
Pandu berjalan mendekati sel dan melihat ke tiga wanita yang sudah mencelakai istri nya, di tatap nya satu persatu wanita yang ada di hadapan nya.
" Ini peringatan terahkir untuk kalian, dan aku akan pasti kan, kalau kalian masih mau berusaha untuk menghancur kan keluarga ku lagi, aku tidak akan segan segan menghancur kan sanak saudara kalian yang masih bisa menghirup udara segar" ucap Pandu dengan tatapan membunuh.
" Dan kau tante, aku pasti kan mungkin kau berada di sini sampai ajal akan menjeput mu" sambung Pandu lagi dan langsung berbalik meninggal kan penjara dimana ketiga wanita yang sudah mencelakai Kia.
Pandu dan Aldi menjumpai kepala kepolisian yang menunggu mereka di ruangan nya.
" Jadi bagaimana Pak Pandu, apa yang harus kami lakukan untuk mereka bertiga?" tanya kepala polisi pada Pandu.
" Masuk kan mereka ke penjara bawah tanah, dan pasti kan tidak ada cahaya sedikit pun masuk ke dalam ruangan itu, dan ingat satu orang satu ruangan, saya tidak mau mereka di siksa oleh napi lain nya, biar mereka di siksa dengan keberadaan mereka saja di dalam sel itu" sahut Pandu dan langsung di angguki kepala oleh kepala polisi.
" Baik Pak Pandu, kami akan segera melakukan perintah yang pak Pandu lakukan" ucap kepala polisi kemudian.
" Dan satu lagi, jika ada keluarga yang ingin menjenguk mereka, bilang pada keluarga mereka kalau mereka di pindah kan ke penjara yang ada di pulau terpencil, jangan beri tahu keberadaan mereka pada keluarga nya, aku tidak mau mereka berencana lagi untuk mencelakai keluarga ku" ucap Pandu lagi memberi tahu.
" Baik pak, segera kami lakukan" lanjut kepala polisi lagi.
" Yasudah kalau begitu kami permisi dulu pak" ucap Pandu.
Setelah memberi tahu kan kemauan Pandu, mereka langsung meninggal kan kantor polisi dan langsung pergi ke kantor karena mereka sebentar lagi akan ada meting dengan para pemegang saham di perusahaan keluarga Iren yang sudah di akusisi oleh Pandu.
Sementara di dalam Sel, para polisi menyeret ke tiga wanita yang sudah mengusik keluarga Atmaja, mereka di seret oleh para polisi untuk di bawa ke penjara bawah tanah.
Penjara bawah tanah di tempat kan khusus untuk napi yang tidak mau menyeselai perbuatan nya, dan karna Pandu adalah orang nomor satu di negara nya, jadi apa yang di minta oleh Pandu pasti akan di lakukan oleh kepolisian, apa lagi para polisi menyaksikan sendiri bagaimana keluarga Iren tidak ada penyesalan sama sekali, bahkan masih berniat untuk membalas dendam kembali.
" Lepas kan...kalian mau bawa aku kemana" ucap Iren yang di seret ke oleh para polisi.
" Aku pasti kan sama kalian semua polisi bodoh, nanti kalau aku sudah bebas, karir kalian akan hancur karna sudah memperlakukan aku seperti ini" sambung Iren lagi karna tidak terima di perlakukan seperti itu.
__ADS_1
" Diam lah kau, kau kira kau ini siapa, jangan mimpi kau bisa keluar dari sini, ini tempat kalian para wanita jahat yang gak punya hati sama sekali" ucap salah satu polisi yang menyeret mereka.
Mama Iren,Iren dan Meri di masuk kan ke dalam penjara bawah tanah dengan di lempar begitu saja.
" Ini lah tempat kalian sekarang sampai malaikat maut menjemput kalian" ucap kepala polisi yang sudah menunggu mereka di penjara bawah tanah.
" Tutup pintu nya rapat, jangan biar kan ada cahaya masuk sedikit pun, biar mereka tau bagaimana hidup dalam kegelapan" sambung kepala polisi lagi.
Para polisi langsung menutup masing masing pintu dimana tempat wanita jahat di penjara, Pintu sudah tertutup rapat, Mama Iren, Iren dan Meri langsung berlari ke arah pintu yang sudah di tutup rapat.
Dooor....dooorrr....doooor
"Buka pintu nya, kalian memang kurang ajar, berani nya kalian masukan kami kedalam sini, apa kalian tidak tau kami siapa haahk" ucap mama Iren sambil menggedooor pintu.
" Mama tolong Iren Ma, Iten takut...di sini gelap sekali" ucap Iren yang sama sekali tidak di dengar oleh mama nya dan juga Meri.
" AAAAAAAAAAAAHKKK,AKU BENCI DENGAN KELUARGA ATMAJA, AKU BERSUMPAH HIDUP KALIAN TIDAK AKAN TENANG KARNA SUDAH MEMASUKAN AKU KE DALAM PENJARA" ucap mama Iren dengan teriak frustasi.
Sementara Iren dan Meri hanya bisa menangia di dalam sana karna ketakutan.
Di tempat lain, tepat nya di kediam rumah Atmaja, Kia menyibukan diri nya untuk memasak dan membuat cemilan untuk keluarga nya, Kia berencana untuk datang ke kantor suami nya, dan tak lupa Kia juga sudah menghubungi kaka ipar nya kalau dia akan pergi, jadi Qiara tidak usah di antar ke rumah oma dan opa nya.
" Sayang kamu sedang apa?" tanya mama Dewi saat melihat Kia berada di dapur.
" Eeeh mama, Kia lagi masak makan siang Ma, sama buat cemilan sedikit, nanti Kia mau antar ke kantor Mas Pandu Ma" sahut Kia sambil menunjuk kan apa yang dia kerja kan pada mertua nya.
" Yasudah mama bantu ya, biar cepat selesai" sahut mama nya dan di angguki kepala oleh Kia.
Mama Dewi dan Kia masak sambil bercerita, mereka mencerita kan Pandu waktu masih kecil, tak jarang Kia tertawa kekeh mendengar ucapan mama mertua nya tentang masa kecil suami nya.
__ADS_1
Setelah beekutut di dapur cukup lama, ahkir nya masakan untuk makan suang, dan cemilan sudah selesai di masak.
" Sayang kamu sebaik nya siap siap gih sana, biar bibi aja yang kemas makanan yang mau di bawa ke kantor Pandu" ucap Mama Dewi.
" Iya Ma" sahut Kia kemudian langsung beranjak ke atas menuju kamar nya.
Setelag selesai siap siap, Kia memandangi diri nya di depan cermin, Dengan setelan celana kulot, dan baju kemeja yang tidak begitu ketat di tubuh nya, balutan hijab yang begitu pas di wajah nya membuat Kia begiti cantik.
Kia turun ke bawah untuk mengambil bekal yang sudah di siap kan bibi, kemudian dia langsung pamit pada kedua mertua nya yang lagi menonton televisi.
" Ma, Pa kia berangkat dulu ya, takut nya macet di jalan, jadi kelewatab makan siang nya" ucap Kia sambil mencium kedua tangab mertua nya.
" Iya nak, kamu sudah kabari Pandu kan kalau mau kesana?" tanya papa Ridwan.
" Belum Pa, Kia sengaja gak ngabari Mas Pandu, karna Kia mau kasih kejutan sama Mas Pandu Ma, Pa" sahut Kia sambil tersenyum manis.
" Yasudah kalau begitu, kamu hati hati di jalan ya nak" ucap mama Dewi dan di angguki kepala oleh Kia.
Bersambung...
Jangan lupa untuk memberi kan Like,Komen,Vote dan Rate bintang lima ya....
Dukungan kalian yang membuay Author semangat buat nulis.
Terima kasih banyak
Salam sayang Author untuk readers semua
❤❤❤❤ All
__ADS_1