Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 73


__ADS_3

Pagi ini Pandu mengantar Kia ke kampus nya, semenjak Kia kuliah lagi untuk menjadi Dokter Spesialis, Pandu menyuruh KIa untuk mengurangi jadwal prakteknya di rumah sakit, berhubung Kia dalam satu minggu kuliah hanya tiga hari, maka Kia bekerja di rumah sakit hanya dua hari saja, awal nya Kia menolak keputusan suami nya, karena merasa tidak enak dengan dokter lain, tapi karena Pandu pemilik rumah sakit itu, jadi mau tidak mau Kia mengikuti apa kata suami, dan ini hanya sementara saja sampai Kia wisuda kembali.


Setelah sampai di depan gerbang, Kia mencium tangan suaminya dan Pandu langsung membalas dengan mencium kening istri nya.


" Makasih ya mas sudah mau antar Kia, Mas hati hati ke kantor nya" ucap Kia pada Pandu.


" Iya sayang, nantik kalau sudah pulang kabarin Mas ya" sahut pandu langsung di jawab anggukan oleh Kia.


Kia pun keluar dari mobil Pandu, setelah Kia turun Pandu langsung melaju kan mobil nya, Kia masih berdiri di depan gerbang melihat mobil suaminya sampai tidak terlihat lagi, setelah mobil Kia sudah tak terlihat, Kia langsung masuk ke dalam kelas.


Jam kuliah Kia suad selesai, Kia bermaksud mau ke kantor suami nya saja, karena kalau pulang ke rumah juga pasti gak ada orang, mertua nya sedang ke luar kota, baru nantik malam kembali nya, ahkir nya Kia berfikir mau ke kantor suaminya saja, dari pada suntuk di rumah sendirian.


Kia mau memesan taksi online, saat Kia mau memesan taksi online nya melalui ponsel nya, Widya datang menghampri Kia yang kebetulan mau pulang juga.


" Kia kamu mau balik?" tanya Widya tiba tiba.


" Ehhh Wid...aku mau ke kantor suami ku Wid, bosen di rumah, kamu mau praktek ya?" sahut Kia dan kembali bertanya pada Widya.


" kebetulan aku hari ini gak ada jadwal praktek, jadi ini mau langsung pulang saja, kamu naik apa Kia?" tanya Widya karena tidak melihat jemputan Kia.


" Aku lagi mau pesan taksi online ni, sengaja gak mau mintak jemput soal nya takut kerjaan suami, masih jam segini juga kan" sahut Kia dan di balas anggukan oleh Widya.


" Aku anter aja yok, lagian aku juga gak kemana mana kan, sekalian jalan jalan" ucap Widya lagi yang mengajak Kia.


" Gak usah Wid, nantik aku ngerepoti kamu lagi" sahut Kia sambil tersenyum.


" gak lha Kia, kayak sama siapa aja. ayu buruan masuk keburumakin siang ini" ucap Widya sambil sedikit memakasa agar Kia mau bareng.


" Tapi kita beda arah lho Wid, nantik gara gara angantar aku kamu jadi makin jauh pulang nya" sahut Kia lagi yang merasa tidak enak.


" Uda buruan Kia, aku aja gak keberatan kok, sekalian jalan jalan juga" ucap Widya lagi.


" Baik lha" sahut Kia dan langsung masuk ke dalam mobil Widya.


Setelah Kia masuk, Widya langsung menjalan kan mobil nya menuju kantor Pandu, begitu Kia menyebut kan alamat nya, Widya terkejut mendengar kantor suaminya Kia.


" Waah aku gak nyangka ternyata kamu istri orang nomor satu di negara kita" tapi kamu masih mau berteman sama aku yang cuma anak pengusaha kecil saja" ucap Widya karena salut elihat Kia.


" AKu berteman pada siapa aja Wid, gak pernah pilih pilih, di mata Allah semua nya sama, gak ada beda nya" sahut Kia sambil tersenyum.


" Aku makin salut sama kamu Kia, pantes banyak cowok yang tergila gila sama kamu dikampus, kamu cantik luar dalam sih, beruntung juga Pak Pandu dapat kamu" balas Widya.


" Kamu ini terlalu memuji ku Wid, kamu sendiri juga banyak yang mengagumi di kampus" sahut Kia sambil tertawa kecil dan di balas tertawa oleh Widya.


Tak lama mobil yang di kendarai Widya sudah sampai di depan lobi kantor Pandu, Kia pun langsung mengucap kan terimah kasih pada Widya.


"Makasih ya Wid, uda mau repot repot antar aku" ucap Kia.


" Yaelaah santai aja kali, kayak sama siapa aja kamu Kia" sahut Widya.


Kia pun langsung turun dari mobil Widya, begitu Kia sudah menutup pintu mobil, Widya langsung menjalan kan mobil nya, tak lupa Widya membunyi kan klason mobil nya, dan di balas lambaian tangan oleh Kia.


Saat Kia ingin masuk kedalam kantor suaminya, Kia melihat ada Motor Sport berwarna merah hitam terparkir di kantor suaminya.

__ADS_1


Entah kenapa Kia ingin sekali naik di atas motor itu bersama suaminya, lama Kia berdiri melamun di depan kantor suaminya,ahkir nya Kia di tegur oleh security yang menjaga di depan kantor Kia.


" Maaf Nona ada yang bisa saya bantu, kenapa melamun di sini?" tanya security itu karena heran melihat istri bos nya berdiri melamun.


Kia yang terkejut karena di tegur langsung menyadar kan lamunan nya.


" Ehk Pak, gak apa apa pak" sahut Kia tersenyum dan langsung masuk kedalam kantor suaminya.


Saat melewati meja resepsionis, Kia bertanya pada resepsionit yang menjaga di depan.


" Maaf apa pak Pandu nya ada?" tanya Kia pada resepsionis yang ada di depan Kia.


" Ada Nyonya, Bapak ada di ruangan nya" sahut resepsionis yang bername tak Wulan.


" Mari sayaantar Nyonya" sambung wulan lagi.


" Panggil Kia saja, gak perlu pakai Nyonya saya juga belum tua tua banget" sahut Kia sambil tersenyum.


" Maaf Nyonya saya tidak berani, takut pak Pandu marah, bagai mana saya panggil dengan Nona saja" ucap Wulan kembali.


" Yasudah bagaimana mau kalian saja" sahut Kia dan masuk ke dalam lift yang tadi di antar oleh Wulan samapi di depan lift.


Pintu lift tertutup dan Kia langsung menekan tombol 15 tempat dimana ruangan suaminya, tak lama Kia sampai di lantai 15 dan langsung keluar, di lihat Kia Bela sekretaris suaminya sedang sibuk di depan komputer nya.


" Pagi menjelang siang Bela" sapa Kia membuat Bela terkejut.


" Nona Kia, maaf saya tidak tau kalau Non Kia ada di sini" sahut Bela langsung berdiri dan membungkuk kan badan nya.


" gak usah formal kali gitu juga Bel,Mas Pandu ada kan? tanya Kia"


Kia langsung masuk ke dalam ruangan suaminya tanpa mengetuk pintu terdahulu, karena Kia sengaja memberi kejutan karena memang Kia tidak memberi tahu kalau mau ke kantor suami nya.


Saat Kia sudah membuka pintu nya, terlihat suaminya yang sedang bekerja di depan laptop dengan jas kaca mata yang bertengker di hidung nya yang mancung dan jas yang sudah di lepas dan di letak di belakang kursi kerja nya, walau pun begitu tetap terlihat tampan.


" Assalamualaikum Mas" sapa Kia


PAndu yang mendengar suara istri nya langsung mengalih kan pandangan nya ke arah suara, begitu di lihat nya wajah istri tercinta nya, Pandu langsung bangkit dan berjalan ke arah istrinya.


Kia juga berjalan mendekati suaminya, begitu dekatm Pandu langsung mencium kening istri nya.


" Kenapa gak ngabarin kalau mau kesini sayang?" tanya Pandu.


" Sengaja Mas, Kia gak mau ngerepoti Mas" sahut Kia


" Mas gak perna merasa di repoti tuh kalau kamu yang nyuruh" ucap pandu lagi sabil mencubit hidung Kia gemes.


Kia yang mengingat ada motor sport di parkiran langsung bertanya pada suaminya kalau suaminya bisa mengendari motor tidak.


" Mas kamu bisa mengendari motor gak?" tanya Kia.


" Naik motor?" tanya balik Pandu karena bingung pertanyaan istrinya.


" Iya Mas, bawak motor gedek kayak di telivisi yang balap motor itu" ucap Kia lagi.

__ADS_1


" Emang nya kenapa sayang?" tanya Pandu yang rasa aneh pada istrinya.


" Kia pengen Mas boncengin Kia naik motor gedek Mas" sahut Kia yang merasa tidak berdosa saat berbicara, sedang kan Pandu yang mendengar nya negrasa semakin aneh melihat istri nya.


Ada apa dengan Kia, kenapa tingkah nya sedikit aneh, sejak kapan Kia pengen di boncengi naik motor? motor gedek lagi, kayak bukan Kia yang aku kenal!!gumam Pandu bingung.


 


 


 


 


Bersambung...


 


Ayooo penasaran kan ada apa dengan Kia, ikuti cerita nya terus ya gaaisss


dan jangan lupa untuk selalu dukung Author dengan Like,Komen dan Vote yang banyak ya


biar Author makin semangat buat nulisnya.


Terimah kasih banyak


I Love you untuk Readers yang uda singgah di novel pertama saya.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2