Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 195


__ADS_3

Lain kebahagian Pandu dan Kia, begitu juga dengan Aldi dan Widya, lain pula Ricki yang lagi menanti kebahagian masa depan nya.


Pagi ini Ricki entah kenapa berangkat kerja tidak langsung ke rumah sakit, mobil yang di seterin Ricki sendiri tiba tiba di arah kan ke rumah Naya.


Entah kenapa pagi ini Ricki begitu rindu dengan Naya, semalam saat pulang kerja Ricki sudah tidak melihat Naya lagi, itu berarti Naya sudah pulang dari tadi.


Sehingga pagi pagi ini Ricki langsung menuju rumah Naya untuk mengajak nya pergi bersama ke rumah sakit.


Tok...tok..tok


" Assalamualaikum" salam Ricki.


" Walaikumsalam" sahut orang yang ada di dalam.


Pintu terbuka, dan nampak lah Putri adik Naya yang membuka kan pintu nya.


" Dokter Ricki" ucap Putri yang yang terkejut melihat kedatangan Ricki pagi pagi sekali.


" Siapa yang datang dek?" tanya Naya yang keluar dari kamar.


Belum Putri jawab, Naya sudah terkejut melihat Ricki berdiri di depan pintu. Naya melihat jam dinding yang menempel di rumah nya, terlihat pukul 06.30 wib.


Kenapa kak Ricki pagi pagi sekali ada di rumah ku ya, ada apa? batin Naya.


" Emmm...dek sebaik nya kamu serapan dulu gih, nanti takut nya kamu telat sekolah nya" suruh Naya pada adik nya.


" Iya kak" sahut Putri.


" Dok Putri serapan dulu ya, sebentar lagi mau berangkat sekolah, takut telat" pamit Putri pada Ricki.


" Iya Put, kamu serapan dulu sana" sahut Ricki.


Setelah Putri ke dapur, Naya kembali menatap Ricki, dipikiran Naya ada apa pagi pagi sekali Ricki sudah sampai di rumah nya.


" Emm ada apa ya kak, pagi pagi sekali kakak ke rumah Naya?" tanya Naya penasaran.


" Kangen" sahut Ricki tanpa sadar.


" Hahhkk" ucap Naya terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ricki.


Ricki yang melihat Naya terkejut langsung tersadar dan gelagapan.


" Ehhk maksud kakak, kakak ke sini mau ngajak kamu ke rumah sakit bersama, iyaa..ituu maksud kakak" ucap Ricki kalangkabut.


Naya langsung menarik nafas nya setelah mendengar ucapan Ricki barusan, karena saat Ricki bilang kangen, Naya langsung manahan nafas nya karena terkejut.


" Tapi Naya harus antar Putri dulu kak ke sekolah" ucap Naya memberi tahu.

__ADS_1


" Yasudah biar sekalian kakak antar" sahut Ricki.


" Apa gak ngerepoti kakak, Naya sudah banyak negerepoti kakak soal nya" ucap Naya segan.


" Gak lah, kan kita bentar lagi juga jadi keluarga" ucap Ricki lagi asal ceplos.


" Maksud nya keluarga kak" tanya Naya tidak mengerti.


" Emmm lupa kan saja" ucap Ricki menggaruk leher nya yang tidak gatal.


" Yasudah kalok gitu masuk dulu kak" ajak Naya.


Ricki pun langsung masuk dan menunggu Naya dan Putri selesai, selama menunggu Ricki melihat foto foto Naya yang menempel di dinding rumah Naya.


kamu manis banget sih Nay, kenapa selama ini aku gak pernah sadar ya kalau Naya kerja di rumah sakit yang sama sama aku, ya ampuun" Batin Ricki.


Tak lama Naya Dan Putri pun sudah selesai, Ricki yang melihat pun langsung berdiri tersenyum pada kedua kakak beradik itu.


" Sudah selesai" tanya Ricki.


" Sudah kak" ucap Naya.


" Yasudah ayo kita berangkat, oiaa ibu kamu mana? kok dari tadi kakak gak lihat?" tanya Ricki karena sedari tadi tidak melihat ibu Naya.


" Semenjak ayah meninggal, Ibu pagi pagi sekali sudah ke pasar kak, jualan Kue di pasar" ucap Naya memberi tahu.


Ricki pun hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, Ricki langsung mengajak Naya dan Putri untuk masuk ke dalam mobil nya.


Ricki hanya tersenyum melihat Putri, Naya juga senang melihat adik nya senang karena bisa naik mobil mewah.


" Kamu suka Put naik mobil kakak" tanya Ricki.


" Suka banget Dok, baru kali ini Putri naik mobil mewah seperti ini kak" sahut Putri begitu senang.


" Panggil kakak aja Put, yasudah nanti kalau libur kita jalan jalan ya" ajak Ricki.


" Dok..eh kakak ajak Putri jalan jalan, mau kak Putri mau banget" sahut Putri sangking senang nya.


Ricki tersenyum melihat Putri yang begitu senang, sedang kan Naya marasa segan karena tidak enak pada Ricki.


Tak lama mobil mereka sampai di sekolah Putri, Putri pun langsung mencium tangan kakak nya dan juga tangan Ricki sebelum turun dari mobil.


" Putri turun diluan ya kak" ucap Putri setelah salam.


" Iya..kamu sekolah yang baik ya Dek" sahut Naya.


" Ini buat jajan kamu Put" ucap Ricki menyodor kan uang 2 lembar seratus ribu.

__ADS_1


Naya dan Putri terkejut melihat Ricki memberi kan uang, " Gak usah kak, Putro uda di kasih jajan kok sama ibu tadi" tolak Putri.


" Iya kak gak usah" ucap Naya.


" Gak apa apa Put, itu kan jajan dari ibu kamu, ini kan dari kakak, ayo ambil" ucap Ricki menyodor kan uang nya lagi.


Putri melirik Naya terlebih dahulu, Naya mengangguk kan kepala nya memberi izin kalau Putri boleh mengambil uang yang di berikan Ricki.


" Makasi ya Kak, uang ini bakalan Putri tabung, untuk Putri kuliah nanti" ucap Putri setelah mengambil uang yang di berikan Ricki.


Ricki hanya tersambut dan mengangguk kan kepala nya, setelah Putri turun, Ricki pun langsung melaju kan kembali mobil nya menuju rumah sakit, tak ada percakapan di dalam mobil, Ricki dan Naya hanya saling melirik saja dari sudut mata mereka.


Sekitar 20 menit, mobil Ricki sudah sampai di rumah sakit, berbarengan dengan mobil Pandu yang mengantar Kia ke rumah sakit.


Pandu dan Kia melihat Ricki turun dari mobil bersama Naya, Kia pun langsung pamit pada Pandu dengan mencium tangan Pandu, dan Pandu pun langsung mencium kening Kia, setelah Kia turun, Aldi langsung melaju kan mobil nya menuju Atmaja group.


" Eheeem...selamat pagi kak Ricki, Kanaya" ucap Kia yang berjalan di belakang Ricki dan Naya.


Ricki dan Naya langsung balik begitu mendengar suara Kia.


" Kia..baru nyampe juga?" tanya Ricki.


Kia hanya mengangguk kan kepala nya tersenyum, Kia melihat Naya yang malu karena datang bareng Ricki.


" Kayak nya ada roman roman yang jatuh cinta ni, senang nya Kia" ucap Kia mengejek Ricki.


" Apaan sih...gimana semalam foto nya sukses?" tanya Ricki mengalih kan percakapan.


" Sukses dong kak, hasil nya bagus bagus banget, Widya sama kak Aldi juga bagus banget hasil nya" ucap Kia memberi tahu.


Naya hanya mendengar kan pembicaraan Ricki dan Naya, dia merasa segan berada di dekay dokter dokter yang ada di rumah sakit, karena dari tadi Naya melirik kalau dia di lihatin oleh perawat dan para OB.


" Dokter Ricki, Dokter Kia, Naya ke ruangan apoteker dulu ya" pamit Naya.


Ricki dan Kia hanya mengangguk kan kepala nya tersenyum pada Naya, sebelum Naya pergi, Naya memberi kan bungkusan yang di bawa nya dari rumah tadi.


" Dokter Ricki ini serabi buat Dokter serapan, Naya tahu pasti dokter belum serapan karena pagi pagi uda ke rumah Naya" ucap Naya memberi kan bekal nya pada Ricki.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ya readers yang baik hati dan rajin menabung, dengan Like,Komen dan Vote 😊😊


Kasih 🌹juga ya


Kasih ☕ juga plissss


Dukungan kalian lha yang buat Author semangat buat nulis nya.

__ADS_1


Terima kasih banyak yang uda dukung dan kasih semangat untuk author 😊😊


Love You More ❤💋💋


__ADS_2