Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 213


__ADS_3

" Gak..gak mungkin..Mas Yusuf gak mungkin meninggal, kamu pasti salah Ndra" ucap Arti dengan suara tercekat.


"Kamu harus sabar Ar, Yusuf sudah tenang di sana?" ucap Andra menyandarkan Arti.


" Gak..kalian pasti bohong, aku mau lihat Mas Yusuf" ucap Arti yang langsung melepaskan selang infus yang ada di tangannya dan mmebuat Andra dan Wisnu terkejut.


" Ar tangan kamu berdarah" teriak Wisnu melihat tetesan darah menetes di lantai.


" Arti kamu jangan seperti, Yusuf sudah tenang di sana, dan kamu harus mengikhlaskan dia Ar" ucap Andra mencegah Arti keluar dari ruagannya karena kondisi Arti yang tidak memungkinkan, tapi apalah daya, tenyata kekuatan Arti saat itu begitu kuat, hingga pegangan tangan Andra pun lepas, dengan cepat Arti berlari menuju ruang ICU, tapi langkahnya terhenti saat melihat perawat mendorong brangkar tempat tidur dengan seseorang yang sudah tertutup oleh kain putih dan di belakangnya sudah ada calon mertuanya yang menangis.


Arti berjalan mendekat dengan langkah gontai, dan itu di lihat oleh keluarga Yusuf, para perawat yang mendorong brangkar tadi pun langsung terhenti saat melihat Arti berdiri di depannya.


Dengan langkah gontai Arti mendekati brangkar yang ada di hadapannya, air matanya begitu deras menetes walau tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, dan dadanya begitu sesak saat tangannya terangkat untuk membuka kain putih yang ada di hadapannya saat ini. Dan begitu kain sudah terbuka dan memperlihatkan wajah calon suaminya yang sudah begitu pucat sedang menutup mata langsung membuat Arti menutup mulutnya dan menangis sejadi-jadinya.


Di pegangnya wajah Yusuf dengan tangan bergetar, " Mas jangan tinggalkan aku, kamu sudah berjanji bukan pada ku untuk membuat aku selalu tersenyum, kamu sudah berjanji padaku untuk selalu menemani ku sampai kapan pun, kenapa kamu sekarang malah pergi ninggalain aku mas, bangun mas,,,bangun" ucap Arti sambil memukul dada Yusuf dengan tangisan yang begitu kuat.

__ADS_1


Mama Yusuf berusaha untuk merangkul Arti, Tapi Arti tetap memeluk tubuh dingin Yusuf dengan kuat. " bangun MAs, mana janji kamu sama aku, mana janji kamu Mas, kamu bohong sama aku Mas, kamu pembohong" teriak Arti dan air matanya jatuh tepat di wajah Yusuf.


Dan tak lama sinar putih langsung masuk ke dalam Retina mata Arti dan tak lama Arti tersadar dari pingsannya.


" Mas Yusuf" teriak Arti saat itu juga dan mengagetkan Wisnu yang sedang memejamkan matanya menunggu Arti sedari dirinya pingsan.


" Arti kamu sudah sadar?" tanya Wisnu sambil mengucek matanya.


Arti langsung tercekat menatap Wisnu dan ingatannya langsung teringat dengan mimpi yang baru saja di alaminya.


Melihat tatapan mata Wisnu yang seperti mencari alasan, Arti langsung mencabut selang infus yang ada di tangannya dan beranjak dari atas tempat tidur, dan itu membuat Wisnu begitu terkejut melihat darah mengalir dari tangan Arti.


" Arti apa yang kamu lakukan?" teriak Wisnu berusaha mengejar Arti yang akan membuka pintu, tapi langkahnya terhenti saat melihat pintu terbuka dan memperlihatkan Yusuf yang sedang duduk di atas kursi roda dan di dorong oleh perawat dan di belakangnya berdiri mama dan papa Yusuf. Begitu juga dengan Arti yang berdiri kaku melihat calon suaminya berada di depan matanya dengan mata terbuka dan sedang menatapnya.


" Mas Yusuf" ucap Arti dengan suara yang hampir saja tak terdengar.

__ADS_1


Yusuf tersenyum ke arah Arti dan Arti melihat kalau ini nyata, dengan cepat Arti langsung berlari dan memeluk tubuh Yusuf yang masih duduk di kursi roda dengan kuat.


" Awwww" ringis Yusuf karena tangan Arti menyentuh bekas operasi yang ada di punggungnya dan itu mengagetkan Arti hingga Arti langsung menurunkan tangannya.


" Mas kamu gak kenapa-napa kan? kamu gak ninggali aku kan, kamu akan tetap buat aku tersenyum kan sesuai janji kamu pada ku saat itu" tanya Arti bertubi-tubi dan mmebuat Yusuf langsung seketika, bahkan rasa sakit bekas operasi beberapa jam yang lalu hilang sudah rasanya nyerinya.


" Satu-satu dong nanyak nya sayang" jawan Yusuf sambil menjahil hidung Arti dengan gemas.


"Mas gak kenapa-napa sayang, buktinya mas sekarang ada di sini lihat kamu, bahkan Mas yang khawatir lihat kamu sayang, kalau saja tadi mas tidak cepat mungkin saat ini kamu masih berbaring di atas tempat tidur" ucap Yusuf.


Arti kembali masuk ke dalam pelukan Yusuf, dia begitu lega karena calon suaminya tidak apa-apa.


"maaf karena kejadian ini pernikahan kita tidak jadi, tapi mas sudah menyuruh papa untuk mmanggil pak penghulu dan malam ini juga mas mau menikahi kamu, untuk resepsi setelah mas sembuh dan keluar dari rumah sakit, lamu mau kan sayang menikah di rumah sakit?" ucap Yusuf sekaligus bertanya.


Dan dengan senyuman Arti langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju. baginya dimana pun dia menikah tidak masalah, yang penting dia masih bisa bersama dengan orang yang mencintainya dengan tulus.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2