


Cerminku pech seribu


Pecah seribu


Ibarat bunga


Aku takut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau patah-patah tangkaiku patah


Aku tak mau


Duhai angin kabarkanlah Sabrina menanti


Duhai angin kabarkanlah Sabrina menanti


Duhai angin kebarkanlah Sabrina menanti


Saat Ratu menyebut nama Sabrina semua tamu tepuk tangan dan melihat reaksi dari Wisnu. dan kini lagu sudah selesai, Ratu langsung membawa Sabrina tepat di hadapan Wisnu dan mmebuat Wisnu sudah merasa tak enak hati.


" Kak?" panggil Ratu.


Bersambung.


penasaran kan apa yang terajdi setelah ini?


kira kira rencana Ratu dan Andra berhasil apa gak ya buat nyatuin Wisnu bersama dengan Sabrina?

__ADS_1


Ada yang bisa tebak gak ya??


__ADS_2