
" Bukan karna itu Mas, aku hanya sedih saja, di hari bahagia aku, sahabat aku satu-satunya gak bisa menemani aku karena dia juga sedang sakit" sahut Arti sambil menangis sedih.
" Aku ada kok Ar" ucap Cahaya tiba-tiba yang sudah berada di depan pintu dan membuat semua yang ada di sana kaget.
Arti berdiri dari tempat duduknya dan menatap sahabat seperrti saudara sendiri sudah berada di hadapannya, senyuman langsung terbit dari bibirnya. Cahaya langsung berjalan cepat mendekati Arti, dengan cepat Cahaya langsung memeluk Arti dengan erat.
" Maafkan aku Ar, karena aku pernikahan kalian jadi seperti ini, jujur aku gak tahu kenapa mereka selalu membuat kerusuhan" ucap Cahaya dengan tulus.
Arti tersenyum menanggapi perkataan Cahaya, dengan perlahan Arti melepaskan pelukannya, dan menatap wajah Cahaya yang sudah bengkak karena satu harian ini dirinya terus saja menangis.
" Ini semua bukan salah kamu Ya, memang bibi kamu saja yang serakah sekali, dan sekarang intinya semuanya sudah tidak kenapa-napa, walau punmas Yusuf yang sudah menjadi korbannya" sahut Arti dengan wajah tulus juga.
Cahaya langsung menatap Yusuf yang duduk di atas tempat tidur, begitu juga dengan Raja yang langsung berjalan mendekati Yusuf.
" Maaf karena kejadian tadi kamu jadi terbaring di sini Ja, dan pernikahan kalian jadi berantakan" ucap Raja mewakili Cahaya meminta maaf pada Yusuf.
" Gak masalah Ja, yang penting semua sekarang judah baik-baik saja" jawab Yusuf.
__ADS_1
" Bisa kita mulai akad nikahnya?" tanya pak penghulu.
" Bisa pak" jawab Yusuf dengan mantap.
Dengan di wakili wali nikah ijab kabul berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun. Dan begitu kata sah terucap oleh saksi, Arti menangis senggugukan, dengan cepat Cahaya memeluk sahabatnya itu.
Di hari bahagianya, kedua orang tuanya tidak ada di sampingnya, mereka sudah berada di dunia lain. Sama seperti Cahaya, mama Yusuf juga langsung memeluk menantu kesayangannya karena tahu apa yang di rasakan Arti saat ini.
" Jangan sedih sayang, kami semua sekarang keluarga kamu, dan anggap lah mama sebagai mama kamu, bukan mertua kamu" ucap mama Yusuf dengan tulus.
Arti yang mendengar langsung memeluk mama mertuanya dengan tangisan bahagia, " Makasi Ma, makasih karena sudah menerima Arti jadi menantu mama, padahal Arti dan Mas yusuf bagai langit dan bumi" sahut Arti.
Kini acara sakral pernikahan Arti dan Yusuf sudah selesai, Seluruh keluarga dan para dokter yang menjadi saksi juga sudah kembali ke tempat masing-masing, begitu juga mama dan papa Yusuf yang langsung pulang ke rumah mereka. sama halnya dengan papa Pandu dan mama Kia yang juga langsung pulang ke rumah besar Atmaja.
Namun berbeda dengan Raja dan Cahaya yang masih berada di rumah sakit dan duduk di sofa ruangan Yusuf.
" Jadi kapan kalian akan melakukan resepsi?" tanya Raja.
__ADS_1
" Setelah aku sembuh, aku langsung buat resepsi" jawab Yusuf dengan mantap.
" Kalau perlu bantuan jangan sungkan hubungi aku ya" ucap Raja dan langsung di jawab anggukan oleh Yusuf.
" Sayang kita sebaiknya naik ke lantai atas yuk, kamu juga harus istirahat, kasian calon bayi kita kamu jam segini belum istirahat" bujuk Raja dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.
" Arti aku balik ke kamar dulu ya, dan sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian" pamit Cahaya.
Tak lupa mereka berpelukan ala sahabat, dengan senyuman Arti mengantar Cahaya dan Raja sampai depan pintu. Begitu Cahaya dan Raja sudah keluar, Arti langsung menutup pintu, Yusuf yang masih terjaga menatap Arti yang berjalan ke arahnya.
" Sayang" panggil Yusuf dengan menatap wajah Arti begitu dalam.
" Iya Mas" jawab Arti.
" Kemari" panggil Yusuf dengan gerakan tangannya.
Arti langsung mendekat dan duduk di kursi yang tersedia di samping tempat tidur Yusuf yang sekarang sudah berganti status menjadi suaminya.
__ADS_1
" Sini sayang, Mas mau peluk kamu, kan kita sudah sah" ucap Yusuf sambil menarik tangan Arti untuk lebih dekat.
Bersambung.