Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 105


__ADS_3

Setelah Kia selesai makan dengan di suapin Pandu, Kia langsung meminum obat dan vitamin yang sudah di berikan dokter.


Aldi,Widya dan Firman pun bersyukur Kia dan Bayi yang ada dalam kandungan Kia kembali sehat, walau pun keadaan bayi Kia sempat di kata kan tidak baik baik saja.


Saat Pandu dan yang lain nya bercerita mengenai penculikan Kia, terdengar adzan dari mushola yang ada di rumah sakit.


" Al, Man sebaik nya kita sholat dulu, setelah itu kita istirahat kembali" ajak Pandu pada Aldi dan juga Firman.


Aldi dan Firman langsung menganggukan kepala mereka, Pandu langaung berjalan menemui istri nya yang sedang tertidur di temani Widya.


" Sayang Mas mau sholat subuh dulu ya, kamu istirahat aja di sini tdi temani Widya ya, nantik selesai sholat Mas langsung ke sini lagi" Pamit Pandu pada istri nya.


" Iya Mas, Kia juga mau sholat di sini sama Widya" sahut Kia.


Pandu mencium kening Kia sebelum pergi, tak lupa Pandu meminta Widya untuk menjaga istri nya sebentar,dan tentu nya Widya tidak keberatan sama sekali.


Pandu,Aldi dan Firman pun langsung keluar dari ruangan Kia langsung menuju mushola, sedang Kia di bantu oleh Widya untuk mengambil Wudhu secara tayamum, Kia sholat di atas tempat tidur,sedang kan Widya di samping tempat tidur Kia.


Selesai sholat Pandu dan yang lain nya memilih untuk istirahat di ruangan Kia, karena siang hari nantik, Pandu akan membawa Kia kembali ke kota mereka dan membawa Kia ke rumah sakit milik keluarga nya.


Aldi tidur di kursi panjang, sedang kan Widya di samping kursi yang di tempati Aldi,Firman tidur di lantai beralas kan selimut tebal yang di minta dari rumah sakit.


Sedang kan Pandu tidur sambil duduk di samping tempat tidur Kia, Kia yang memang masih lemah langsung tertidur kembali setelah sholat subuh, begitu juga dengan yang lain nya.


Tanpa sadar Widya menjatuh kan kepala nya tepat di kepala Aldi, sehingga mereka tertidur dengan kepala yang hampir menempel walau pun beda sandaran kursi.


Hampir dua jam mereka tertidur di ruangan Kia, tiba tiba dokter dan perawat masuk dan melihat semua uang ada di sana tertidur, dokter langsung masuk dan membangun kan Pandu untuk memeriksa Kia.


Pandu pun terbangun dan mengizin kan dokter tersebut untuk memeriksa keadaan istri dan calon anak mereka.


" Gimana keadaan istri saya dok? tidak ada apa apa lagi kan, sesuai yang saya kata kan tadi malam setelah istri saya sadar, kalau saya akan membawa istri saya ke rumah sakit yang ada di kota saya" tanya Pandu pada dokter tersebut.


" Nona Kia sudah lebih baik dari saat di bawa ke sini Pak, dan detak jantung bayi yang ada di dalam juga sudah mulai normal, yang penting di kasih nutri dan istirahat yang cukup keadaan nona Kia akan cepat pulih, nantik saya akan berikan penambah vitamin agar kondisi nona Kia tidak lemas saat berada di perjalanan Pak" sahut dokter terebut.

__ADS_1


Pandu yang mendengar ucapan dokter yang mengatakan kalau istri dan calon anak nya sudah lebih baik langsung mengucap syukur, di cium nya kening istri nya dengan lembut.


" Baik lha Pak, saya akan siap kan semua nya untuk kepulangan bapak ya" ucap dokter tersebut kemudian pamit.


" Iya dok, terima kasih banyak" sahut Pandu.


Pandu langsung memeluk Kia, Kia pun membalas pelukan suami nya.


" Mas mau urus administrasi dulu ya sayang, biar kita segera pulang dari sini,Mas akan langsung membawa kamu ke rumah sakit kita aja" ucap Pandu dan langsunh di anggukin Kia.


Pandu keluar dari ruangab Kia, saat Pandu menutup Pintu, tanpa sadar Aldi dan Kia terbangun karena mendengar suara pintu.


Karena terkejut, mereka sama sama mengangkat kepala mereka secera bersamaan, sehingga kepala mereka terbentur.


"Aawwwwww" ucap Aldi dan Widya secara bersama.


Kia yang mendengar suara Aldi dan Widya hanya melihat ke arah mereka saja tanpa bersuara,sedang kan Aldi dan Widya, mereka saling tatap.


" Kenapa kepala saya bisa terbentur dengan kapala kamu, kamu tidur di samping saya ya?" tanya Aldi sambil mengusap kepala nya.


" Suka suka saya dong mau tidur dimana, kenapa kamu larang larang saya" ucap Aldi lagi.


" Saya gak larang tuan mau tidur dimana pun, tapi saya gak suka kalau tuan menyalah kan saya karena kepala tuan terbentur dengan kepala saya" sahut Widya panjang lebar.


Kia yang melihat Aldi dan Widya adu mulut hanya diam saja sambil tersenyum, sedang kan Firman yang masih tidur langsung terbangun karena mendengar suara Aldi dan Widya.


" Ada apa sih ini ribut ribut, baru juga gue tidur" ucap Firman yang sudah duduk di atas selimut tebal.


" Kamu tanya saja sama adik angkat mu ini" ucap Aldi sambil menatap Widya.


" Enak saja, tuan yang memulai diluan" ucap Widya tak terima.


Karena kesal dengan Aldi, Widya pun langsung beranjak dari kursi dan melangkah ke kamar mandi, tapi karena rok yang di gunakan Widya tersangkut di ujung meja, jadi Widya langsung tersungkur dan dengan cepat Aldi menolong nya saat Widya hampir terjatuh.

__ADS_1


Kia dan Firman yang melihat Widya hampir terjatuh langsung menjerit memanggil Widya berbarengan.


" Widya" panggil Kia dan Firman berbarengan.


Aldi langsung menangkap tubuh kecil Widya,sehingga Widya terjatuh di atas pangkuan Aldi.


Satu.....Dua....Tigaa...


Aldi dan Widya saling tatap, Aldi memandang wajah Widya dengan tatapan yang lembut, Widya pun menatap wajah Aldi dengan tatapan kagum.


Deg....deg...deg


Bunyi jantung kedua nya berdetak lebih cepat, Aldi dan Widya masih dengan posisi yang sama, Kia dan Firman yang melihat Aldi dan Widya hanya tersenyum lucu.


"Mau sampai kapan kalian seperti itu" ucap Firman bersuara dan langsung menyadar kan Aldi dan Widya.


Widya dan Aldi langsung saling melepaskan pelukan mereka, Widya dan Aldi menjadi saling diam,Firman yang melihat tingkah adik angkat nya hanya tersenyum menggeleng kan kepala nya.


" Seperti nya ada yang jatuh cinta tapi belum menyadari nya Kia" ucap Firman pada Kia.


Kia yang mendegar ucapan Firman hanya tersenyum saja tidak menjawab, tak lama pintu kamar ruangan Kia terbuka,masuk lha Pandu ke dalam kamar.


Pandu melihat keadaan di ruangan begitu canggung, Kia hanya tersenyum melihat suami nya sudah kembali, Pandu melihat ke arah Firman yang santai duduk di sofa sambil sedikit tersenyum lucu, Pandu kembali melihat ke arah Aldi dan Widya yang sedikit gelisah,Pandu pun merasa aneh pada asisten nya itu.


" Kamu kenapa Al?" tanya Pandu.


Deeg....


Bersambung......


Author ucap mau berterima kasih banyak pada pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan yang sudah memberikan vote nya, Author sangat sangat berterima kasih banyak, semoga kalian semua di berikan kesehatan dan rezeki yang lancar ya, aamiiiii.


Dan terimah kasih banyak juga yang sudah Like dan komen novel Author, tanpa kalian Author bukan apa apa.

__ADS_1


Terus dukung Author ya dengan Like, Komen dan Vote yang banyak, agar Author semangat buat Up nya.


Terima Kasih banyak 🙏🙏😊😊


__ADS_2