
" Pegang kuat tangan ku, angkat kaki mu ke dahan kecil, agar aku bisa menarik mu" ucap Andra memegang satu tangan Tiara dan satu tangan nya lagi memegang Tali yang sudah di pegang kuat Haikal dan juga Raja.
Namun karena Andra tidak kuat memegang kedua nya, ahkir nya Tali yang di pegang nya terlepas, dan Haikal tidak ada bisa menahan berat tubuh Raja dan Cahaya, ahkir nya Raja dan Cahaya terjatuh ke bawah jurang.
" AAAAAAKKKKHH" teriak Raja dan Cahaya bersamaan dan jatuh ke bawah jurang.
" Raja..Cahaya" teriak Haikal.
" Raja..Cahaya" teriak Andra.
" RAJAAA" Teriak Tiara.
" CAHAYAA" Teriak Wisnu.
Mereka berempat berterak secara bersamaan saat melihat Raja dan Cahaya jatuh ke dalam jurang dan terguling bersamaan.
Haikal melepas tali yang di pegang nya dengan tubuh yang lemas melihat sepupu nya jatuh ke jurang, Andra dan Wisnu langsung dengan cepat menarik Tiara agar tidak jatuh seperti Raja dan Cahaya.
Setelah Tiara berhasil di tarik ke atas, Tiara langsung menampar kakak nya dengan tatapan mata yang begitu tajam dan air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya.
PLAAAAAAAAK
" Puas kakak...puas kakak melihat Raja dan Cahaya jatuh ke jurang, puas kakak melihat mereka di sana tidak tahu begaimana keadaan nya" ucap Tiara dengan membentak Wisnu.
Wisnu diam saja, bukan nya dia tidak mau menjawab ucapan adik nya, namun saat ini hati nya juga begitu mengkhawatir kan Cahaya, wanita yang juga kenetulan sudah terselip di hati nya.
" Sudah berapa kali aku bilang sama kakak, henti kan semua dendam kakak pada Raja, karena mereka memang tidak salah, aku saja yang sakit hati bisa menerima semua nya kenapa kakak tidak, sekarang kakak lihat dengan mata kepala kakak kalau mereka jatuh ke dalam jurang" bentak Tiara lagi.
__ADS_1
Sedang kan Haikal dan Andra berusaha memanggil Raja dan Cahaya dari atas, namun tidak ada jawaban sama sekali.
" Ndra kita harus panggil Timsar agar Raja dan Cahaya biar bisa di cari dengan cepat" ucap Haikal dan langsung di angguki kepala oleh Andra.
Saat mereka ingin pergi kembali ke tenda, bertepatan perwakilan Rektor tiba di lokasi kejadian di mana Raja dan Cahaya jatuh ke dalam jurang karena sudah di lapor kan pada mahasiswa/i yang kembali ke tenda di suruh Haikal tadi.
" Apa yang terjadi?" tanya salah satu dosen yang ikut mengikuti acara kemah tersebut.
" Raja dan Cahaya jatuh ke dalam jurang pak, kita harus segera hubungi Timsar, agar mereka segera di cari" ucap Andra dan langsung di jawab anggukan oleh Haikal.
" Tapi ini sudah malam, tidak mungkin mereka langsung turun ke bawah untuk mencari Raja dan Cahaya, kalau pun kita hubungi Timsar sekarang, pasti besok pagi mereka akan turun mencari nya" ucap salah satu dosen lain nya yang langsung menjawab ucapan Andra.
Andra dan Haikal langsung mengusap wajah nya dengan kasar, sedang kan Tiara sudah menangis karena takut Raja dan Cahaya kenapa kenapa di bawah jurang sana.
" Lagian kenapa kalian bisa ada di sini? ini tidak termasuk ke dalam peta yang kita buat? kita saja susah mencari kalian sampai di sini, jalur ini tidak boleh di masuki oleh siapa pun karena di hutan ini bahaya karena banyak binatang buas nya" ucap dosen pembimbing acara perkemahan ini.
Tiara yang mendengar nya semakin takut dan menghkawatir kan keadaan Raja dan Cahaya, sedang kan Haikal dan Andra sudah menatap Wisnu dengan tatapan membunuh.
Haikal dan Andra hanya bisa pasrah kalau om mereka sampai tahu kalau Raja sudah jatuh ke dalam jurang, sudah di pasti kan Haikal dan ANdra kalau om mereka pasti akan marah besar nanti nya.
Sementara di bawah jurang, Raja dan Cahaya yang terguling sampai ke bawah merasa kan tubuh nya yang begitu sakit, Raja langsung melihat Cahaya yang terkulai lemas di sebelah nya, dengan cepat Raja bangkit dari tidur nya walau pun tubuh nya merasa kan sakit yang luar biasa.
" Ya..Ya bangun Ya, kamu gak kenapa napa kan?" ucap Raja memanggil Cahaya sambil memukul pipi Cahaya dengan lembut.
Dengan perlahan Cahaya membuka mata nya, samar samar Cahaya melihat sekeliling nya, gelap..itu lah yang di lihat Cahaya, dan Cahaya melihat Raja yang berada di hadapan nya.
__ADS_1
" Raja...kita dimana ini? apa kita sekarang sudah mati? dan kita sudah di alam lain sekarang?" tanya Cahaya sambil menduduk kan tubuh nya yang terasa begitu sakit.
Raja membantu Cahaya duduk dan menatap Cahaya setelah mendengar ucapan Cahaya, " Apa kamu berharap kita mati dan berada di dalam satu kuburan?" bukan nya menjawab pertanyaan Cahaya, Raja malah kembali bertanya.
Cahaya menatap Raja karena mendengar pertanyaan Raja, " KIta masih hidup Ya, tapi aku gak tahu kita dimana sekarang, kita habis terguling dari atas sana" ucap Raja memberi tahu kejadian yang barusan mereka alami.
Cahaya menatap ke atas yang di tunjuk oleh Raja, hanya gelap yang bisa di lihat nya.
" Terus bagaimana kita bisa naik ke atas Ja, seperti nya itu tinggi banget, kepala ku saja sampai pusing dan badan ku sakit semua" ucap Cahaya.
" Kita harus cari jalan keluar dan kembali ke kemah" sahut Raja dan di angguki oleh Cahaya.
Raja berdiri dan membantu Cahaya untuk berdiri, dengan kaki sedikit pincang, Cahaya berjalan tertatih tatih sambil di bopong oleh Raja.
Hampir setengah jam mereka berjalan, dan Cahaya sudah tidak kuat lagi, " Ja aku udah gak kuat kalau harus berjalan lebih jauh lagi" ucap Cahaya dengan tubuh yang sudah lemas.
" Ayo aku gendong Ya, kita harus secepat nya keluar dari hutan ini" ucap Raja.
Namun belum sempat Cahaya naik ke punggung Raja, petir berbunyi begitu kuat.
JEDAAAAAAAAR (anggap ajja itu suara petir ya)
Raja dan Cahaya sama sama terkejut, Cahaya sampai memeluk Raja karena takut mendengar suara petir yang begitu kuat.
Sementara Tiara di dalam tenda hanya bisa menangis karena khawatir dengan keadaan Raja, apa lagi dari tadi petir sudah bolak balik berbunyi dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan.
Sama hal nya dengan Haikal dan Andra, mereka juga begitu menghkawatir kan Raja dan Cahaya, apa lagi hutan yang di masuki Cahaya dan Raja adalah hutan yang di larang di masuki oleh manusia karena masih banyak binatang buas yang berkeliaran.
__ADS_1
Bersambung.