Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 148


__ADS_3

Saat ini Cahaya duduk dengan muka di tekuk karena suaminya tak henti hentinya mengaulinya sampai sampai tubuhnya rasa nya remuk.


" Uda dong sayang, masak cemberut terus sih" ucap Raja.


" Kamu jahat banget tau gak Aii, ini itu kantor, kayak gak bisa di rumah tau gak" jawab Cahaya sambil mengunyah kue yang tadi dia bawa.


" Okee, nanti sampai di rumah kita lanjut lagi" ucap Raja yang langsung mmebuat Cahaya tersedak dengan kue yang dimakannya.


Uhuuuk....uhuuuuk


" Aii kok mesumnya makin kelewatan sih?" ucap Cahaya sambil mencubit perut sispack Raja, namun sedikit pun Cahaya bisa mencubit lemak yang ada di perut suaminya, sedangkan Raja hanya bisa tertawa kekeh melihat ulah istrinya yang tidak bisa mencubit perutnya.


" Ihhhk kok gak ada lemaknya sama sekali" ucap Cahaya cemberut.


" Kan olah raga sayang, apa lagi semenjak nikah sama kamu, Aii makin semangat buat olah raga pagi siang malam" jawab Raja sambil mengelus tangan Cahaya.


" Kok rajin banget, terus kapan kerjanya kalau olah raga terus?" tanya Cahaya kembali mencomot kue yang di bawa dari toko kuenya.


" Itu juga termasuk kerja sayang, kerja biar cepat dapat Raja junior" ucap Raja spontan.


"Uhuuuk uhuuuk" lagi-lagi Cahaya terbatuk mendengar ucapan suaminya.


Raja dengan telaten memberikan minum pada Cahaya, dan Cahaya langsung meminumnya dengan gelas masih di tangan Raja.


" Pelan-pelan dong sayang" ucap Raja sambil mengelus punggung Cahaya dengan lembut.


Cahaya menatap wajah Raja dengan intens setelah selesai minum, Raja yang di lihatin segitunya oleh istrinya langsung meletakkan gelas di atas meja dan bertanya pada sang istri.


" Ada apa sayang, hemmm? gitu banget lihat Aii nya" tanya Raja.


" Apa Aii segitunya sudah mau punya anak?" tanya Cahaya.

__ADS_1


" Kenapa nanyak nya gitu? emang sayang belum mau punya anak saat ini?" bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Raja malah balik bertanya.


" Bukan Aii, bukan gitu, cuma Aya takut gak bisa kasih keturunan sama Aii, buktinya sampai saat ini Aya belum ada tanda tanda untuk hamil, Aya takut ngecewakan Aii nantinya kalau terlalu berharap yang belum pasti" ucap Cahaya dengan menundukan wajahnya.


Raja yang mendengarnya tersenyum, kemudian dengan cepat Raja merengkuh tubuh mungil sang istri, di tangkupnya wajah sang istri dengan kedua telapak tangannya.


" Dengar sayang, kamu gak boleh bicara begitu, kita akan berusaha untuk bisa mendapatkan keturunan hasil buah cinta kita, lagian kita juga baru aja kan buat nya, jadi kita harus lebih sering biar cepat jadi hasilnya" ucap Raja dengan senyuman mesumnya.


" Aii ahk gak serius, ini serius sayang" sahut Cahaya.


" Aya takut gak bisa mmeberikan yang terbaik buat Aii" sambung Cahaya.


" kamu yang terbaik buat Aii sayang, dan kamu pasti akan ngasih yang terbaik buat Aii, percaya lah, dan jangan di fikir kan, kita usaha tiap malam oke, bila perlu pagi, siang dan malam biar cepat hasilnya" sahut Raja menyemangati sang istri.


Sementara di kediaman Atmaja, para ibu-ibu sedang sibuk melihat gaun yang akan di pakai di acara lamaran Andra, siapa lagi kalau bukan Kia, Anita dan Widya, mereka sedang melihat gaun yang akan di pakai oleh mereka dan semua keluarga nantinya.


" gak salah kalau Kia yang memilih warna, hasil nya pasti selalu memuaskan?" ucap Widya yang di ancungi jempol oleh Anita.


" Emang di badan kak Nita dan Widya bagus, bukan karena pilihan Kia" ucap Kia merendah.


Saat sedang asik melihat punya yang lain, Ratu pulang dari kampus dengan langkah gontai dan wajah yang di tekuk, setelah mengucap salam Ratu langsung berjalan ke arah kamar tanpa bergabung dengan para ibu ibu leluhur.


Kia yang melihat putrinya lemas langsung menatap nya dari kejauhan saat Ratu menaiki tangga, dan hal itu juga tak luput dari pandangan Widya.


" Kia calon memnatu ku kenapa? kok mukanya di tekuk gitu?" tanya Widya.


" Kia juga gak tahu Wid, coba biar Kia lihat dulu ya" sahut Kia hendak bangkit dari sofa yang ia duduki.


Namun belum sempat Kia berjalan, suara Haikal menghentikan langkah kaki Kia, " Gak usah di bujuk tante, adek gak kenapa napa, biar Haikal yang bicara" ucap Haikal dari arah pintu masuk.


" Kalian bertengkar?" tanya bunda Widya.

__ADS_1


" Gak Bun, Adek lagi bad mood aja, makanya ini biar Haikal bujuk" jawab Haikal yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Kia dan Widya begitu juga dengan Anita.


Haikal langsung membuka pintu kamar Ratu dan melihat Ratu sedang rebahan sambil telungkup dan memainkan ponselnya.


Haikal menarik nafas dengan pelan dan mengeluarkan dengan perlahan juga, dengan pelan Haikal berjalan mendekati Ratu yang masih setia telungkup di atas tempat tidurnya.


" Adek Masih ngambek?" tanya Haikal yang sudah duduk di samping Ratu.


Ratu tak menjawab, Ia masih asik dengan memainkan ponselnya.


" Yauda kakak minta maaf deh, kalau kakak ada salah?" ucap Haikal lagi.


" Tapi kakak ngerasa gak ada salah tuh, kita kan emang baik-baik aja, apa di kampus tadi adek ada masalah" ucap Haikal mengingat-ingat dan bertanya.


Mendengar kata-kata Haikal , Ratu langsung duduk di hadapan Haikal dan menatap Haikal dengan tatapan tajam, Haikal bukannya takut tapi malah ingin tertawa melihat wanita yang di cintainya seperti itu mimik wajahnya.


" Kakak emang gak peka ya jadi cowok, kenapa adek dulu bisa-bisanya jatuh cinta pada cowok datar dingin dan gak ada perasaannya sedikit pun seperti kakak" ucap Ratu langsung nyerocos .


Glek


Haikal yang tadinya ingin tertawa melihat wajah Ratu, kini Ia malah begitu susah melnelan salivanya mendengar cerocosan Ratu yang seperti kereta api jalan.


" Apa kakak gak tahu saat ini gimana perasaan adek hahk, kakak emang gak ada bisa melihat kondisi adek, kakak gak cinta sama adek, kakak bohong sayang sama adek" ucap Ratu sambil memukul mukul dada Haikal sangking geramnya.


" Emang salah kakak apa?" tanya Haikal dengan polosnya.


Gerakan tangan Ratu terhenti saat mendengar ucapan Haikal yang tanpa dosa di pendengaran Ratu. Dengan wajah makin geram, Ratu menatap Haikal begitu tajam.


" KAKAAAAAAAAAAK" Teriak Ratu yang membuat para ibu ibu di bawah langsung terlonjak kaget, begitu juga dengan Haikal yang ada di hadapannya, sungguh telinga Haikal sudah berdengung akibat jeritan Ratu tepat di depan wajahnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2