Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 32


__ADS_3

Hari ini di aula kampus semua mahsiswa/i berkumpul karena ada pengumuman penting dari Rektor kampus, semua mahasiswa/ berbagai jurusan sudah berkumpul penuh di dalam aula, ada yang duduk dikursi bagi yang mendapat kan kursi, ada yang berdiri karena tidak kedapatan kursi.


Raja, Haikal dan Andra masuk ke dalam aula kampus paling terahkir, mereka menghela nafas karena sesak begitu banyak mahasiswa/i di sini.


Mata Raja menatap Cahaya bersama teman teman nya yang berdiri di ujung pintu sebrang yang di masuki Raja Cs, Aya tersenyum tipis saat Raja menatap nya, namun Raja tidak membalas senyuman Aya karena Raja tidak mau senyuman nya di lihat sama wanita wanita yang ada di dalam Aula.


Raja hanya memejam kan mata nya tanda menyapa sapaan Raja, Aya sudah mengerti dari pejaman mata Raja, sehingga Aya hanya mengangguk kan kepala dan kembali bercerita pada teman teman nya.


Yang tadi aula begitu ribut, langsung diam seketika saat Rektor dan pendamping Rektor beserta para dosen memasuki Aula.


" Ada pengumuman apa sih, tumben tumbenan kita di kumpulin gini?" tanya Andra yang sebenar nya malas berada di dalam aula.


" Dengar saja lah" sahut Haikal tanpa melihat ke arah Andra.


" Selamat Pagi semua nya" sapa Rektor dengan tegas.


" Pagi Pak" sahut seluruh mahasiswa/i yang ada di dalam aula.


" Mungkin kalian bertanya tanya kenapa kalian di kumpul kan di sini" ucap pak Rektor.


Semua mahasiswa/i hanya bisa menjawab dengan anggukan saja tanpa bersuara.


" Kampus kita mendapat panggilan untuk melakukan study banding dan perkemahan di kota Bandung, namun tidak semua mahasiswa/i yang bisa pergi kesana, hanya mahasiswa yang terpilih yangakan berangkat ke sana karena kita menilai nya dari prestasi nya tentu nya, jadi saya harap kalian tidak kecewa  agi yang tidak berangkat, mungkin di lain waktu ada kesempatan untuk yang belum terpilih untuk berangkat di tahun berikut nya, dan nama nama yang berangkat mohon persiapan kan diri kalian, karena kita akan berangkat besok pagi, terima kasih, selamat pagi" ucap rektor menyudahi pembicaran nya.


Seluruh mahasiswa/i bubar langsung seketika selesai mendengar nama nama yang di sebut kan para dosen yang akan berangkat untuk study banding sekaligus perkemahan di kota Bandung.

__ADS_1


Dan salah satu yang berangkat adalah Raja, Haikal, Andra, Cahaya. Wisnu, dan Tiara pasti nya, sebenar nya Raja senang Cahaya ikut barenag diri nya, tapi karena mendengar nama Wisnu, mendadak hati Raja menjadi panas.


Raja langsung keluar meninggal kan Aula di susul Andra dan Haikal.


" Ja kenapa kamu keluar, kita tidak tahu apa apa yang harus di bawa?" tanya Andra mengikuti langkah Raja dan Haikal.


" Bawa saja seperlu nya, kita mau kemah, bukan tamasya Ndra" sahut Haikal.


Kini Raja Cs duduk di sebuah taman yang ada di kampus, entah kenapa Raja mempunyai firasat tidak enak untuk perkemahan besok, pikiran Raja terus memikir kan Cahaya yang entah kenapa dia pun tidak tahu.


" Ja kamu kenapa? dari tadi aku lihat seperti nya kamu memikir kan sesuatu?" tanya Andra.


" Iya benar Ja, ada apa?" ucap Haikal ikut membenar kan pertanyaan Andra.


" Aku juga gak tahu, tapi entah kenapa perasaan ku gak enak untuk beragkat besok, apa lagi di sana ada Wisnu" ucap Raja.


Raja menatap Haikal, pikiran nya langsung tertuju pada adik nya, Haikal yang di tatap Raja mendadak menelan saliva nya dengan kasar.


" Ada apa?" tanya Haikal.


" Kau belum cerita mengenai Ratu pada kami?" ucap Raja langsung yang membuat jantung Haikal mendadak berdetak lebih cepat.


Andra tersenyum mendengar perkataan Raja, dia langsung berpindah duduk ke depan Haikal yang awal nya tadi duduk di samping Haikal.


" Buruan cerita, kami mau dengar" ucap Andra.

__ADS_1


Haikal menarik nafas nya dalam sebelum bercerita, dia menatap sepupu nya satu persatu lalu menunduk kan kepala nya sejenak.


" Aku gak tahu memulai nya dari mana, yang jelas perasaan ini tiba tiba saja datang, awal nya aku selalu tersenyum saat melihat adik tersenyum dan tertawa, namun saat adik selalu bersikap manja dan merengek kalau tidak di turuti permintaan nya aku menjadi gemas melihat wajah nya, di saat adik mengadu kalau dia sebel dengan teman teman cowok nya di kelas, aku selalu mendengar cerita nya, sampai tiba saat nya di memeluk ku pada waktu itu karena aku berjanji membeli kan buku yang di minta nya, dari situ lah jantung ku selalu bergetar saat aku melihat diri nya, jantung ku selalu berdebar kencang saat aku melihat dia tertawa, hati ku sakit saat melihat dia menangis"


" Awal nya aku masih gak percaya kalau aku jatuh cinta pada adik ku sendiri, tapi lama lamaan ternyata yang aku rasa kan ini memang rasa cinta, tapi semua itu ku pendam sendiri karena aku gak mungkin mendekati adik ku sendiri bukan? apa kata orang kalau aku pacaran atau menikah dengan adik sepupu sendiri, dan om Pandu dan papa ku jadi besanan, lucu sekali dengar nya bukan" ucap Haikal menunduk kan kepala nya dengan wajah sedih nya.


" Apa Adik tahu kalau kamu mencintai nya?" tanya Raja tiba tiba yang langsung membuat Haikal mengangkat kepala nya.


Haikal menatap Raja tidak percaya mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Raja, bukan nya menjawab Haikal malah terdiam sesaat dan berfikir sesuatu.


Kenapa Raja bertanya seperti itu? apa dia akan merestui aku kalau aku mendekati adik? dan dia mau membantu ku mendekat kan adik agar orang rumah setuju, batin Haikal.


Andra yang melihat Haikal diam sjaja langsung memukul lengan Haikal agar Haikal tersadar.


" Woooii..di jawab, bukan nya malah melamun?" ucap Andra yang berhasil menyadar kan Haikal.


" Aku tidak tahu Ja, yang aku tahu, dia selalu cerita tentang teman teman nya pada ku dan setiap dia ada masalah pasti dia menghubungi ku" ucap Haikal memberi tahu.


" Kau pasti kan dulu perasaan Adik pada mu, kalau kalian sama sama ada rasa cinta, aku akan membantu mu agar menyatu kan kalian berdua, dan aku yakin kalian bisa bersatu karena kalian tidak ada hubungan darah sama sekali" ucap RAja langsung bangkit meninggal kan Haikal dan Andra menuju kelas nya.


Andra terkekeh melihat tampang bodoh Haikal setelah mendengar ucapan Raja.


" Sukses Bro" ucap Andra menepuk bahu Haikal kemudian menyusul Raja.


Haikal masih mematung di taman kampus melihat kepergian Raja dan Andra, dia tidak menyangka kalau Raja menyetujui hubungan nya dengan Adik.

__ADS_1


 


 Bersambung.


__ADS_2