
" Tanda garis dua yang ada di taspack itu artinya ada buah cinta kita di dalam perut Kia Mas, ada anak kamu di dalam sini" ucap Kia sambil mengeluar kan air mata bahagia nya.
Pandu yang mendengar kata anak langsung diam mematung, Pandu berfikir kalau ada anak di dalam perut Kia, itu berarti...
" Sayang kamu hamil" tanya Pandu menatap istri nya dengan serius.
Kia hanya mengangguk kan kepala nya tanda membenar kan apa yang di ucap kan suami nya sambil menangis bahagia, Pandu yang melihat istri nya mengangguk kan kepala nya langsung memeluk Kia begitu erat, tanpa sadar Pandu mengeluar kan air mata juga.
" Makasih sayang, kamu memberi kan hadiah yang gak bisa Mas lupakan" ucap Pandu masih memeluk istrinya.
Kia membalas pelukan Pandu begitu bahagia, Pandu melepas kan pelukan nya dan mencium perut Kia dengan lembut.
" Sayang kamu sehat sehat di dalam perut mama ya, dan jangan nyusahin mama di dalam sana sayang, papa sayang sama kamu" ucap Pandu yang terus menciumi perut istrinya.
Kia yang merasa geli karena ciuman yang di berikan istri nya pu hanya bisa tertawa " Mas uda dong, geli tau Mas" ucap Kia.
Pandu pun langsung berhenti menciumi perut istri nya, kini dia bangkit untuk bersiap siap ke kantor, Kia dengan telaten mangancing kan baju dan memasang kan dasi, tak lupa memakai kan jas pada suami nya.
" Sayang kamu hari ini gak usah praktek dulu ya, Mas gak mau kamu dan calon anak kita kenapa napa, soal nya kamu tadi muntah muntah sayang, nantik kita periksa saja ke rumah sakit" ucap Pandu saat sudah selesai berpakain.
" Kia gak apa apa kok Mas, ini memang hal yang wajar untuk ibu hamil" sahut Kia.
" Tapi Mas gak tega liat kamu seperti tadi sayang" ucap Pandu lagi.
" Sudah Mas gak usah khawatir, banyak yang jagain Kia di rumah sakit" sahut Kia dan mengajak Pandu untuk serapan pagu bersama keluarga.
Saat sudah turun dari tangga, semua sudah menunggu di meja makan, pandu langsung memberi tahukan kabar bahagia kepada keluarga nya.
" Pagi semua, Pandu ada kabar bahagia pagi ini" ucap Pandu sambil tersenyum senang.
" Kabar apa Nak?" tanya mama Dewi.
" Sebentar lagi Pandu akan menjadi seorang ayah, Kia hamil" ucap Pandu sambil mengelus perut istrinya dengan lembut.
Semua yang mendengar begitu bahagia, mama Dewi dan Anita lansung memeluk Kia, sedang kan papa Ridwan memeluk Pandu, Bima menepuk bahu Pandu sabil mengucap kan selamat pada Pandu.
" Selamat ya sayang, ahkir nya sebentar lagi mama dan papa punya cucu dari kalian" ucap mama Dewi.
" Selamat ya dek, di jaga kandungan nya ya, jangan lupa makan yang banyak, biar sehat kamu sama calon debay nya" sambungan Anita.
" Iya Ma, Kak" sahut Kia sambil tersenyum.
" Selamat ya Ndu" jawab papa Ridwan dan Bima berbarengan.
Papa Ridwan mengelus kepala Kia dengan lembut " Di jaga cucu papa ya" ucap papa Ridwan.
__ADS_1
" Iya Pa" jawab Kia tersenyum terharu karena keluarga begitu bahagia dengan kabar kehamilan nya.
" Selamat ya Kia, sebentar lagi Qiara punya adeq" ucap Bima menimpali.
" Makasih ya kak" sahut Kia tersenyum.
Qiara yang sedang serapan mendengar kalau mau punya adik bayi langsung tersenyum senang.
" Jadi Ara baklan mau punya adeq dari tante Kia, Asiiiik......Ara mau punya Adeq... Ara mau punya adeq" ucap Qiara sambil loncat loncat.
Semua yang melihat Qiara begitu senang hanya bisa tertawa senang.
Pandu sudah mengantar Kia ke rumah sakit karena hari ini Kia ada jadwal paraktek di rymah sakit, rencana nya nantik siang Kia juga mau periksa kandungan nya bersama Pandu.
Jam begitu cepat, Pandu sudah sampai di rumah sakit milik keluarga nya, Ia berjalan ke ruangan istrinya, satat Pandu sudah sampai di ruangan istri nya, dia melihat kakak nya, Rika dan Ricki ada di ruangan istri nya.
" sayang" panggil pandu.
Semua yang mendengar suara Pandu langsung melihat ke arah pintu masuk.
" Tidak apa apa Ndu, ini hal wajar buat wanita hamil, Kia tadi muntah muntah, jadi dia sekarang sedikit lemas" sahut Anita memberi tahu.
Pandu yang mendengar ucapan kakak nya langsung duduk di sebelah istri nya yang terlihat pucat.
" Sayang kan sudah Mas bilang tadi, kamu gak usah praktek dulu, jadi gini kan ahkir nya" ucap Pandu memeluk Kia dengan lembut.
" itu hal yang wajar kali Ndu, Kia seperti ini dalam tiga bulan ke depan, jadi kau harus sabar menjaga nya" ucap Ricki menimpali.
Pandu yang mendengar langsung terkejut " Kenapa lama sekali" sahut Pandu.
" yaa memang seperti lha ibu hamil" sahut Ricki, Anita dan Rika berbarengan.
Pandu menarik napas dan mengeluar kan dengan kasar, " sebaik nya kita periksa dulu ke dokter kandungan kamu yuk sayang" ucap Pandu langsung di anggukin Kia.
Mereka berjalan menuju ruangan dokter kandungan, sementara Rika dan Anita kembali pulang karena sudah tidak ada jam praktek lagi, sementara Ricki kembali ke ruangan nya.
" Selamat Siang Pak Pandu dan Dokter Kia" sapa Dokter Riana.
" Siang Dok" jawab Kia, sedang kan Pandu hanya mengangguk kan kepala nya.
" Mari langsung kita periksa saja dokter Kia, biar kita bisa lihat calon baby nya" ucap dokter Riana dan langsung di anggukin KIa dan Pandu.
__ADS_1
Dokter Rianan dengan telaten meletak kan alat perut Kia setelah mengoles kan gel di atas perut Kia.
" Pak Pandu itu calon bayi kalian, ukuran nya masih seperti sebiji kacang hijau, usia janin nya memasuki 5 minggu ya pak" ucap Dokter Riana menjelas kan.
Pandu yang mendengar penjelasan DOkter Rianan menatap layar komputer sambil menggenggam tangan istrinya.
" Itu salon anak kita sayang" ucap Pandu lalu mencium punggung tanga Kia dengan lembut.
Selesai memeriksa kandungan Kia, Pandu langsung mengajak Kia untuk makan siang bersama, Aldi sudah menunggu di dalam mobil, karena saat Pandu sampai ke rumah sakit tadi, Aldi di suruh Pandu untuk menjmupai Klien terlebih dahulu karena Pandu tidak bisa bertemu dengan klien nya dan di wakil kan oleh Pandu.
Sampai di dalam Mobil Kia terkejut kalau Aldi ada di dalam mobil dan tersenyum ke arah nya.
" Selamat ya Kia,ahkir nya sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua, ternyata Pandu perkasa juga ya Kia, bisa langsung jadi" ucap Aldi memberi selamat sakaligus menyindir Pandu.
Kia yang mendengar langsung tersenyum, sedang kan Pandu memandang Aldi dengan tatapan Tajam.
" Iya kak, makasih ya" sahut Kia dan di jawab senyuman oleh Aldi.
Aldi pun langsung melaju kan mobil nya menuju rstoran untuk makan siang,,,,
Bersambung...
Visual Azkia Putri Wirawan
Visual Pandu Bumi Atmaja
Author kasih visual Pandu dan Kia dulu ya, nantik yang lainnya nyusul.
Jangan Lupa dukung Author terud, dengan cara Like, Komen dan Vote
Terimah kasih banyak.
__ADS_1