Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 161


__ADS_3

Arti yang mendengar ucapan Yusuf langsung menatap Yusuf dengan tatapan tajam, " Siapa kamu yang sibuk mengurusi aku, mau aku bunuh diri atau enggak itu bukan urusan kamu" ucap Arti dan segera berjalan meninggal kan Yusuf.


Yusuf yang terkejut dengan perkataan Arti langsung mengejar Arti, namun saat ia berlari tanpa sengaja Yusuf menyenggol bungkusan tepung terigu, dan alhasil Yusuf terpeleset, dengan cepat Yusuf menarik tangan Arti yang berada di hadapannya.


" Aaahhhhhk" teriak Arti.


Bruuuukkk


" Aaawwww" teriak Yusuf saat tubuhnya terduduk di lantai, sedangkan Arti duduk tepat di atas pangkuan Yusuf.


Saat Yusuf membuka matanya, Yusuf melihat Arti yang sedang memegang jas nya sambil menutup matanya.


Ya Allah, kalau di lihat dari dekat begini ternyata dia begitu manis, bulu matanya lentik, alis tebal dan bibirnya, batin Yusuf yang langsung menelan salivanya dengan kasar.


Yusuf mendekatkan wajahnya ingin sekali dia mencium pipi Arti yang ada dihadapannya, namun sebelum itu Yusuf mencium aroma tubuh Arti yang menurutnya harus seperti bayi, Ingin sekali Yusuf memeluk tubuh Arti.


Saat Yusuf sudah hampir mendekati pipi Arti, tiba tiba karyawan Cahaya datang dan menagnggetkan Yusuf dan Arti.


" Ibu, ibu gak kenapa napa kan?" ucapnya berdiri tepat di depan pintu.


Yusuf langsung memejamkan matanya karena hampir saja dia menondai Arti dengan menciumnya, sedangkan Arti langsung tersadar dan melihat ia sedang duduk tepat di atas paha Yusuf.


Dengan cepat Arti berdiri dengan jantung yang masih berdetak kencang karena kepergok oleh karyawan lain, Arti takut merka berfkir yang tidak tidak saat ini tentang apa yang di lihat mereka barusan.


" Saya tidak apa apa, kalian lebih baik lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Arti berusaha tidak terjadi apa apa.


Yusuf sudah berdiri dari duduknya, dia mengibaskan celananya yang sekarang sudah berubah warna, Arti melihatnya dengan tatapan tajamnya.


" Ini semua gara gara kamu tau gak, bisa bisa nya kamu buat kekacauan di sini, untung saja Cahaya tidak datang ke sini karena dia lagi di rumah sakit" ucap Arti dengan wajah kesalnya.


" Cahaya masuk rumah sakit, kenapa?" tanya Yusuf penasaran.

__ADS_1


" Semalam dia pingsan, karena kelelahan, lagi pula saat ini dia sedang hamil" ucap Arti memberitahu.


" Waahh, ternyata benda keramat Raja tokcer juga ya, kita kapan ya begitu?" ucap Yusuf yang langsung membuat Arti langsung melototkan matanya.


" Dasar gilak" sahut Arti yang langsung meninggalkan Yusuf begitu saja.


Yusuf tersenyum melihat Arti yang sudah seperti sedia kala, tidak ada wajah murung dan memikirkan Andra lagi, Yusuf berjanji akan membuat Arti bisa tersenyum kembali seperti dulu.


*****


Di penjara, Wisnu sedang mengingat wajah Arti yang begitu sedih saat malam pertunangan adiknya.


" Wanita itu begitu tegar, dan dia begitu ikhlas memberikan Andra pada Tiara, dia juga begitu berbesar hati menerima kenyataan kalau Andra hanya mencintai Tiara, dan cintanya tidak terbalaskan" ucap Wisnu terdiam duduk di sudut ruangan.


" Hahkk, andai aku dulu bisa berbesar hati, pasti saat ini aku tidak berada di sini" ucap Wisnu menyesali perbuatannya.


Tiba tiba pintu sel di buka, dan penjaga lapas memanggil Wisnu karena ada yang saat ini dengan menemuinya.


Wisnu dengan segera langsung keluar dan menemui siapa yang saat ini sedang berkunjung menemuinya. Dahinya berkerut saat melihat orang yang saat ini duduk di meja sedang menunggunya.


" Om Pandu" panggil Wisnu saat sudah berada di dekat meja.


Pandu tersenyum dan langsung menyuruh Wisnu duduk. " Duduklah" ucap Papa Pandu dengan senyuman di wajahnya.


Pandu di temani Aldi ke lapas untuk menemui Wisnu, Sedang kan Wisnu merasa ada apa dia di temui oleh keluarga Atmaja.


" Ada apa ya Om? apa Wisnu melakukan kesalahan, atau Tiara yang melakukan kesalahan?" tanya Wisnu dengan wajah sedikit takut.


lagi lagi Papa Pandu tersenyum mendengar ucapan Wisnu, Pandu amplop berwarna coklat ke hadapan Wisnu.


" Bukalah" ucap papa Pandu.

__ADS_1


Tangan Wisnu sedikit bergetar menerima amplop yang di berikan papa Pandu, ia memegang amplop tersebut namun belum membukanya.


" Buka dan bacalah" ucap papa Pandu lagi.


Dengan perlahan Wisnu membuka amplop yang di pegangnya, di keluarkan surat selembar yang berwarna putih di dalamnya, dengan teliti Wisnu membacanya.


Tiba tiba mata Wisnu langsung melotot saat membaca tulisan yang paling bawa, tangannya bergetar lalu menatap wajah papa Pandu dan Ayah Aldi secara bergantian.


" Raja mencabut semua tuntutannya, dan kamu sudah bebas mulai hari ini, dan maaf tadinya raja sendiri yang akan ke sini menyerah kan surat kebebasan mu, tapi saat ini Raja sedang menjaga Cahaya di rumah sakit" ucap papa Pandu memberi tahu.


" Cahaya sakit om?" tanya Wisnu sedikit terkejut.


Papa Pandu menggelengkan kepalanya, " Cahaya hamil, namun karena kelelahan dia harus di rawat di rumah sakit" jawab papa Pandu.


" Alhamdulillah" ucap Wisnu lega.


" Tapi kenapa Raja mencabut tuntutannya Om? apa dia sudah tidak marah padaku?" tanya Wisnu yang masih tidak percaya.


" Raja sudah tidak marah dengan mu, lagian sebentar lagi kamu juga akan menjadi bagian dari keluarga kami bukan, pesan Om padamu, rubahlah sifat kasar mu, dan jadilah orang yang lebih baik mulai saat ini" pesan papa Pandu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Wisnu.


Wisnu dengan cepat langsung berdiri dan memeluk papa Pandu dengan erat, " terima kasih banyak Om bilang pada Raja, kalian memang keluarga berhati malaikat, aku bersyukur adik ku bisa menjadi bagian dari keluarga kalian" ucap Wisnu tanpa sadar menagis dipelukan Pandu.


" kamu juga akan menjadi keluarga kamu Wis, sudah jangan menagis, malu di lihat orang" sahut Pandu.


wisnu langsung menghapus air matanya, Ia tersenyum menatap Pandu dan Aldi secara bergantian.


"Om pamit diluan ya, masih banyak kerjaan yang harus om selesai kan, nanti akan ada supir yang menjemput kamu, sebaiknya kamu bersiap sekarang, dan om pamit diluan ya" ucap Pandu lalu menepuk bahu Wisnu sebelum melangkah kan kakinya.


Setelah kepergian Pandu dan Aldi, Wisnu langsung sujud syukur di lantai lapas karena dia sudah di bebaskan oleh Raja, dan kebesan Wisnu ini belum ada yang mengetahuinya, hanta Raja, papa Pandu dan Ayah Aldi saja yang mnegetahui ini semua, dan ini akan di jadikan kejutan untuk keluarga besar nya mereka nantik, terutama Andra.


berambung.

__ADS_1


__ADS_2