Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 230


__ADS_3

Pandu sampai di rumah, di lihat nya kakak nya sedang menunggu diri nya di ruang keluarga dengan muka yang sudah tidak bisa di ajak kompromi.


" Apa maksud kamu Ndu? kenapa kamu bisa bersama seorang wanita, dan kamu malah tersenyum dengan manis, padahal kakak tahu kamu tidak pernah berbuat seperti pada wanita mana pun selain Kia dan keluarga kamu" ucap Anita dengan suara keras nya.


Deg


Kia yang berada di atas mendengar suara kakak ioar nya yang saat ini sedang marah.


" Kak Nita marah sama Mas Pandu? apa kak Nita tahu juga kalau mas Pandu tadi bersama wanita lain" ucap Kia langsng keluar dari kamar.


" Kakak apaan sih, masa aku tidak boleh bergaul, aku gak ada hubungan apa apa sama wanita tadi, kami hanya berteman, apa yang harus di permasalah kan sih" sahut Pandu dengan suara yang keras juga.


" Apa kamu gak mikirin perasaan Kia Ndu, kamu itu bukan seperti lelaki yang suka tebar pesona, tapi ini kamu malah dekat dengan wanita lain, kakak yakin pasti Kia sakit sekali melihat kamu tadi" ucap Anita dengan suara lantang nya.


" Alaah...Kia saja yang terlalu berlebihan tahu, masa aku gak boleh dekat sama wanita lain, padahal kami tidak ada hubungan apa apa" ucap Pandu.


Kia yang mendengar semua perkataan kakak ipar dan suami nya merasa sesak, jantung nya tiba tiba saja berhenti berdetak.


Kia berjalan ke arah kamar secara perlahan tanpa mau mengganggu perdebatan antara suami nya dan kakak ipar nya.


Sebenar nya bukan itu saja yang membuat Kia kembali ke kamar, tapi karena Kia semakin tidak mau mendengar kata kata yang bisa membuat hati nya kembali sakit.


Sementara Pandu yang melihat Kia berjalan naik ke atas kamar kembali hati nya merasa sakit, dan itu juga bisa di lihat oleh Anita kalau Kia tadi naik ke atas.


Anita kembali menatap Pandu dengan tatapan tajam, Sementara Pandu masa bodoh dan kembali ke luar entah pergi kemana.


Kia yang melihat kepergian suami nya merasa sakit, karena Pandu sama sekali tidak menjelas kan sama siapa suami nya tadi pergi.


Sementara di mobil Pandu diam saja sedikit melamun, Aldi yang melihat itu semua hanya tersenyum mengejek pada Pandu.


" Gaya kamu sok banget tahu gak Ndu, kalau tidak sanggup gak jangan di terus kan, nanti kamu sendiri yang rugi" ucap Aldi.


" Aku sanggup kok, kamu gak usab sok tahu" sahut Pandu sambil menatap ke luar jendela.


Aldi hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat Pandu, Dia kembali fokus melaju kan mobil nya ke suatu tempat.

__ADS_1


Sementara di rumah sakit, Rika dan Widya sudah selesai praktek, kini mereka sedang berada di ruangan Ricki, untuk menunggu Ricki pergi ke suatu tempat.


" Cepetan dong kak, kamu lama banget sih, nanti kita telat lho" ucap Rika yang melihat Ricki belum selesai memeriksa data pasien nya.


" Kamu sabar sedikit gak bisa apa, ini itu harus di teliti secara baik baik, kalau gak nyawa orang taruhan nya" sahut Ricki yang masih fokus melihat fhoto ronsen pasien nya.


" Lagian Naya juga belum datang, jadi kamu duduk manis saja di situ, acara nua juga masih kama" sambung Ricki lagi.


" Tapi kita harus tiba diluan di sana kak" ucap Rika lagi memberi tahu.


" Iya iyaa...kamu santai aja, kita gak akan telat" sahut Ricki.


Widya yang mendengar perdebatan Rika dan kak Ricki hanya bisa tersenyum saja, entah kenapa sekarang di memikir kan Kia, perasaan nya tidak enak kepikiran Kia.


Widya sudah bolak balik ngechat Kia, tapi sampai sekarang gak ada balasan dari Kia.


Naya sudah datang ke ruangan Ricki, Ricki pun langsung memberes kan laporan nya, dan menyuruh para suster jaga nya agar merapi kan nya kembali berkas data pasien nya.


" Ayo kita berangkat sekarang" ajak Ricki.


Reza juga sudah mengabari Yara unyuk bersiap siap karena nanti Reza akan menjemput nya.


Kia duduk di balkon kamar nya, tiba tiba ada pesan masuk ke ponsel nya, karena dari tadi ponsel Kia berisik sekali, ahkir nya Kia membuka semua chat yang masuk ke ponsel nya.


Air mata Kia langsung keluar menetes saat melihat kiriman gambar Pandu dan seorang wanita yang sedang makan di kafe sambil sulang sulangan, kaki Kia lemas seketika, bahkan dia tidak sanggup untuk menopang berat tubuh nya sendiri.


Tidak ada kata kata keluar dari mulut nya, hanya ada air mata saja yang keluar deras dari mata nya membanjiri pipi mulus nya.


Kiriman gambar dengan nomor tanpa nama, kembali Kia memlihay nya, di rasa tidak sanggup melihat fhoto itu, Kia masuk ke dalam kamar bermaksud ingin berwudhu untuk menenangkan diri nya.


Tapi Anita masuk dengan membawa paperbag di tangan nya.


" Dek kamu menangis? ada apa?" tanya Anita mendekati Kia dan menggiring nya agar duduk di tepi tempat tidur.


Kia tidak mampu berbicara, hanya air mata nya saja yang keluar begitu deras, Kia juga tidak mau mencerita kan kelakuan Pandu pada kakak ipar nya, Karena Kia tidak ingin kakak ipar nya ikut campur ke dalam masalah keluarga nya.

__ADS_1


" Yasudah kalau kamu tidak mau cerita, sekarang kamu bersih bersih ya, kakak mau ajal kamu ke acara syukuran sahabat kakak, Mas Bima gak bisa nemeni karena banyak kerjaan di kantor, kamu mau kan temeni kakak dek" ajak Nita.


" Kia lagi gak ingin kemana mana kak, maaf kak" sahut Kia berusaha menenangkan diri nya.


" Kakak tahu kamu ada masalah, maka nya kakak ajak kamu, biar kamu tidak terlalu memikir kan masalah itu, ingat Kia kamu saat ini lagi hamil, tidak baik ibu hamil bangak fikiran" ucap Anita.


Kia hanya diam saja, dia membenar kan perkataan kakak ipar nya barusan, Kia pun mengelus perut buncit nya.


" Yasudah sekarang kamu bersih beraih gih, ini kakak udah siapin kamu baju nya, kamu dandan yang cantik ya, biar frea dan semakin cantik" ucap Anita.


" Tapi Kia harus izin sama mas Pandu dulu kak, Kia gak mau buat mas Pandu marah kalau nanti mas Pandu pulang, Kia gak ada di rumah" ucap Kia.


Anita hanya mengangguk kan kepala nya tanda setuju, Kia pun langsung menghubungi Pandu.


" halo" ucap Pandu dengan suara dingin nya.


Kia hampir saja menjatuh kan kembali air mata nya mendengar suara dingin suami nya, tapi karena ada kakak ipar nya, dia berusah menahan nya.


" Maa Kia izin pergi sama kak Nita ya, ke acara teman nya" izin Kia dengan suara parau nya"


" Yasudah kalau mau pergi, kenapa nelpon segala sihz ganggu orang lagi asik aja, mas juga nanti malam gak pulang, jadi kamu gak usah tungguin mas" ucap Pandu ketus langsung memati kan ponsel nya.


Deg


Bersambung


Ada apa ya dengan Pandu, kok jadi begitu, Author jadi sedih liat Kia.


Kira kira Readers tercinta tau gak????


kalau mau tahu ikuti terus cerita nya ya.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan Like,Komen yang buat Author semakan buat nulis nya, dan Vote yang banyak.


Kasih bunga dan kopi juga yang banyak juga ya readera tercinta.

__ADS_1


Love You 😊😊


__ADS_2