Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 77


__ADS_3

Acara pernikahan Ara tinggal dua hari lagi, hari ini Ara sudah mulai cuti dari rumah sakit, begitu juga dengan Azmi.


Sudah lebih dari tiga hari Azmi tidak boleh menemui Ara, rasa rindu nya sudah begitu memuncak, Ara dan Azmi hanya boleh bertukar kabar saja melalui pesan dan telpon, bahkan untuk video call saja di larang oleh keluarg masing masing, karena kata nya pamalik.


Siang ini seluruh keluarga Atmaja mengadakan pengajian dan memanggil anak yatim untuk sebelum menggelar hari pernikahan cucu pertama dari keluarga Atmaja, seluruh keluarga memakai pakaian serbah putih agar hati dan pikiran mereka semua bisa seputih dan sebersih warna pakaian yang mereka pakai.


Kia memasuki kamar Oma Dewi karena belum melihat Oma keluar dari dalam kamar, " Mama" panggil Kia dengan lembut.


Oma Dewi melihat ke arah Kia dan tersenyum sambil menyuruh Kia masuk ke dalam kamar nya, " Kenapa mama masih di kamar? sebentar lagi para undangan pengajian sudah mau datang" ucap Kia.


" Mama cuma sedang menatap wajah papa mu dari foto itu sebelum mama keluar kamar" ucap oma Dewi kembali menatap foto papa Ridwan yang sedang tersenyum di pigura yang di gantung di dinding kamar Oma Dewi.


" Hari ini mama bahagia sekaligus bersedih sayang, mama bahagia cucu mama sekitar 24 jam lagi sudah menjadi istri orang, dan sedih merasa sedih saat papa tidak ada bersama kita saat hari bahagian cucu nya untuk menikah" ucap Oma Dewi menetes kan air mata nya.


Kia langsung memeluk oma Dewi dengan kasih sayang, " Mama jangan sedih begitu, walau pun raga papa tidak berada dengan kita saat hari bahagia Ara, tapi papa selalu ada dengan kita dan tersenyum melihat kita dari surga sana" ucap Kia dan di angguki kepala oleh Oma Dewi.


" Walau pun kepergian papa sudah bertahun tahun, tapi entah kenapa mama masih selalu merasa kehilangan papa, karena papa mu pergi dengan begitu mendadak, tanpa ada pesan dan tanda tanda apa pun" ucap mama Dewi mengingat saat kepergian suami nya untuk terahkir kali nya.

__ADS_1


" Mama harus ikhlas, tidak boleh seperti itu, papa sudah tenang di  surga sana, sekarang kita waktu nya membahagian kan anak anak mama dan cucu mama" ucap Kia memeluk Oma Dewi dari samping.


Pandu yang mendengar ucapan kedua wanita yang begitu di cintai nya langsung berjalan masuk dengan senyuman di bibir nya.


" Kenapa masih di sini? ayo kita keluar. para ibu ibu dan bapak bapak pengajian sudah datang" ucap Pandu dan langsung membuat Kia dan Oma Dewi menolah kearah Pandu.


" Ahkk Iya..kita harus keluar, tidak baik di sini sementara tamu tamu sudah banyak di luar" ucap Oma Dewi langsung berdiri dan berjalan pelan menuju pintu keluar, Kia yang ingin menyusul mama nya terhenti karena tangan nya di tarik oeleh Pandu dan membuat Kia langsung mengahadap Pandu dan Pandu pun langsung memeluk Kia.


" Makin cinta aja sama istri ku ini, selalu saja bisa membuat orang yang sedang bersedih menajadi tersenyum kembali" ucap Pandu sambil mencium sekilas bibir Kia.


" Apaan sih mas, malu sama mama dong?" ucap Kia.


" Cepat lah kalian keluar dari kamar mama, dan sambut para tamu, atau akan ada hal yang terjadi di kamar mama sampai membuat Raja dan Ratu akan mempunyai adik lagi" ucap Oma Dewi tanpa melihat ke arah Kia dan Pandu.


Pandu dan Kia langsung terkekeh mendengar ucapan mama nya, " Seperti nya kita bisa mencoba apa yang di kata kan mama tadi sayang" ucap Pandu yang langsung mendapat cubitan dari Kia.


" Jangan ngaco kamu Mas, ayo keluar, gak enak sama kak Nita dan kak Bima, mereka pasti menunggu kita di sana" ajak Kia yang langsung menarik tangan Pandu keluar dari kamar mama Dewi.

__ADS_1


Sementara di sebuah rumah sakit milik keluarga Nugroho, seorang wanita duduk termenung sambil memain kan pulpen di kamar nya.


" Gak usah melamun gitu, jodoh sudah di tentukan oleh sang pencipta" ucap Erwin sahabat Azmi dan juga Kayla di rumah sakit.


Kayla langsung tersadar dan meyandar kan tubuh nya ke sandaran sofa sambil menatap dokter erwin yang juga bekerja di rumahs akit milik Azmi.


" Aku tahu kamu begitu mencintai Azmi, tapi Azmi hanya menganggap kamu sebagai teman nya aja Kay, sama dengan wanita yang lain nya yang juga mengangumi Azmi" ucap Erwin.


" tapi aku sudah menunggu nya selama dua tahun setelah dia sakit hati karena di tipu oleh wanita licik itu Win, dan masa sedikit pun Azmi tidak bisa melihat kalau aku tulus mencintai dia, dan mlah Ara yang notaben nya baru di di kenal nya, dia langsung memanatp kan hati nya buat menikah dengan Ara" sahut Kayla.


" KArena Ara lah yang bisa menyembuh kan hati nya setelah terluka dua tahun lalu, kau harus tahu Kay, kalau Azmi itu begitu sulit untuk jatuh cinta, dan aku bersykur dia bertemu dengan Ara, wanita yang bisa membuat Azmi kembali tersenyum seperti dulu lagi" ucap Erwin mengingat kan Kayla.


" Kamu harus terima semua ini, aku yakin akan ada laki laki yang mencintai kamu Kay, tapi dia bukan Azmi" ucao Erwin menatap wajah Kayla.


Kayla tidak menanggapi ucapan Erwin, dia langsung mengambil stetoskop nya dan pergi meninggal kan Erwin begitu saja untuk visit ke ruangan pasien pasien nya.


Erwin hanya bisa menggeleng kan kepala nya menatap kepergian Kayla, " Semoga kamu bisa menerima semua ini Kay, dan tidak berbuat yang aneh aneh nanti nya" ucap erwin yang langsung keluar dari ruangan Kayla menuju ruangan nya.

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2