
Cahaya tersentuh dengan kata-kata suaminya, dengan cepat Ia langsung memeluk Raja dengan erat.
" Makasih ya Aii, kamu hadir setelah kepergian Ayah dan ibu, jangan pernah tinggalin Aya Aii, jujur Aya gak sanggup" ucap Aya dengan meneteskan air matanya.
" Gak akan sayang, karena kamu adalah Cahaya untuk diri Aii, kamu penerang untuk kehidupan Aii, dan kamu jantung dari kehidupan Aii sampai kita tua nanti, tidak ada yang bisa memisahkan kita, siapa pun itu, termasuk kematian, karena kita akan hidup dan mati bersama" sahut Raja sambil mencium ubun ubun Cahaya.
" Sekarang coba katakan kamu bulan madu kemana?" tanya Raja yang langsung membuat Cahaya melepaskan pelukannya.
" Bulan madu?" beo Cahaya.
Raja mengangguk kan kepalanya dengan senyuman tampannya, wajah Cahaya langsung memerah saat melihat ketampanan suaminya, Ia pun berfikir sejanak hendak bulan madu kemana.
" Kenapa mikirnya lama sekali sayang, Maldives? Paris? Turky? kamu bebas pilih kemana pun kamu mau sayang" ucap Raja memberi pilihan.
Cahaya tersenyum mendengar negara yang di sebutkan suaminya untuk tempat mereka bulan madu, " No Aii, Aya gak mau keluar negri, di Indonesia juga banyak tempat yang indah" sahut Cahaya.
" Terus?" tanya Raja lagi.
" Labuhan Bajo" ucap Cahaya.
__ADS_1
" Labuhan Bajo? mau lihat Komodo" tanya Raja dengan kekehan.
Cahaya langsung mengerucutkan bibirnya ke depan karena di ejek Raja, Raja sendiri yang melihat muncung pancang istrinya tidak tahan, dengan cepat Raja langsung menarik tengkuk Cahaya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Cahaya.
Mata Cahaya langsung membulat saat bibirnya di cium tanpa aba-aba oleh suaminya, karena Cahaya tidak berontak, Raja langsung ******* dengan lembut bibir Cahaya, Cahaya sendiri langsung memejamkan matanya menikmati ciuman yang di berikan oleh Raja.
Ciuman mereka kini semakin panas, tangan Raja sudah bergerilya kemana mana, dan satu ******* keluar dari mulut Cahaya saat Raja mencium telinga dan turun ke leher putih Cahaya.
Dengan cepat Raja langsung melepaskan ciumannya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Cahaya, di tatapnya bibir Cahaya yang sudah bengkak akibat ulahnya, Cahaya sendiri melihat wajah Raja sudah sayu karena menahan gairahnya.
" Malam ini cukup sampai di sini dulu sayang, karena Aii gak mau besok kamu susah berjalan saat kita mau berangkat untuk bulan madu, tapi malam malam berikutnya kamu gak akan lepas Aii buat" ucap Raja yang membuat Cahaya langsung menundukkan kepalanya karena malu mendengar ucapan suaminya.
" No Aii, kali ini kita bulan madu tanpa menikmati fasilitas papa, Aya mau kita road trip sendiri, jadi kita pesan tiket sendiri dan pesan hotel sendiri, pokoknya serba sendiri" ucap Cahaya.
" Whaaattt!!! sayang ini gak lucu, ngapai kita susah susah pesan pesan tiket segala, pesawat pribadi papa saja ada dua yank, dan hotel papa juga ada di mana mana, kita tinggal pilih mau tinggal dimana" ucap Raja tak percaya dengan apa yang di fikir kan istrinya.
" Justru itu yang Aya tidak suka Aii, kita kemana mana makai fasilitas dari papa, kali ini Aya mau kita seperti pasangan bulan madu lainnya, dulu juga waktu Aii berangkat ke Jerman gak pakek fasilitas papa kan, nah sekarang ini juga yang mau Aya mau" sahut Cahaya dengan wajah memohonnya.
Raja mendesah melihat wajah gemas istrinya, " baiklah sayang, tapi bukan Aii yang ribet ribet pesan tiket kita ya, asisten Aii yang akan memesannya" ucap Raja.
__ADS_1
" Haikal dong?" tebak Cahaya.
Dengan cepat Raja langsung mengangguk kan kepala nya, " yasudah gak masalah, sekarang Aya mau beres beres pakaian kita dulu ya" ucap Cahaya.
" Kan ada bibi sayang, kenapa harus kamu, sekarang kamu istirahat saja" sahut Raja.
" Gak perlu Aii, Aya masih bisa, lagian kasian mereka pasti uda istirahat" tolak Aya yang sudah masuk ke dalam ruangan khusus pakaian.
" Ck, rajin banget sih istriku, dan selalu merendah orangnya, padahal kalau mau berangkat tinggal telpon pilotnya beres, gak perlu seperti ini juga" ucap Raja yang langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Haikal.
Setelah selesai menghubungi Haikal, Raja berjalan ke ruang khusus pakaian karena ingin membantu istrinya, tapi yang ia lihat malah wajah cantik Cahaya saat tertidur di sofa dengan 2 koper ukuran besar yang sudah selesai di siapkan.
" ketiduran di sini kan" ucap Raja dan langsung melangkah kan kakinya untuk mengangkat tubuh Cahaya untuk di letak di atas tempat tidur.
Sementara Haikal yang di hubungi Raja malam malam hanya bisa ngedemul sendiri di rumah.
" Ada ada aja sih, padahal tinggal telpon doang, ini aku jadi harus pesan tiket dan hotel mereka, lagian kenapa harus ke Labuhan Bajo sih, kayak gak ada tempat buat bulan madu aja, cantik sih cantik, tapi repot pesan tiket kesana kalau mendadak" ucap Haikal tapi tetap mencari tiket buat Raja dan Cahaya.
Bersambung.
__ADS_1