
" Haaaahk" Firman terkejut mendengar pertanyaan Rika.
"Aku..aku..."
Belum sempat Firman ingin berbicara, tiba tiba Firman di kaget kan dengan suara telpon nya, Firman pun langsung melihat siapa yang menghubungi nya.
Huuuuuuft....untuk saat ini aku berterima kasih pada mu Al, karena kau sudah menyelamat kan aku dari pertanyaan Rika, batin Firman.
Yaah...yang menghubungi Firman adalah Aldi, karena Pandu dan Aldi sudah berada di ruangan Rektor saat ini.
Firman pun langsung mengangakt telpon nya agar Aldi tidak menunggu lama.
" Hallo Al" ucap Firman sambil melirik ke arah Rika.
" Kamu dimana sih Man, kok lama banget sampek kampus nya, Kita sekarang ada di ruangan rektor, cepat kamu kemari" sahut Aldi panjang lebar.
" Lho kamu ada di ruangan Rektor, yasudah aku kesana ksekarang" ucap Firman dan langsung mematikan sambungab telpon nya.
Firman langsung melihat ke arah Rika yang masih setia menunggu di samping Firman saat sedang menerima telpon.
" Emmm Rika, kakak lagi di tunggu sama Pandu dan Aldi di ruangan Rektor, kamu mendingan masuk kelas gih, nanti pulang nya kakak antar ya" ucap Firman.
" Gak usah di antar kali kak, Rika nanti ngerepoti kakak pulak, lagian Rika bisa naik taksi kok" sahut Rika dengan tersenyum manis.
Firman yang melihat senyuman Rika begitu manis, jantung nya langsung berdetak begitu kencang.
Jantung ku lagi lagi berdetak secepat ini, seperti nya aku benar benar jatuh cinta dengan Rika, bati Firman masih terus menatap Rika.
" Kak" panggil Rika karena melihat Firman yang melamun.
Firman pun langsung tersadar dan salah tingkah di depan Rika.
" Pokok nya tidak ada penolakan, nanti biar kakak yang antar kamu pulang" ucap Firman dengan cepat.
Rika hanya diam saja melihat Firman yang tiba tiba memaksa untuk mengantar nya pulang.
" Tunggu apa lagi, yasudah kamu masuk ke kelas gih, nanti kamu telat pula" sambung Firman lagi.
Rika pun langsung turun dari mobil dengan aneh karena melihat Firman yang seperti salah tingkah begitu.
" Kak Firman kenapa sih, tadi perasaan dia gak kayak gitu, ini tiba tiba jadi aneh gitu" ucap Rika berbicara sendiri sambil berjalan memasuki gedung fakultas.
__ADS_1
Sedang kan Firman yang masih berada di dalam mobil, dan melihay Rika sudah masuk ke dalam gedung langsung mengeluar kan nafas nya dengan kasar.
" Haaaah...bisa bisa aku mati muda karena jantungan melihat senyuman manis nya Rika, mana bibir nya gemes banget lagi" ucap Firman.
" Astagfirullah, aku bicara apa sih, efek terlalu lama ngejomblo kayak nya ini" ucap Firman merutuki kebodohan nya karena berfikir yang tidak tidak.
Firman pun langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju ruangan Rektor, saat sudah sampai di ruang rektor, Firman melihat Pandu dan Aldi berbincang bincang dengan rektor.
Tak terasa sudah 1 jam lebih Pandu menunggu Kia di kampus, setelah selesai urusan nya di kampus, Kia pun langsung menghubungi suami nya kalau dia sudah selesai.
" Assalamualaikum Mas, Mas dimana? Kia sudah selesai ini, Kia sekarang duduk di taman kampus ya Mas, bareng Rika dan Widya" ucap Kia memberi gahu Pandu.
"Walaikumsalam sayang, Mas kesana sekarang ya" sahut Pandu dan langsung permisi pada dengan Rektor dan langsung keluar dari gedung kampus di ikuti oleh Aldi dan Firman.
Saat sudah sampai di taman kampus, Pandu melihat istri nya sedang tertawa sambil berbincang bincang dengan Rika dan widya.
" Sayang" panggil Kia.
Kia langsung menoleh begitu mendengar suara suami nya.
" Mas abis dari mana?" tanya Kia.
" Dari ruang Rektor sayang" sahut Pandu.
" Sudah Mas, tinggak siap kan sedikit lagi saja tesis nya, siap itu Kia bisa sidang lanjutan" sahut Kia dengan senyuman manis nya.
" Istri Mas memang jago" ucap Pandj sambil mengelus kepala Kia dengan lembut.
" Yasudah ayo kita ke kantor Mas, pasti kerjaan Mas jadi numpuk gara gara nungguin Kia di kampus" ajak Kia.
" Tidak usah sayang, kita langsung pulang saja, nanti Mas kerjakan nya dari rumah saja" ucap Pandu langsung mengajak Kia pulang.
Pandu tak tega kalau harus membawa Kia ke kantor lagi, karena Pandu melihat Kia sudah sedikit lelah.
Firman yang jantung nya terus berdetak cepat saat melihat Rika.
" Rika kamu kakak antar pulang ya" ucap Firman tiba tiba.
Semua yang ada di sana langsung melihat ke arah Firman.
" Iya kak" sahut Rika dan membuat Firman tersenyum senang.
__ADS_1
Mereka pun memasuki mobil masing masing, Aldi langsung melaju kan mobil nya ke kediaman Atmaja, sedang kan Firman melaju kan mobil nya ke rumah Rika.
Di dalam mobil Pandu, Kia yang penasaran dengan Firman pun bertanya pada suami nya.
" Mas, Kak Firman ada hubungan apa sama Rika?" tanya Kia.
" Mana Mas tau sayang, Mas tidak mengerti dengan hal begituan" sahut Pandu sambil mengelus tangab Kia.
" Kak Aldi tau soal Firman dan Rika?" kini Kia bertanya pada Aldi.
" Yang kakak lihay sih seperti nya Firman ada hati dengan Rika, tapi itu hanya menurut kakak saja" sahut Aldi sambil menyetir mobil.
" Kamu tau sesuatu Wid?" tanya Kia pada Widya.
" Emmmm...seperti yang di bilang kak Aldi Kia, tapi seperti nya kak Firman harus saingan dengan kak Reza, karena yang aku tau kak Reza juga ada hati dengan Rika" sahut Widya memberi tahu.
" Wahhhh...Pasti Rika bingung itu menetukan hati nya, seperti nya kita harus turun tangab ni Wid, biar Rika bisa memilih jodoh nya yang terbaik" ucap Kia dengan semangat.
" Kamu mau ngapain sayang, biar aja Rika yang nentukan hati nya kemana, kamu gak usah ikut campur masalah hati seseorang sayang" ucap Pandu memberi tahu pada istri nya.
" Mas..Kia bukan nya mau menentuka siapa yang jadi pasangan Rika, tapi Kia membantu Rika agar tidak salah pilih dan segera menemukan pasangan nya, jadi setelah Kak Aldi dan Widya menikah sebulan lagi, Rika juga sudah menemukan jodoh nya, dan segera di halal kan Mas" sahut Kia me jelas kan pada Pandu.
" Emang kamh mau ngelakuin apa sama Rika sayang" tanya Pandu penasaran.
" Itu biar Kia dan widya yang atur Mas, para lelaki hanya boleh melihat saja, hahahahha" sahut Kia di barengi tawa nya.
Pandu yang melihay istri nya tertawa senang langsung memeluk dan mencium pipi Kia dengan gemas, sedang kan Aldi dan Widya hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala melihat tingakh lucu Kia.
" Yang penting Mas gak mau kamu ngelakuin hal yang aneh aneh ya sayang, Mas gak suka kamu ikut campur masalah hati seseorang" ucap Pandu lagi.
" Mas tenang aja, Kia gak macem macem kok, hanya satu macem saja" sahut Kia sedikit meledeki Pandu.
Semua yang ada di dalam mobil langsung tertawa mendengat ucapan Kia karena mengusili Pandu.
Bersambung...
Jangan lupa dukungab nya slalu untuk author ya, dengan like,komen dan Vote yang banyak plissss.
Dan kasih hadiah yang banyak dong buat Author plisss.
Terimah kasih banyak
__ADS_1
I Love You More 😊😊