Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 159


__ADS_3

Sekretaris Wisnu yang melihat kedatangan orang nomor satu di negara nya langsung berdiri mematung karena terpana dengan ketampanan Pandu, padahal Pandu sedang memasang wajah dingin dan tatapan mata tajam nya, tapi itu ssmua malah membuat oara wanita begitu takjub dengan ketampanan Pandu.


" Ada yang bisa saya bantu Pak" tanya Sekretaris Wisnu.


" Saya mau ketemu Pak Wisnu, apa pak Wisnu ada di dalam" ucap Pandu.


" Ada pak, sebentar saya masuk dahulu memberi tahu pak Wisnu" ucap sekretaris dan hanya di angguki kepala oleh Pandu.


tok..tok..tok


Asisten Wisnu membuka pintu dan melihat sekretaris bos nya yang mengetuk pintu.


" Ada Apa?" tanya asisten Wisnu.


" Maaf pak, ada Pak Pandu dari Atmaja group mau bertemu dengan pak Wisnu" ucap sekretaris memberi tahu.


Asisten Wisnu pun langsung memberi tahu pada bos nya kalau ada Pandu di depan ruangan nya dan ingin bertemu dengan nya.


" Bos ada pak Pandu mau bertemu dengan Bos" ucap Asisten Wisnu.


" Apaa...kenapa Pak Pandu datang ke sini, ada apa?" tanya Wisnu terkejut.


" Sebaik nya segera kita suruh masuk dulu bos, takut nya membuat pak Pandu kecewa karena terlalu lama menunggu" usul sang asiaten.


" Iyaa..iyaaa sebaik nya kamu suruh pak Pandu masuk" ucap Wisnu.


Asisten Wisny yang bernama Dani pun langsung memanggil Pandu dan Aldi yang sedang menunggu di luar.


" Maaf menunggu lama Pak Pandu, pak Aldi, mari silahkan masuk, Pak Wisnu sudah menunggu di dalam" ucap Dani sopan dan sedikit membungkuk kan badan nya.


Pandu tanpa basa basi masuk ke dalam ruangan Wisnu di susul oleh Aldi di belakang nya.


Dani yang melihat bingkisan yang di pegang Pandu merasa kenal.


Seperti nya bingkisan yang di pegang Pak Pandu tidak asing, gumam Dani sambil melihat bingkisan yang di bawa masuk Pandu.

__ADS_1


Setelah Pandu dan Aldi masuk, Dani langsung menutup pintu ruangan Wisnu dan ikut masuk dan bergabung dengan bos nya.


" Selamat datang Pak Pandu, suatu kebanggaan bagi saya karena kedatangan Pak Pandu ke kantor saya" sambut Wisnu dengan sopan.


Pandu hanya diam saja, tidak ada senyuman di wajah nya, Aldi yang melihat wajah Pandu sudah mulai tidak enak dengan situasi di dalam ruangan itu.


Dan hal itu juga di lihat oleh Wisnu dan Dani karena tidak melihat ada nya senyuman di wajah Pandu.


" Emm silah kan duduk pak Pandu dan Pak Aldi" ucap Wisnu menyuruh Pandu dan Aldi duduk di sofa.


" Dani tolong kamu suruh Tina untuk membuat kan teh buat pak Pandu dan pak Aldi" suruh Wisnu.


Tapi sebelun Dani melangkah, Pandu sudah memberhentikan langkah kaki nya.


" Tidak perlu, saya tidak lama di sini" ucap Pandu dengan suara dingin nya.


Semua yang ada di ruangan itu merasa tidak enak dengan sikap Pandu.


" Langsung saja Pak Wisnu, kedatangan saya ke sini hanya menanyakan tentang bingkisan yang anda kasih kepada istri saya, maksud anda apa memberikan bingkisan ini pada istri saya" ucap Pandu dengan suara dingin dan tatapan mata tajam nya.


Wahh iyaa..itu kan bingkisan yang di kasih so bos sama istri nya pak Pandu, berarti pak Pandu gak terima kalau istri nya di kasih bingkisan itu, gawat kamu bos, semoga saja tidak ada masalah setelah ini, gumam Dani*.


" Apa maksud pak Pandu" tanya Wisnu masih sedikit bingung.


" Kata kan saja apa maksud pak Wisnu memberi kan ini pada istri saya Kia" ucap Pandu lagi.


" Seperti nya pak Pandu salah paham, memang saya yang memberi kan bingkisan itu pada istri pak Pandu, tapi saya tidak ada maksud apa apa pak, saya memberi kan itu hanya untuk mengucap kan terima kasih karena istri bapaj sudah merawat saya selama saya di rumah sakit" sahut Wisnu menjelas kan.


" Hanya itu" tanya Pandu sambil memandang Wisnu dengan tatapan tajam.


Wisnu dan Dani yang melihat tatapan mata Pandu menelan saliva nya karena takut, sedang kan Aldi hanya diam saja tidak berani ikut campur.


" Awal nya saya memang mengangumi istri pak Pandu, tapi itu sebelun saya mengetahui kalau Kia itu istri anda, dan setelah saya tahu kalau Kia adalah istri anda, saya tidak berani untuk mengagumi nya lagi, walau pun rasa itu harus saya buang jauh jauh pak" ucap Wisnu memberi tahu.


" Apa pak Pandu tidak percaya dengan istri bapakz sehingga bapak mengantar kan pemberian saya lagi" tanya Wisnu yang tidak suka dengan sikap Pandu.

__ADS_1


" Saya sangat mempercayai istri saya, saya cuma gak mau kalau ada yang ingin merusak rumah tangga saya" ucap Pandu dengan tegas.


" Saya gak ada maksud untuk mengancur kan atau pun menganggu rumah tangga pak Pandu, percaya lha pak, saya masih waras, tidak mungkin saya menjadi pembinor pak, dan saya masih menghargai pak Pandu sebagai rekar kerja saya" ucap Wisnu menjelas kan.


Pandu menatap wajah Wisnu dengan instens, tidak ada kebohongan di mata Wisnu, Pandu pun bertanya meyakin kan sekali lagi.


" Apa omongan pak Wisnu bisa di percaya?" tanya Pandu dengan wajah serius.


" Demi Allah pak, saya tidak ada rencana sedikit pun untuk mengancur kan rumah tangga pak Pandu" ucap Wisnu dengan bersumpah agar Pandu mempercayai ucapan nya.


Pandu pun langsung mengangguk kan kepala nya tanda percaya dengan ucapan Wisnu, Pandu merasa lega karena tidak ada yang berniat untuk menganggu dan menghancur kan rumah tangga nya lagi.


" Jadi ini" tunjuk Pandu pada bingkisan yang di berikan Wisnu.


Wisnu tersenyum melihat Pandu yang tampak sedang cemburu karena bingkisan yang di berikan pada istri nya.


" Apa Pak Pandu sudah tahu apa isi nya?" tanya Wisnu senagaja ingin tahu apakah Pandu sudah melihat isi nya.


Pandu hanya menggeleng kan kepala nya saja tanda tidak tahu apa isi nya.


" Kata orang kalau ibu hamil memakan coklat akan membuat diri nya menjadi lebih tenang, maka dari itu saya memberi kan coklat itu pada istri pak Pandu yang kebetulan di bawa dari Malaysia oleh adik saya yang baru pulang sana" ucap Wisnu memberi tahu.


Pandu begitu terkejut dengan isi dari bingkisan itu, ternyata hanya sebuah coklat, Aldi yang melihat tampang Pandu yang terkejut hanya bisa menahan tawa nya.


Pandu..Pandu..kan sudah aku bilang, sebaik nya kita bicara kan dulu pelan pelan, biat gak malu kayak gini, dasar bucin akut kamu Ndu, gumam Aldi.


Pandu begitu merasa malu karena Pandu berfikir Wisnu memberi kan barang mewah pada istri nya, ternyata hanya sebuah coklat yang kebetulan di bawa oleh adik nya dari Malaysia.


Bersambung...


Naah loo siapa yang uda curiga sama Wisnu kalau mau menganggu rumah tangga Pandu dan Kia, kenaa praank dari Author yaa..


Ayo monggo jangan lupa Like,komen dan vote yang banyak yaa readers tercinta, dan jangan lupa kasih hadiah juga yang banyak, agar novel Author naik rangking nya, plissss


makasih yang udah dukung karya author, semoga rezeki kalian berlimpah dan di berikan kesehatan yaa...

__ADS_1


Salam sayang Author buat Readers Tercinta 😊😊


__ADS_2