
" Maaf...tadi aku mau parkir di samping mobil bapak, tapi karena terlalu sempit, aku jadi nya menyenggol mobil bapak" ucap Ara memberi tahu.
Azmi yang di panggil bapak oleh Ara langsung kesal.
" Tadi kau manggil aku apa? bapak? sejak kapan aku menikah dengan ibu mu" ucap Azmi dengan kesal.
Ara yang sudah bersikap pada Azmi dan meminta maaf selalu saja di marah marah membuat wanita cantik itu ahkir nya hilang kesabaran, Ara langsung menarik nafas dalam dalam dan menghembus kan nya dengan perlahan sambil menutup mata nya.
" Mau Loe sebenar nya apa sih, dari tadi gue sudah minta maaf, tapi Loe selalu marah marah, gue akan bertanggung jawab atas semua kerusakan mobil Loe, kirim aja semua tagihan nya atau blia perlu biar gue yang perbaiki nya nanti" ucap Ara kembali marah pada Azmi.
Azmi ang di marahi balik oleh Ara langsung terdiam sambil memandangi wajah Ara yang sudah merah padam, sedang kan para suster dan security yang melihat insedan tuan nya di marahi oleh seorang wanita hanya diam saja terpaku.
Mereka semua berfikir, baru kali ini ada seorang wanita yang berani memarahi tuan nya, biasa nya tuan nya selalu di tatap dengan tatapan kagum oleh semua wanita, tapi kali ini semua nya berbeda.
" Minggir gue mau masuk" ucap Ara dengan judes sambil mendorong tubuh Azmi sedikit hingga Azmi terdorong ke belakang.
Azmi memandangi Ara yang berjalan masuk ke dalam rumah sakit, dia tersenyum kecil melihat kepergian Ara.
" Antar kan mobil saya ke bengkel langganan saya" ucap Azmi langsung melempar kunci mobil nya pada security yang ada di hadapan nya, setelah itu dia pun masuk ke dalam rumah sakit.
Ara yang sedang menunggu di depan ruangan untuk bertemu dengan kepala rumah sakit, agar dia bisa di terima menjadi Dokter spesialis bedah Jantung di rumah sakit tempat dia menunggu saat ini.
" Nona Qiara" ucap salah satu perawat menghampiri Ara.
" Ehhk,,iya Sus" sahut Ara sambil tersenyum.
" Silah kan masuk nona, Dokter Azmi sudah menunggu Nona di dalam" ucap suster mengarah Ara untuk segera masuk.
" Makasih ya sus" ucap Ara sambil tersenyum manis dan melangkah masuk ke dalam.
Ara dan Azmi sama sama tidak tahu kalau mereka akan bertemu kembali setelah keributan terjadi di parkiran tadi.
" Selamat pagi dok" sapa Ara saat melihat seorang lelaki sedang membelakangi nya sambil melhat data data pasien.
" Iyaa..silah...." ucap Azmi terputus saat dia membalik kan badan nya dan langsung menatap Ara.
Ara yang melihat Azmi langsung melotot kan mata nya, kini mood nya benar benar tidak bagus di hari dia pertama kali ingin melamar bekerja.
" Loe lagi, kenapa dunia ini seakan sempit banget ya?" ucap Azmi yang sudah duduk di kursi kebesaran nya.
__ADS_1
Ara menatap Azmi dengan tatapan jengah, dia langsung membalik kan tubuh nya untuk pulang, karena Ara sudah malas untuk melanjut kan rencana nya untuk menjadi dokter di rumah sakit tempat dia berdiri sekarang.
" Mau kemana?" tanya Azmi saat melihat Ara sudah membalik kan badan nya.
" Pulang" sahut Ara ketus dan ingin melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan Azmi.
Azmi dengan cepat langsung menarik tangan Ara, Ara di tarik tangan nya terkejut dan tak sengaja menabrak dada bidang Azmi.
" Awwww..."Ara langsung melapas pegangan nya dan mengelus kening nya karena sakit terbentur dada Azmi.
" Apa apaan sih Loe? main tarik tarik aja? mau apa loe?" ucap Ara kesal.
Bukan nya menjawab, Azmi malah melangkah kan kaki nya berjalan mendekati Ara, Ara yang melihat Azmi mendekati nya langsung melangkah memundur kan langkah nya karena takut.
" STOP...." teriak Ara yang langsung menhentikan langkah kaki Azmi.
" Mau apa Loe, jangan macem macem loe, atau aku akan teriak" ucap Ara yang sebenar nya sudah gemetaran.
" Seharus nya gue yang bicara begitu sama loe, mau loe apa" ucap Azmi yang membuat Ara mengerut kan kening nya.
" Maksud loe" tanya Ara yang tidak mengerti.
Ara yang mendengar ucapan Azmi langsung mendesah kasar.
" Gue gak seperti itu, gue akan ganti semua nya, gak usah takut loe" ucap Ara ingin membalik kan badan nya untuk pulang karena males melihat Azmi.
" Tapi urusan kita belum selesai nona" ucap Azmi menyandar kan tubuh nya di meja kerja nya sambil melipat tangan nya di dada.
" Apa lagi sih?" ucap Ara yang sedikit marah.
Azmi berjalan mendekati Ara, Ara yang di dekati langsung memandang Azmi dengan malas.
" Kalau loe pergi dari sini, bisa bisa loe kabur dan gak balik lagi ke sini, secara gue gak kenal loe siapa?" ucap Azmi yang langsung membuat Ara membuka tas nya dan memberi kan nomor pnsel nya pada Ara.
" Kalau sudah selasai di perbaiki hubungi ke nomor itu, gue akan transfer semua biaya nya" ucap Ara dengan males.
" tapi gue mau loe yang perbaiki sendiri itu mobil" ucap Azmi yang langsung membuat mata Ara melotot.
" gak usah melotot gitu mata nya, entar keluar, susah cari donor mata" ucap Azmi langsung kembali ke tempat duduk nya. Sedangkan Ara hanya mendengus kesal mendengar ucapan Azmi.
__ADS_1
" Qiara....nama yang cantik, predikat cumlaude lulusan terbaik Dokter spesialis bedah Jantng di Universitas Harvad" ucap Azmi.
" Gue terima loe jadi dokter di rumah sakit ini" ucap Azmi langsung yang langsung membuat Ara menatap Ara.
" Selamat bergabung di rumah sakit ini" ucap Azmi dan berjalan mendekati Ara dan mengulur kan tangan nya untuk berjabat tangan.
Ara yang melihat tangan Azmi untuk bersalaman dengan nya dengan ragu mengangkat tangan nya, tapi saat sudah hampir sampai, Azmi malah menurun kan tangan nya dan memasuk kan tangan nya ke kantong celana nya.
" kelamaan" ucap Azmi spontan membuat Ara semakin geram melihat ulah Azmi.
" Besok kamu sudah boleh praktek, nanti suster akan memberi tahu dimana ruangan mu, dan...." ucap Azmi mengantung kan kalimat nya.
Ara masih menatap Azmi menunggu lanjutan perkataan Azmi.
" Jangan lupa hutang mu untuk perbaiki mobil ku" ucap Azmi tepat di telinga Ara yang membuat Ara bergetar tiba tiba.
Azmi hanya mengangkat senyum nya sedikit, bahkan Ara tidak bisa melihat senyuman nya.
" Nunggu apa? bukan nya urusan kita sudah selesai?" usir Azmi yang membuat Ara semakin meradang.
Ara langsung membalik kan tubuh nya dan keluar sambil membanting pintu ruangan Azmi dengan kesal.
" menyebal kan, kenapa sih harus ada pria seperti itu di dunia ini, aku kira cuma adik adik ku saja yang aneh, ternyata ada yang lebih aneh lagi" ucap Ara lalu pergi meninggal kan ruangan Azmi dan menanyakan suster dimana ruangan nya buat praktek besok.
Sedang kan Azmi di dalam tersenyum lebar, baru kali ini dia langsung tertarik pada wanita setelah sekian lama nya hati nya tertutupi dengan yang nama nya cinta.
" Menarik.....kenapa aku begitu senang melihat wajah nya yang memerah ya" ucap Azmi membayang kan wajah Ara yang kesal tadi.
bersambung..
Mohon untuk dukungan nya ya readers tercinta, dan share cerita novel Autor, biar makin banyak yang mampir buat wajah, plisssss...
Terima ksih banyak yang sudah mampir dan kasih dukungan nya.
Salam sayang Author buat readers semua.
__ADS_1