Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 139


__ADS_3

Pandu yang melihat di layar ponsel Bayu bernama Azkia, jantung nya langsung berdetak kencang dan dada Pandu langsung terasa sesak.


Kia menelpon Bayu? apa Kia dan Bayu diam diam punya hubungan di belakang ku, tidak tidak...tidak mungkin, Kia istri yang baik, ini pasti salah, batin Pandu.


" Istri mu sedang menelpon ku, ayo kita dengar sama sama, apa kira kira yang di bicara kan istri mu" ucap Bayu dengan senyuman yang penuh kebahagian.


Pandu hanya diam saja, sedang kan Bima dan Aldi mengangkat bibir nya ke atas sedikit, tapi tidak ada yang bisa melihat nya.


*Tersenyum lha kau sepuas nya Bayu Prasetya, sampai nantik kau tidak akan bisa tersenyum kembali, gumam Bima.


Kita mulai permainan mu Bayu Parsetya, gumam Aldi*.


" Hallo Assalamualaikum Kia, ada apa telpon kakak malam malam gini" ucap Bayu dengan begitu semangat.


" Kak Bayu" sahut Kia tanpa menjawab salam Bayu.


Bayu yang mendengar nada suara berbeda dari Kia langsung memudar senyum yang ada di bibir nya seketika.


" Kia kamu kenapa? kenapa suara kamu terdengar dingin begitu" tanya Bayu.


" Kak Bayu, Kia mohon jangan hancur kan rumah tangga Kia dan Mas Pandu, Kia sangat mencintai Mas Pandu, dan Mas Pandu adalah hidup Kia kak, kalau gak ada Mas Pandu di hidup Kia, Kia gak tau harus jalani hari hari Kia bagaimana" sahut Kia sambil terisak.


" Kak Bayu...Jodoh, maut, rezeki itu sudah di tentukan oleh Allah kak, dan Kia ini bukan lha jodoh kak Bayu, Kia jodoh Mas Pandu, Kia sudah di takdir kan untuk hidup bersama dengan Mas Pandu, jadi kak Bayu tidak bisa melawan takdir" sambung Kia masih dengan isak tangis nya.


Pandu yang mendengat suara istri nya yang menangis tersedu sedu merasakan sesak di dada nya merasakan tidak tega dengab istri nya yang jauh di sana.


Sedang kan Bayu hanya terdiam mematung mendengar semua ucapan Kia.

__ADS_1


" Kak Bayu, percaya lha dengan takdir Allah, kalau kak Bayu akan mendapat kan jodoh yang terbaik untuk kak Bayu, bukan nya jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri, dan kak Bayu itu orang baik, Kia yakin kalau jodoh yang di kirim Allah kelak pasti orang yang baik untuk kakak" ucap Kia lagi.


" Tapi kakak cinta nya sama kamu Kia" ucap Bayu dengab lirih.


" Istighfar kak Bayu, Kia ini istri Mas Pandu, dan Kia juga tidak punya rasa cinta untuk kak Bayu, Hati Kia sudah di penuhi cinta untuk Mas Pandu, cuma Mas Pandu yang Kia sayang selama nya" sahut Kia meyakin kan Bayu akan mengikhlas kan diri nya.


" Apa kamu menerima Pandu karena Pandu adalah orang paling kaya di Asia Kia, kalau karna itu aku akan berusaha menjadi nomor satu di Asi Kia, aku akan bekerja keras agar kita bisa bersama" ucap Bayu yang berfikiran Kia merima Pandu karna harta.


" Astagfirullah kak Bayu, ternyata selama ini kakak belum mengenal Kia, sekira nya pun Mas Pandu bukan orang kaya dan terpandang, tapi Kia tetap akan hidup bersama dengan Mas Pandu, dengan suka duka kami kak, bagi Kia harta itu bukan segala nya, yang penting kebahagian, dan kebahagian Kia itu bersama Mas Pandu, jadi tolong buka hati dan pikiran kak Bayu kalau yang kakak lakukan ini salah" sahut Kia yang masih menangis.


Anita dan Mama Dewi terus menenang kan Kia dengan mengusap punggung Kia, sedang kan papa Ridwan begitu bersyukur mempunyai menantu seperti Kia yang tidak memikir kan harta untuk kebahagian diri nya.


Sedang kan di kota sebrang, Pandu yang mendengar ucapan istri nya semakin kagum dengan istri nya, memang dari dulu Pandu tidak mempermasalah kan kalau Kia ingin berhura hura dengan uang Pandu, tapi Kia tidak sedikit pun menyentuh harta Pandu dan keluarga nya, bahkan sampai di paksa pun Kia tetap tidak mau.


Kia slalu berbicara kalau yang dulu di berikan keluarga Pandu masih banyak yang belum terpakai, dan Kia gak mau membeli lagi karena akan jadi mubajir, itu lha yang terus Kia ucap kan pada keluarga Atmaja.


" Kia apa tidak ada harapan untuk ku agar bisa memiliki mu?" tanya Bayu.


" Tidak akan pernah dan tidak akan terjadi sampai kapan pun, seandai nya kakak tetap menyakiti Mas Pandu sekali pun, Kia tidak akan bersama dengan kak Bayu atau pun yang lain nya, karena suami Kia cuma Mas Pandu, gak ada yang bisa pisah kan Kia dari Mas Pandu" sahut Kia dengan lantang.


Pandu yang mendengar nya begitu senang, begitu pun dengan Bima dan Aldi, serta Geri rekan kerja Pandu.


Sedang kan Bayu langsung lemas di lantai mendengar perkataan Kia.


" Kia mohon dengan kakak, kalau kakak menganggap Kia ini adik kakak, maka ikhlas kan Kia dengan Mas Pandu, bukan nya kalau kakak cinta dan sayang dengan seseorang,maka dia akan senang melihat orang tersebut bahagia, walau pun bukan dengan kita" ucap Kia lagi agar Bayu tersadar dari apa yang dia lakukan.


" Baik lha Kia, maaf kan kakak yang sudah hampir menghancur kan kebahagian mu, kakak akan berusaha untuk melupakan mu, dan semoga Allah akan mengirim kan bidadari yang seperti diri mu suatu saat nanti" sahut Bayu dengan air mata yang sudah keluar dari mata nya.

__ADS_1


Hati Bayu begitu sakit karena Kia tetap mempertahan kan rumah tangga nya, tapi Bayu juga tersadar dengan ucapan Kia kalau apa yang dia lakukan salah, Bayu berjanji pada Kia kalau dia akan membiar kan Kia untuk hidup bersama Pandu.


" Yasudah kalau kita tolong jangan sakiti Mas Pandu kak, dan Kia berharap kak Bayu bisa sadar dengan apa yang kakak lakukan ini, assalamualaikum" ucap Kia langsung mematikan ponsel nya.


Kia langsung menangis tersedu sedu di pelukan mama mertua nya, sedang kan Anita tetap mengelus punggung Kia agar merasa tenang.


Sedang kan di sebuah hotel, Bayu duduk terdiam memikir kan kata kata Kia yang begitu sakit di dengar nya.


Sedang kan Pandu berjalan mendekati Bayu dan mengulur kan tangan nya tepat di wajah Bayu.


" Teman" ucap Pandu.


Bayu yang mendengar suara seseorang langsung mengangkat kepala nya melihat untuk melihat siapa yang mengajak nya bicara.


" Pandu" sahut Bayu tak percaya.


Pandu mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum dan mengulur kan tangan nya agar Bayu mau menyambut nya.


Bayu masih diam tidak bergerak menyambut tangan Pandu, Ia melihat wajah Pandu yang tersenyum dan tangan Pandu yang berada di depan wajah nya.


Bersambung


Jangan lupa dukung slalu karya Author ya, dengan Like, Komen dan Vote yang banyak, serta kasih hadiah yang banyak buat karya Author, plisssss.


Dukungan kalian sangat berarti untuk Author.


Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


Salam sayang Author untuk semua Readers 😊😊


__ADS_2