
Pandu masih terduduk di lantai dengan kepala di letak kan di atas dungkul nya.
" Ndu sebaik nya kita sholat Isya dulu, kita berdoa dan minta sama allah agar operasi Kia berjalan dengan lancar dan Kia tidak kenapa napa" Ajak Aldi pada Pandu.
Pandu pun langsung mengangkat kepela nya dan mengangguk kan kepala nya menerima ajakan Aldi untuk menunai kan sholat isya di mushola yang telah di sedia kan di rumah sakit.
Pandu, aldi dan Bima langsung bergerak ke musholla untuk menunai kan sholat Isya, tapi langkah mereka di henti kan papa Ridwan.
"Kalian mau kemana?" tanya Papa Ridwan.
"Kita mau sholat dulu Pa" jawab Bima.
"Papa ikut kalian" ucap Papa ridwan dan di anggukin mereka bertiga.
"Mama di sini saja ya, tunggu kabar dari dokter, kalau ada apa apa segara hubungi kita ya" sambung Papa Ridwan pada istri nya.
Mama Dewi hanya mengangguk kan kepala nya saja, mereka ber empat pun langsung pergi meninggal kan mama Dewi untuk segera sholat.
Setelah sholat Pandu berdoa dengan khusyuk hingga memetes kan kembali air mata nya.
Ya allah hanya kepadamu lha hamba meminta, tolong selamat kan lha istri hamba ya allah, sejujur nya hamba tidak bisa hidup tanpa hidup hamba, berikan keselamatan untuk nya agar hamba bisa membahagia kan istri hamba, hamba mohon ya allah.Doa Pandu dalam hati.
Setelah Sholat Pandu dan yang lain nya kembali ke ruangan operas, belum ada tanda tanda Kia selesai di operasi.
"Belum ada kabar Ma" tanya papa Ridwan.
"Belum Pa" jawab Mama Dewi.
Pandu dan yang lain nya menunggu di luar dengan sabar, sudah hampir tiga jam belum ada tanda tanda Kia seleasai di operasi.
Sementara Tim Dokter yang ada di ruangan operasi tiba tiba menjadi panik, keringat terus membasahi kening para Dokter.
"Dok tekanan darah pasien semakin lemah, ucap Salah satu dokter yang ikut menangani operasi Kia.
"Tambah kan sunti kan Dengan dosis lebih" sahut Dokter Ricki.
Tim Dokter masih terus berusaha untuk mengerjakan operasi Kia, peluruh sudah dapat di keluar kan dari dalam tubuh Kia, tapi kondisi Kia semakin menurun.
__ADS_1
"Dok detak jantung pasien melemah" ucap Dokter lain nya yang menangani operasi Kia juga.
Ricki dengan cepat mengambil alat untuk mentralisir detak jantung Kia, dengan sigap Ricki menempel kan alat pemacu detak jantung Kia agar segera normal.
Ketika alat di tempel kan di tubuh Kia, tidak ada sama sekali respon.
"Tambah kan tegangan Bay" ucap Ricki pada Dokter Bayu.
Bayu langsung menambah kan tegangan setengah dari kata full di mesin alat pemacu jantung.
Ricki kembali menempel kan alat pemacu jantung di tubuh Kia, dan hasil nya tetap sama, tidak ada respon apa pun.
"Dok tekanan darah pasien kembali turun" ucap suster yang memeriksa tekanan darah Kia.
Tim dokter semakin panik, Anita langsung menambah kan alat pemacu jantung dengan full di mesin alat pemacu jantung.
Ricki kembali meletak kan nya di tubuh Kia, tidak ada respon dari tubuh Kia, berkali kali Ricki mencoba tetap tubuh Kia tidak menerima, alat alat sudah di pasang di tubuh Kia untuk membantu Kia agar tetap bertahan, tapi hasil nya tekanan darah Kia tetap semakin menurun dan detak jantung Kia semakin melemah.
Saat Tim dokter semakin berusaha, tiba tiba mesin dari detak jantung Kia berbunyi yang membuat pekerjaan tim dokter berhenti.
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin
Sedang kan Ricli, Bayu dan Rika beserta tim dokter dan suster yang ikut membantu diam mematung.
" Kiaaaa" ucap Rika dengan suara tercekat.
Tim dokter langsung memberhenti kan pekerjaan mereka, sementara Ricki keluar untuk memberi tahu kepada Pandu dan yang lain nya.
Pintu operasi di buka oleh Ricki, mendengar pintu terbuka Pandu langsung menghampiri Ricki dan bertanya gimana kondisi istri nya.
"Ric gimana kondisi Kia?" tanya Pandu.
Ricki yang di tanya Pandu hanya diam saja dan menunduk kan kepala nya, sejujur nya Ricki tak sanggup untuk mengatakan pada Pandu dan keluarga lain nya.
Pandu yang tidak mendapat jawaban dari Ricki bertanya sekali lagi.
"Ric kenapa diam saja, gimana Kia, dia baik baik saja kan?" ucap Pandu sekali lagi.
__ADS_1
Ricki yang mendengar pertanyaan dari Pandu lagi pun mau tak mau menjawab nya dengan menggeleng kan kepala nya sambil memandang Pandu.
Pandu yang melihat gelengan kepala Ricki tidak mendapat jawaban yang sempurna pun mencengkram kerah baju Ricki.
"Jelas kan yang benar Ric, Kia tidak apa apa kan? jawab" bentak Pandu pada Ricki.
"Sabar Ndu, biar kan Ricki menjelas kan dulu, kamu tenang dulu" ucap papa Ridwan menenang kan Pandu.
Semja yang ada di sana menunggu Ricki menjelas kan gimana kondisi Kia.
" Kami sudah berusaha dengan kemampuan kami, tapi Allah lebih sayang pada Kia" ucap Ricki yang masih menggantung menurut Pandu.
" Apa maksud kamu Ric, jelas kan lha yang benar" ucap Pandu dengan suara yang di tekan karna sudah menahan amarah.
" Kita gak bisa selamat kan Kia Ndu, Kia sudah gak ada" jawab Ricki lirih.
Pandu yang mendengar ucapan Ricki mematung dengan suara yang tercekat, dada Pandu lanngsung merasa nyeri, air mata tumpah dengan sendiri nya.
Sementara mama Dewi dan yang lain nya tak kuasa me dengar penjelasan Ricki, Mama Dewi menangis tak henti henti nya.
" Kata kan yang kamu bilang tadi bohong Ric, kata kaaa" Bentak Pandu pada Ricki.
Tiba tiba suara Anita yang keluar dari dari ruang operasi sambil menagis membuat Pandu semakin tak berdaya.
"Yang di kata kan Ricki benar Ndu, Kia sudah gak ada, kami sudah berusaha menolong Kia, tapi Allah lebih sayang pada Kia" ucap Anita menangis di papah oleh Rika.
Pandu yang mendengar ucapan kakak nya tidak terima, Dia langsung meremas kerah baju Ricki sekuat nya.
" Gak.... Gak mungkin, kalian pasti bohong kan, Kia ku masih hidup, Kia ku pasti selamat, kata kan kalau Kia masih hidup Riklc, kata kaan" ucap Pandu yang sudah emosi pada Ricki.
"Kia memang sudah gak ada Ndu, peluru yang mengenai tubuh Kia satu mili lagi tepat mengenai jantung Kia, kita semua sudah berusaha untuk mengeluar kan nya, tapi saat peluruh sudah keluar, kondisi Kia melemah, kita semua sudah berusaha Ndu, tapi takdir berkata lain, ikhlas kan Kia Ndu, biar Kia bisa tenang di alam sana" ucap Ricki menjelas kan Pada Pandu.
Bersambung
Jangan lupa slalu dukung Author yaa...
dengan Like, Kome,dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih Banyak 🙏🙏