
Mama Kia langsung memasukkan cincin ke jari manis Cahaya, dan saat Mama Anita juga ingin memasukkan cincin di jari manis Raja, tiba tiba dari arah pintu terdengar suara seseorang yang membuat Anita tidak jadi memasukkan cincin ke jari manis Raja dan menoleh ke asal suara, begitu pun dengan seluruh keluarga Atmaja dan para tamu undangan.
" Tunggu" suara seseorang.
Deg
Jantung Cahaya langsung berdetak kencang melihat seseorang berdiri di depan pintu masuk ballroom hotel.
Seorang kakek tua dan dua orang pasangan yang sudah berumur serta satu wanita yang seumuran denga Cahaya berjalan mendekati keluarga Atmaja dimana Cahaya juga berdiri di sana.
Tatapan mata Cahaya tk lepas dari keempat orang yang berjalan ke arahnya, jantungnya juga semakin lama semakin berdetak kencang tak karuan.
Arti yang melihat ke empat orang yang begitu dikenalnya langsung berjalan mendekati Cahaya dan memeluk Cahaya dari samping.
"Kalian siapa? kenapa kalian bisa masuk ke acara ini?" tanya Raja dengan wajah dinginnya.
Senyuman sinis di tampilkan oleh keempat yang berada di hadapan Raja dan juga Cahaya.
" Kau tanyakan saja pada calon tunangan mu itu anak muda, siapa kami" ucap seorang kakek yang merupakan ayah dari ibunya Cahaya.
Raja dan seluruh keluarga Atmaja langsung melihat kearah Cahaya yang hanya diam, namun tatapan mata Cahaya tetap melihat ke arah empat orang yang menatapnya sinis.
" Sayang, siapa mereka?" tanya Raja.
" Mereka adalah orang orang yang membuat kedua orang tua Cahaya pergi untuk selamanya Ja" ucap Artu menjawab pertanyaan Raja mewakili Cahaya.
__ADS_1
Raja langsung kembali menatap keempat orang yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam, Cahaya sendiri sudah menjatuhkan air matanya karena sesak di dada nya mengingat kelakuan orang orang yang ada di hadapannya terhadap keluarganya dulu.
Dan sekarang, di saat kebahagian sudah berada pad diri Cahaya, entah kenapa keluarga Cahayayang tak di undang sama sekali bisa datang dan merusak acara pertunangannya dengan Raja.
" Acara ini tidak sah tanpa adanya saya dan juga paman dan bibinya Cahaya" ucap Kakek Cahayadengan begitu tidak malunya.
" Cukup kek, acara ini akan tetap berjalan ada atau tidak adanya kalian di sini, karena aku sudah tidak punya keluarga setelah ayah dan ibuku pergi 6 tahun yang lalu" ucap Cahaya dengan lantang sambil meneteskan air matanya.
Mama Kia dengan setia memeluk calun menantunya agar Cahaya bisa sedikit tenang, begitu juga dengan Arti yang begitu tau tentang kehidupan Cahaya saat kedua orang tuaya pergi meninggalkan nya dulu.
" Dasar anak tak tau diri, ini hasil didikan ayahmu yang tak tahu malu itu" ucap sang kakek.
" Jangan pernah kalian menghina ayahku, karena dia lebih baik dari kalian semua" ucap Cahaya dengan amarah yang sudah memuncak karena ayahya yang sudah tiada masih di bawa bawa.
" Sayang tenangkan dirimu, kamu tidak boleh seperti ini" ucap mama Kia menasehati Cahaya agar Cahaya tidak terjadi sesuatu.
" Kami hanya ingin meminta toko roti peniggalan ibumu saja, bukannya kau akan mendapat kan suami kaya raya bahkan orang nomor satu di Asia, jadi paman rasa toko roti itu sudah pantas untuk kami yang kelola" ucap paman Cahaya.
"Sampai kapan pun aku tak akan pernah memberikan toko roti itu untuk kalian, dan toko roti itu aku yang merints sampai sebesar sekarang setelah kalian menghancurkan nya dulu, bukannya kalian bisa membaca kalau nama toko roti itu sudah berubah" ucap Cahaya.
Raja yang melihat Cahaya begitu sakit di perlakukan tidak adil oleh keluarganya ingin sekali memeluknya,tapi mereka saat ini belum sah, dan syukurnya ada mama Kia yang setia memeluk Cahaya agar bisa sedikit tenang.
" Kalian sudah dengan bukan apa yang di katakan calon istri saya, sampai kapan pun toko roti itu tidak akan pernah berada di tangan orang serakah seperti kalian, jadi sebaiknya kalian pergi sekarang, karena acara pertungan saya akan tetap berlanjut" ucap Raja mengusir kakek Cahaya dan juga paman dan bibinya.
" Cahaya butuh wali dan saksi dari pihak Cahaya untuk dia menikah, jadi kalian masih membutuhkan kami" ucap paman dengan senyuman sinisnya.
__ADS_1
" Kalian bukan keluarga kandung Cahaya, yang berhak jadi wali atau pun saksi untuk Cahaya adalah keluarga Ayah Cahay, jadi tidak adanya kalian pun pernikahan ku dengan Cahaya tetap akan terlaksana" ucap Raja yang langsung membuat paman Cahaya terdiam.
Papa Pandu langsung menantap ke arah pengamanan, dengan sekali tepuk tangan seluruh pengamanan datang dan menyeret kakek Cahaya dan juga paman dan bibinya.
" Ingat Cahaya, kami akan merampas apa yang akan menjadi hak kami, dasar wanita serakah, sudah dapat suami kaya raya masih saja tidak mau melepas toko roti itu" teriak bibi Cahaya sambil berjalan ke arah pintu keluar.
Cahaya langsung terduduk lemas saat orang orang yang membuat yang menangis sudah tidak ada di hadapannya.
" Sayang sudah jangan di pikiri, mereka tidak akan bisa berbuat apa apa, toko roti kamu pasti akan tetap aman" ucap Raja menenangkan Cahaya.
Begitu juga dengan keluarga Atmaja yang menenangkan Cahaya agar Cahaya berhenti menangis, Ara berjalan mengambil minum dan memberikannya pada Cahaya agar Cahaya bisa lebih tenang.
"Ya ini kamu minum dulu ya, biar kamu sedikit tenang" ucap Ara sekalian memberikan gelas berisikan air mineral, dan di sambut Raja gelas nya, dengan telaten Raja meminumkan air mineral ke mulut Cahaya.
Setelah Cahaya sudah sedikit tenang, acara pun kembali di lanjutkan, Anita sudah memasukkan cincin di jari manis Raja.
Seluruh keluarga Atmaja begitu senang dan bahagia dengan karena acara pertunangan Raja dan Cahaya bisa berjalan lancar, walaupun tadi sempat ada sedikit hambatan karena kedatangan tamu tak diundang.
Di luar hotel, ke empat saudara Cahaya begitu murka karena di perlakukan tidak pantas di acara Cahaya tadi.
" Bu, aku tidak mau tahu, Cahaya tidak boleh menikah dengan pangeran tampan tadi, seharusnya aku yang berada di sana bu dan memakai cincin berlian tadi" ucap Ratih sepupu Cahaya.
" Jangan mimpi kau, kami datang ke sini ingin merebut toko anak itu yang sudah semain besar sekarang, urusan siapa suami Cahaya kami tidak perduli, yang penting toko roti itu harus bisa jadi milik ibu" ucap bibi nya Cahaya.
Bersambung.
__ADS_1