Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 151


__ADS_3

" Aahahhhhhggrrr" Teriak Haikal yang mengaget kan Raja yang baru saja tiba sampai di lantai dua.


" Adek kamu kemana? Pliss jangan gini dek" ucap Haikal terduduk di lantai kamar Ratu sambil meremas rambutnya.


Raja kembali melangkahkan kakinya menuju kamar Ratu, tapi Cahaya sudah memanggilnya karena Raja begitu lama tidak kembali untuk mengambil air minum.


" Aii" panggil Cahaya dengan suara lembutnya.


" Ehhk sayang, maaf buat kamu menungu lama" ucap Raja yang langsung berjalan ke arah dimana Cahaya berdiri.


" Aii mau kemana? dari arahnya mau ke arah Adek?" tanya Cahaya.


" Tadi ada Haikal yang sedang mencari Adek, sepertinya mereka lagi ada masalah, karena wajah Haikal kusut banget, dan tadi Aii lihat kalau Haikal berteriak di kamar Adek" jawab Raja membaritahu.


" Ada apa ya? Yausdah siniin air minumnya Aii, sekarang lebih baik Aii temui Haikal dulu" ucap Cahaya yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Raja.


Baru bebelangkah Raja berjalan, Ia kembali membalikkan tubuhnya sebelum Cahaya masuk ke dalam kamarnya.


" Sayang kamu langsung istirahat saja ya, sudah malam juga soalnya, pasti kamu lelah karena pertempuran kita tadi kan" ucap Raja dengan senyuman di wajahnya yang langsung membuat wajah Cahaya memerah.


Namun Cahaya tetap mengangguk kan kepalanya menjawab ucapan dari suami tercintanya.


Andra yang memang bersebelahan kamarnya dengan Ratu juga langsung keluar saat mendengar suara teriakan Haikal, Raja yang akan masuk ke dalam kamar Ratu terkejut mendengar Andra yang baru keluar dari kamar dengan memakai sarung dan baju koko seperti habis sholat.


" Ja itu suara Haikal kan?" tanya Andra.


" Iya, aku gak tahu ada masalah apa orang ini" Jawab Raja yang langsung masuk ke dalam kamar di susul oleh Andra.

__ADS_1


Raja dan Andra langsung mematung melihat Haikal begitu memprihatinkan, duduk di lantai dengan rambut acak acakan.


" Seeprti bukan Haikal yang aku kenal" bisik Andra pada Raja.


" Iya bener, dia malah lebih orang strees yang di tinggal kekasihnya" bisik balik Raja.


" Aku mendengar ucapan kalian" ucap Haikal yang menganggetkan Raja dan Andra seketika.


" Bukannya membantu ku, kalian malah menggibahi ku di belakang" sambung Haikal yang sudah duduk di atas tempat tidur Ratu.


" Ada apa denganmu? kenapa kamu yang stres gini Ndra? perasaan aku yang lagi ada masalah, karena dua hari lagi aku akan tunangan bahkan aku tidak tahu siapa wanita yang akan menjadi calon istriku nanti" tanya Andra sekaligus menceritakan nasib diirnya juga.


" Ceritakan masalahmu pada kami Kal, biar kami bisa membantu masalah mu dengan Adek" tanya Raja.


" Dan kamu gak mau mmebantu masalah ku?" tanya Andra pada Raja.


" Kal ada masalah apa dengan Adek?" lagi-lagi Raja bertanya.


" Adek marah padaku, dia mengatakan pada ku kalau aku tidak sungguh sungguh mencintainya, karena sampai saat ini aku juga belum mengajaknya untuk menikah" ucap Haikal menceritakan pada Raja dan Andra.


Raja dan Andra lagi lagi saling pandang karena tarkejut.


" Tapi percaya lah Ja, aku begitu mencintai Adek, aku belum mengajaknya menikah karena aku harus sabar menunggunya agar dia menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu, aku tidak mau karena aku menikahinya yang bahkan dia masih ingin belajar dan menimmati masa masa kuliahnya harus terbagi dengan mengurus ku dan bayi kamu nantinya, aku gak mau dia menjadi repot akan hal itu" sambung Haikal yang membuat Andra tertawa kekeh sedang kan Raja dan Haikal memandangi Andra yang begitu kekeh menertawakan Haikal.


" Kenapa kamu tertawa? apa ada yang lucu?" tanya Raja dan di angguki kepala juga oleh Haikal tanda membenarkan ucapan Raja.


" Ya jelas lah lucu, gini ya, aku kasih tahu sama kamu Kal" Ucap Andra yang sebelumnya mengambil kursi meja belajar Adek agar dia bisa duduk.

__ADS_1


" Pertama kamu beruntung Adek yang mengingat kan hubungan mu dengan nya agar kalian bisa langsung sah karena adek memang begitu mencintaimu makanya dia mau kamu cepat cepat segera menikahinya, apa gak begitu beruntungnya dirimu mempunyai calon istri seperti Adek" sambung Andra memberitahu.


" Yang kedua, Bunda mu adalah seorang dokter kandungan, kalau kamu keberatan Adek hamil dulu saat dia masih kuliah, minta saja saran dan cara agar kamu tidak menghamili Adek terlebih dahulu, setidaknya hubungan kaliah sudah sah dimata hukum dan agama" lanjut Andra.


" Bener juga ya, kenapa aku gak kepikiran" ucap Haikal dengan wajah lugunya.


" Habisnya bodoh di pelihara" sahut Andra yang langsung di tatap Haikal dengan tajam.


Andra hanya bisa menjulurkan lidahnya mengejek Haikal, Raja menarik nafas dengan kasar mengingat percintaan adeknya dan juga Haikal.


Sebenarnya apa yang di katakan Haikal dan saran yang di kasih oleh Andra semuanya benar, mengingat Ratu yang masih terlalu muda untuk ke masa pernikahan, tapi lebih baik juga Haikal dan Ratu segera di nikah kan dari pada berbuat yang tidak tidak.


" Nanti aku akan membicarakan ini pada Papa, sebaiknya kamu balik ke kamar mu, gak mungkin kan kamu balik ke rumah, ini sudah terlalu malam, soal Ratu mungkin juga dia sudah tidur di kamar Oma" ucap Raja langsung menyelesaikan pembicaraan.


" Jadi kamu tahu dimana Adek Ja, waah kelewatan kamu Ja gak kasih tahu aku, aku uda hampir gila tahu gak, aku kira Adek pergi entah kemana sengaja buat mengihindari aku" ucap Haikal dengan wajah kesal.


"Lah kan emang saat ini Adek gak mau ketemu sama Elu dodol, kenapa di tanya lagi" ucap Andra yang lagi lagi membuat Haikal merasa bodoh sendiri.


" Sudah lah ini sudah malam, sebaiknya kita istirahat, besok kita ada meeting pagi bukan" ucap raja dan langsung di angguki kepala oleh Andra.


" Aku tidur di sini saja" ucap Haikal.


" Terserah Kamu lah" ucap Andra yang langsung pergi meninggal kan Haikal yang sudah menidurkan tubuhnya di kasur Ratu dengan kaki yang menjuntai di lantai.


Raja hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat calon adek iparnya itu, " Ja jangan lupa tutup pintunya" ucap Haikal.


" Heeeemmmm" sahut Raja yang langsung menutup pintu kamar Ratu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2