
Di penjara, Wisnu dan Tiara saling terdiam, Tiara tidak berani mengangkat kepalanya setelah mendengar dari kakakanya kalau Andra datang menemui kakaknya dan mengatakan kalau mencinti dirinya.
" Kak aku bisa jelaskan, Aku dan" ucap Tiara memberanikan diri.
" Cukup Tiara" potong Wisnu menatap Tiara.
Tiara langsung menelan salivanya melihat wajah kakaknya.
" Apa kamu juga mencintai Andra?" tanya Wisnu dengan menatap wajah Tiara dengan intens.
Tiara hanya diam sambil menatap tangannya yang saling bertaut, " Jawab kakak Tiara?" tanya Wisnu kembali.
Dengan menganggukkan kepalanya pelan tanda kalau Tiara jawaban Tiara adalah kalau adiknya juga mencintai Andra.
Wisnu langsung menghela nafasnya kasar dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
" Sejak kapan dek, sejak kapan kamu mencintai Andra dan bisa melupakan Raja?" tanya Wisnu dengan wajah serius.
" Aku juga gak tahu kak, yang pasti saat Andra pergi kuliah ke Jerman, aku merasa ada yang aneh di hatiku, dan aku bisa merasakan itu saat Andra menolong ku dari kecelakaan sebelum dia berangkat dulu" ucap Tiara menjelas kan.
" Kakak masuk ke dalam, jaga diri kamu baik-baik" pamit Wisnu begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Tiara.
" Kak, kak Wisnu, dengarin dulu penjelasan aku kak" panggil Tiara namun Wisnu tetap masuk kembali ke dalam selnya.
Tiara hanya bisa terdiam dengan mata berkaca-kaca, sebenarnya Tiara merasa senang saat kakaknya menceritakan kalau Andra juga mencintai dirinya, itu artinya cintanya kali ini tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi setelah melihat sikap kakanya, Tiara merasa kalau kakaknya tidak merestui hubungannya dengan Andra.
Dengan langkah gontai Tiara keluar dari dalam penjara menuju mobilnya, entah kenapa rasanya sesak setelah bertemu dengan kakaknya hari ini.
******
Sementara Cahaya dan Ratu yang baru kembali dari toko buku langsung di sambut Qiara karena tadi saat mereka berada di toko buu, Qiara memesan bakso mercon saat Cahaya dan Ratu pulang nanti.
" Mana pesanan kakak?" tanya Ara sambil mengadahkan tangannya.
" Yaelaah kak, belum juga duduk, uda di stop juga" sambut Ratu sambil menyodorkan bungkusan bakso mercon yang di pegangnya.
" Kakak gak stop kalian, tapi pesanan kakak, makasih ya" sahut Ara dan langsung berlalu pergi begitu saja ke dapur.
" Busyeet gitu doang kak, dasar bumil" ucap Ratu dengan wajah kesalnya.
Cahaya hanya bisa tertawa melihat kekesalan adik iparnya dengan sikap kakak iparnya itu.
" Sudahlah, kak Ara uda pengen banget itu, gak lihat tadi begitu senangnya kak Ara, uda yuk kita masuk kamar bersih-bersih siap itu gabung sama kak Ara" ucap Cahaya yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Ratu.
Saat Cahaya membuka pintu, ternyata suaminya Raja sudah berada di kamar, " Loh Aii sudah balik dari kantor? kok gak bilang Aya" tanya Aya sambil berjalan ke arah sofa dimana Raja sedang bekerja dengan laptopnya.
Raja sendiri yang mendengar pintu terbuka dan melihat istrinya sudah pulang langsung menghentikan pekerjaannya dan tersenyum ke arah Cahaya.
" Baru setengah jam yang lalu kok sayang" sambut Raja saat Cahaya langsung mencium telapak tangan Raja dan Raja juga langsung mencium kening dan bibir Cahaya sekilas.
" Dapat buku yang di cari sayang" tanya Raja yang langsung menghentikan pekerjaan nya dan meletakkan laptopnya di atas meja.
" Dapat ni Aii, nanti tinggal Aya pelajari dan eksekusi deh di dapur toko kue, mana tau peminatnya juga banyak" ucap Cahaya sambil menujukkan buku yang tadi di cari di toko buku saat menemani Ratu mencari buku juga.
" Yaudah Aya mandi dulu ya, gerah banget, siap itu mau ngumpul sama yang lain" uca Cahaya.
__ADS_1
" Iya sayang" sahut Raja dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Saat ini Andra sedang berada di taman belakang sambil bermain gitar, namun Andra hanya memetik gitar dengan lirik lagu tapi tidak di nyanyikan, Ratu dan Haikal yang kebetulan ingin ke taman belakang juga menyusul Andra langsung terhenti saat melihat Andra sedang memetik gitar namun tidak di nyanyikan.
" Kak, kak Andra kenapa?" tanya Ratu.
" Lagi galau dek, yauda kita samperin yuk" sahut Haikal kemudian menarik tangan Ratu ke pendopo tempat Andra duduk.
Ratu langsung mengambil kertas yang berisikan lirik lagu yang saat ini sedang di mainkan oleh Andra dengan gitar. Dengan cepat Ratu mengikuti alunan musik gitar yang di mainkan Andra.
Engkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlindung jua
Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbezaan terlihat antara kita
Ku harapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa
Suatu hari nanti
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama
Di situ kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Hina jadi mulia
Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Kerana cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua
__ADS_1
Ku harapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa
Suatu hari nanti
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama
Di situ kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Hina jadi mulia
Suatu hari nanti
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama
Di situ kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Hna jadi mulia
Tanpa mereka sadari mama Anita menitikan air matanya dari kaca jendela kamarnya saat mendengar Ratu menyanyikan lagu yang di gitari oleh Andra.
" kenapa kamu malah sering galau gitu nak, mana Andra yang mama kenal dulu selalu ceria" ucap mama Anita sambil mengusap air matanya.
Ara juga tersentuh mendengar lirik lagu yang di nyanyikan Ratu, sambil berdiri Ara melihat adiknya yang nampak sekali sedang galau.
" Ternyata kamu bisa galau juga dek" ucap Ara lalu masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan Cahaya dan Raja hanya bisa melihat Andra dari jendela kamar mereka saja.
" Aii apa kamu tidak bisa membantu untuk menyatukan cinta Andra dan Tiara?" tanya Cahaya yang langsung membuat Raja menatap ke arahnya dengan tatapan tidak bisa di baca oleh Cahaya.
Cahaya yang takut melihat tatapan suaminya hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.
Bersambung.
Demi readers tercinta Author Up hampir tengah malam.
Jangan lupa selalu dukungannya ya readers tercinta.
__ADS_1
Miss You.