
Azmi tersenyum menatap wajah Ara yang mendadak pucat, Raja sendiri yang kasihan melihat adik nya tertidur di sana langsung berjalan mendekati Ratu ingin menggendong nya membawa ke kamar, namun langkah nya langsung di henti kan Haikal.
" Kamu mau ngapain?" tanya Haikal.
" Bawa Adek ke kamar" sahut Raja.
Namun langkah nya tiba tiba terhenti mengingat ucapan Andra saat di kampus tadi, ahkir nya Raja kembali berbalik dan menatap Haikal yang juga menatap Raja.
" Tapi aku mendadak mules, sebaik nya kamu aja yang angkat adek, kasian dia kalau nunggu aku balik dari kamar" ucap Raja yang langsung melangkah kan kaki nya meninggal kan semua orang yang ada di sana.
Haikal hanya menatap kepergian Raja, Andra langsung menepuk pundak Haikal dan berlalu meninggal kan semua yang masih berada di sana.
" Haikal tunggu apa lagi, cepat gendong adek ke kamar nya, kasian dia terlalu lama tertidur di sana?" ucap Kia dengan suara lembut nya.
Haikal langsung mengangkat Ratu menuju kamar nya, Kia menatap Ara yang masih berdiam diri menatap kepergian Haikal yang menggendong Ara.
" Kak kamu hutang penjelasan sama tante" ucap Kia yang langsung pergi meninggal kan Ara dan Azmi di dapur.
Ara menarik nafas nya dalam saat melihat tante kesayangan nya pergi meninggal kan nya, entah apa yang harus dia kata kan pada tante nya besok mengenai kejadian yang barusan.
Namun tiba tiba suara Azmi mengaget kan Ara yang masih berdiam diri menatap kepergian Tante nya.
" Jadi tadi calon istri ku ini sedang menguping ya? pantesan ngambil minum aja sampai gak balik balik" ucap Azmi yang langsung mengaget kan Ara.
" Percaya diri sekali tuan" ucap Ara yang tidak mau memandang Azmi dan langsung pergi meninggal kan Ara.
Azmi yang di tinggal pun langsung berteriak memanggil Ara, " Ehh mau kemana?" teriak Azmi.
" Tidur, sebaik nya kamu pulang saja, sudah malam juga, makasih karena sudah di antar pulang" ucap Ara tanpa melihat Azmi.
__ADS_1
Azmi hanya tersenyum melihat kepergian Ara, tanpa dia sadari para pembantu yang membersih kan bekas pecahan gelas tadi ikut tersenyum menatap Azmi.
" Sabar Den, nanti juga akan selalu sama neng gelis Ara, neng gelis Ara emang cerewet Den, tapi hati nya lembut, selembut sutra" ucap bibik pada Azmi.
Azmi hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk nya yang gatal, entah kenapa mendengar ucapan pembantu yang bekerja di rumah Ara membuat ia menjadi senang.
" Bibik pamit ke kamar yaDen, sudah waktu nya istirahat" pamit bibik yang sudah selesai membersih kan pecahan kaca.
" Iya Bik, selamat mimpi indah" ucap Azmi yang jarang jarang berkata seperti itu setelah penghianatan yang di alami nya dulu.
Setelah itu Azmi pun langsung melangkah ke depan dan pamit pada Oma Dwi, Pandu dan Kia yang baru saja mengantar Farhan yang juga pulang.
Azmi langsung pamit karena hari juga sudah malam, besok pagi pagi sekali dia sudah harus datang kembali ke kediaman Atmaja karena harus menjemput wanita pujaan hati nya karena mobil Ara masih di rumah sakit karena tadi pulang nya Azmi yang mengantar.
Sementara di kamar Ratu, Haikal memandangi Ratu yang sudah tetidur sambil memeluk guling, Haikal ingin membuka hijab rumahan yang di kenakan Ratu, namun dia tidak berani karena takut ketahuan tante nya.
Alhasil Haikal hanya berani menatap wajah Kia sambil mendesah nafas nya berat karena menahan rasa cinta yang di pendam nya selama ini.
" Sayang...ngapain masih di situ, ayo istirahat, ini sudah malam loh" panggil Pandu.
" Ahk iya Mas" sahut Kia yang langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar nya.
Haikal langsung memati kan lampu tidur dan mencium kening Ratu sebelum keluar dari kamar Ratu.
" Selmamat tidur gadis kecil ku, selamat mimpi indah" ucap Haikal dan langsung keluar dari kamar Ratu dan tak lupa menutup pintu nya.
Saat Haikal berbalik, suara seseorang mengaget kan Haikal dan membuat Haikal terkejut dan membuat wajah nya mendadak pucat.
" Sebegitu nya kamu memandangi wajah Adek? ada yang bisa kamu cerita kan pada ku?" tanya Raja berdiri di samping tembok dengan menyilang kan tangan nya di dada.
__ADS_1
Jantung Haikal langsung berdetak cepat saat mendengar perkataan Raja, Haikal tidak langsung menjawab, dia menatap Raja yang juga menatap diri nya, dan tak lama Andra muncul dari balik bentok tepat di belakang Raja.
" Cerita kan saja pada kami Kal, kami akan berusaha membantu mu, dari pada kamu memendam rasa yang akan sakit nanti nya" ucap Andra berdiri di belakang Raka sambil memasuk kan tangan nya ke dalam kantung celanag training nya.
Haikal hanya bisa mendesah menatap sepupu nya satu persatu satu.
Harus kah aku cerita kan pada mereka kalau aku mencintai Ratu, apa Raja akan terima, atau malah sebalik nya, dia akan menghajar ku karena sudah berani mencintai adik sepupu nya sendiri, batin Haikal yang menatap Raja dan Andra bergantian.
" Aku....aku...sebenar nya..aku..." ucapan Haikal terhenti saat mendengar suara seseorang yang membuat mereka semua nya terkejut.
" Kalian sedang apa di depan kamar adek?" tanya Ratu yang sudah bangun dan berada di depan pintu menatap wajah Raja, Haikal dan Andra secara bergantian.
" Adek...sejak kapan adek berdiri di situ?" tanya Haikal yang takut kalau Ratu mendengar pembicaraan mereka bertiga.
" Barusan aja kak, adek haus, tapi gelas nya kosong, jadi mau ambil minum ke bawah, tau tau pas buka pintu malah liat manusia mumi ada di sini, pada ngapain si di depan kamar Adek?" ucap ratu sekaligus bertanya.
" Gak ada apa apa, yasudah ambil sana minum nya, setelah itu istirahat" ucap Haikal sambil mengelus kepala Ratu dan semua itu di lihat oleh Raja dan Andra.
Ratu langsung berjalan menuruni tangga menuju dapur, Haikal kembali menatap Raja dan Andra yang masih setia menatap diri nya.
" Besok akan aku cerita kan, ini sudah malam, sebaik nya kita istirahat dulu, bukan nya besok kita harus ke kantor, ada jadwal meeting penting bukan" ucap Haikal langsung pergi meninggal kan Raja dan Andra begitu saja.
Raja yang melihat kepergian Haikal langsung menatap Andra, Andra sendiri langsung manaik kan bahu nya tanda tidak tahu lalu mengikuti Haikal menyusul ke kamar nya yang tepat berada di sebelah Haikal.
" Kenapajadi mereka yang lebih dingin sekarang dari pada aku?" ucap Raja yang berjalan ke arah kamar nya yang bertepatan di sebelah kamar Haikal.
Bersambung.
__ADS_1