Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 174


__ADS_3

Kia sudah sampai di kediaman Atmaja, saat Kia masuk ke dalam rumah, mama Dewi dan papa Ridwan sedang duduk di ruang keluarga sambil melihat acara televisi.


Setelah mengucap kan salam, Kia mau langsung masuk ke kamar dan bersih bersih untuk melanjut kan tesis nya, tapi langkah nya terhenti saat mama Dewi menyapa nya.


" Sayang kamu sudah balik? kok tumben?" tanya mama Dewi.


" Mama sama papa di sini, maaf Kia gak tahu Ma, Pa soal nya Kia gak lihat" ucap Kia sambil menyalami kedua mertua nya.


" Tidak apa apa sayang, kamu kok tumben sudah pulang sayang, emang gak ke kampus" tanya Mama Dewi.


" Kia uda gak ada kelas lagi Ma, Pa, tinggal nyelesai kan tesis yang untuk di revisi, biar cepat sidang Ma, Pa" sahut Kia memberi tahu.


" Nak jangan terlalu di porsir, kamu sudah hamil besar soal nya, pelan pelan saja, papa yakin kamu bisa menyelesai kan nya dengan nilai yang baik" ucap Papa Ridwan memberi nasehat.


" Iya Pa, ini juga Kia santai santai aja kok ngerjai nya" sahut Kia dengan senyuman manis nya.


" Kamu makan dulu ya sayang, setelah itu baru mengerjai tesis nya" ucap mama dewi.


" Iya Ma" sahut Kia.


" Kia ke atas dulu ya Pa, Ma" pamit Kia dan angguki kepala oleh kedua mertua nya.


Pandu yang sedang asik berkelut dengan leptop nya, tiba tiba di kejut kan dengan kedatangan kedatangan seseorang yang masuk tanpa mengetuk pintu.


Pandu terkejut dan langsung melihat siapa orang yang sudah menggangu nya saat serius bekerja. Di lihat nya kakak ipar nya yang masuk dengan wajah sedikit panik.


" Ndu gawat, ini ada laporan tentang proyek kerja sama kita dengan perusahan YY untuk pembangunan perumahan mewah di daerah XX" ucap Bima langsung menyerah kan Map yang ada di tangan nya.


Pandu pun langsung melihat nya dan terkejut dengan laporan yang tidak sesuai dengan ekspetasi.


" Gimana bisa seperti ini kak, bukan nya kemarin saat meeting hasil nya sama semua, tapi kenapa sekarang jadi seperti ini, kita bisa rugi besar kak" ucap Pandu kembali melihat berkas yang ada di tangan nya.


Tak lama Aldi masuk dengan tergesa gesa untuk menyampai kan sesuatu pada Pandu saat Aldi masih berada di jalan untuk menuju kantor.

__ADS_1


" Pandu, kak Bima ada kabar tidak baik" ucap Aldi lahi dengan nafas masih sedikit tersengal sengal.


" Ada apa?" ucap Pandu dan Bima secara bergantian.


" Ada kecelakan di proyek untuk pembangunan di perumahan mewah yang ada di Daerah XX, dan para pekerja ada sekita tujuh orang yang mengalami luka luka" ucap Aldi menyampai kan kabar pada Pandu dan Bima.


" kenapa bisa terjadi berbarengan seperti ini Ndu, aku yakin ada yang tidak beres" ucap Bima.


Pandu hanya diam saja tidak menjawab ucapan Bima, sedang kan Aldi sedikit tidak mengerti.


" Maksud nya berbarengan gimana?" tanya Aldi.


Pandu langsung menyerah kan berkas yang ada di meja nya, Aldi menerima nya dan langsung membaca nya dengan serius, mata nya membulat saat tahu berkas yang di tangan nya bisa membuar rugi Atmaja group bermilayaran.


" Ndu ini gak bisa di biar kan, kita harus mencari dalang dari semua ini, aku yakin ini sudah di rencana kan" ucap Aldi.


Tiba tiba ponsel Pandu berbunyi ada pesan masuk, Pandu langsung membuka nya dan mata nya langsung menatap tajam isi dari pesan itu.


Segera kamu serah kan proyek itu, atau istri cantik dan calon anak mu lenyap dari bumi ini" isi pesan itu.


"Ada apa Ndu? siapa yang mengirim kan pesan pada mu?" tanya Aldi.


" Seperi nya aku tahu siapa orang nya, karena dari dulu dia mengingin kan tander ini, tapi kita yang memenang kan nya" ucap Pandu dengan amarah yang sudah mencapai puncak.


" Borney Group" tanya Aldi seketika.


Pandu langsung mengangguk kan kepala nya tanda ucapan Aldi benar.


" Tunggu tunggu, bukan nya perusahaan itu tidak ada sangkut paut sama tender ini ya, mereka hanya berapa persen kemarin kan untuk mengajukan tender ini, kakak rasa ada hal lain" ucap Bima seketika.


" Bukan nya CEO perusahaan itu Nyonya Talita, anak dari tuan Gusti dan ibu Marlina ya, tapi kenapa dia malah merecoki masalah tander ini" sambung Bima lagi.


Pandu dan Aldi saling pandang dan mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, dimana Talita menyerah kan proyek itu dengan ikhlas dan meminta Pandu untu makan malam sebagai merayakan kemenangan tander oleh Atmaja Group, tapi Pandu menolak nya secara halus dengan mengatakan tidak bisa karena ingin menemani istri Kia.

__ADS_1


Dan Talita sedikit tidak terima dan meninggal kan Pandu begitu saja.


" Al apa ini ada hubungan nya dengan kejadian kemarin?" tanya Pandu.


" Bisa jadi Ndu, tapi kita harus atasi ini secara langsung, dan sebaik nya sekarang kita urus para pekerja yang sedang terluka, mareka sudah di bawa ke rumah sakit terdekat, dan untuk masalah ini biar aku sama kak Bima yang urus, nanti aku bicara juga dengan Firman" sahut Aldi dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.


Pandu pun langsung menghubungi orang suruhan yang ada di proyek untuk memgurus semua administrasi di rumah sakit, dan mengganti kerugian untuk para pekerja.


Di rumah sakit, Ricki mengantar kan jenazah Ayah Naya sampai di dalam ambulance, Naya masih menangis saat ayah nya sudah di masuk kan ke dalam ambulance.


" Terima kasih Dok, sudah meringan kan masalah administrasi tadi,sampai jenazah ayah bisa di bawa pulang, saya akan mengganti kekurangan nya nanti setelah ayah saya di kebumikan dok" ucap Naya.


" Tidak usah kamu fikir kan Nay, sekarang yang terpenting kamu sabar, saya yakin kamu bisa kuat untuk ibu dan adik mu" sahut Ricki menguat kan Naya.


Naya pun pamit dan masuk ke dalam ambilance. ambulan pun berjalan meinggal kan rumah sakit, Ricki masih berdiri kepergian ambulance yang masih terlihat dimata nya.


" Kamu sedih liat pasien itu meninggal atau sedih karena melihat wanita itu menangis?" tanya Anita tiba tiba berdiri di samping Ricki.


Ricki langsung terkejut dan memegang dada nya akibat suara Anita.


" Kak Nita mau bikin aku nyusul itu pasien, uda kayak demit aja yang tiba tiba nongol di sini" ucap Ricki masih memegang dada nya.


" seperti nya ada roman roman nya jatuh cinta ni" ucap Anita dengan senyuman jahil nya.


" apaan sih kak Nita, ada ada ajja" sahut Ricki langsung pergi meninggal kan Anita begitu saja.


Anita tertawa melihay Ricki yang ketahuan kalau sedang jatuh cinta, sedang kan Ricki yang mendengat tawa Anita merasa masa bodoh saja.


Bersambung


Ayo dukung karya author ya readers, dengan like,komen dan vote yang banyak ya, dan kasih hadiah yang banyak juga plisssss 😊😊


Love You More

__ADS_1


__ADS_2